Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Marina Sang Gadis Malang


__ADS_3

Sementara di pusat komando pasukan kerajaan Garlin, kegaduhan besar sedang terjadi. Berita dari ibukota telah tiba. Sebagian besar wilayah tenggara kerajaan Garlin telah jatuh ke tangan kerajaan Heinz dalam waktu singkat.


Suara terpecah menjadi dua. Melanjutkan perang dengan kerajaan Heinz di wilayah barat kerajaan Garlin atau kembali ke Pesa untuk mengonsolidasikan kekuatan ulang dan merebut kembali wilayah tenggara.


Boabdil sendiri lebih memilih untuk kembali ke Pesa tetapi ahli strateginya memiliki pendapat yang sebaliknya. Bukan karena ingin Boabdil kalah, tapi ia memiliki pertimbangan sendiri.


"Di Pesa, kita masih memiliki pasukan yang cukup untuk mempertahankan diri mereka. Jika kita memenangkan perang di front ini, kerajaan Heinz tidak punya pilihan selain menarik pasukan mereka dari tenggara sementara kita terus maju semakin dalam ke teritorial kerajaan Heinz."


Masuk akal, tapi jika mereka dapat memenangkan perang. Pada akhirnya, Boabdil mengambil jalan tengah. Ia mengirimkan 20.000 tentaranya untuk kembali ke Pesa sementara tentara yang tersisa di perbatasan akan melanjutkan perang.


Sebenarnya ini keputusan yang buruk. 20.000 tentara yang dikirim ke Pesa belum tentu sampai tepat pada waktunya. Sementara itu, keunggulan jumlah yang dimiliki oleh Boabdil berkurang karena pasukan terpecah dan secara otomatis, jumlah tentara musuh lebih unggul.


"Marina, apa kau punya keluhan dala keputusanku?"


Gadis yang terus membersamai Boabdil, Marina, menggeleng. Ia punya banyak keluhan tetapi mengingat sifat Bobadil yang keras kepala dan mudah main tangan, ia memutuskan untuk berbohong.


"Tidak bagus untuk menyimpan hal penting untuk dirimu sendiri, nona Marina. Yang mulia Boabdil berusaha keras untuk memenuhi cita-cita para kakek moyang kita. Jika kau memiliki sesuatu yang harus dikatakan, lebih baik katakan saja, kan?"


Seorang pemuda ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka. Ia adalah seorang pria dengan tinggi badan normal. Rambutnya berwarna seputih salju dengan telinga kucing. Ia menggunakan kacamata satu lensa di mata kirinya. Usianya mungkin berada di angka 25 tahun. Tiga tahun lebih tua dari Marina dan lima tahun lebih muda daripada Boabdil.


"Aku tidak menyembunyikan apapun dari yang mulia, Hans. Jika ada, aku akan mendukung yang mulia untuk terus maju dan memenuhi cita-citanya."


Hans adalah namanya. Ia adalah orang yang berambisi untuk berdiri di samping Boabdil. Dirinya tidak ragu untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya. Dan penghalang terbesar bagi dirinya adalah Marina.


"Keputusan yang mulia raja Boabdil sudah tepat. Meskipun Pesa memiliki kemampuan untuk bertahan, mereka membutuhkan banyak tentara untuk mempertahankan ibukota dari agresi kerajaan Heinz yang laknat itu."


"Tetapi keunggulan kita berupa jumlah menjadi tereduksi! Sementara mereka memiliki banyak kesempatan untuk mengalahkan kita!"


"Cukup! Jangan bertengkar di tengah suasana seperti ini! Marina, tugasmu sebagai ahli strategiku adalah mencari cara untuk menang di tengah jumlah yang terbatas. Dan Hans, pastikan kalau pasukan kita menjalankan tugas mereka dengan baik."


Boabdil lebih keras pada Marina tetapi lebih lembut kepada Hans. Marina memang kompeten tetapi ia sering menjadi pengganggu bagi Boabdil meskipun berasal dari suku yang sama.


Karena sudah malam, pasukan sedang beristirahat. Beberapa orang tetap terjaga untuk memastikan agar tidak ada penyergapan. Sepanjang malam itu tidak terjadi apapun. Tentara kerajaan Garlin secara bergiliran beristirahat dan sebelum matahari terbit, mereka bersiap lagi.


Tapi di saat mereka bersiap, sebuah dentuman terdengar dari arah kejauhan dan ledakan meletus di tengah perkemahan para Beastmen. Awalnya hanya satu. Tetapi lama kelamaan, perkemahan mereka terus dihujani oleh ledakan.


Akhirnya, tentara kerajaan mengeluarkan senjata andalannya. Meriam sihir. Tapi meriam ini sudah dikembangkan. Daya jangkauannya semakin jauh dan daya hancurnya semakin besar dengan reload yang lebih lebih praktis.


Tentara kerajaan Garlin tidak sempat bereaksi dengan cepat. Karena mereka asing dengan meriam sihir, tentara kerajaan Garlin menjadi sangat reaktif dan tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


Sementara meriam sihir membombardir perkemahan para Beastmen, infanteri dan kavaleri mulai maju untuk menyerang mereka. Karena serangan mendadak ini, banyak korban jiwa yang berjatuhan di pihak mereka.


Begitu salah seorang pasukan memasuki tenda komando, yang tersisa di sana hanyalah Marina yang memiliki tatapan datar. Sepertinya ia mengulur waktu untuk membiarkan raja Boabdil lari.


Dengan mundurnya raja Boabdil dan beberapa petingginya serta prajurit elit yang mengkawal raja, perang ini berakhir dengan kekalahan kerajaan Garlin dan kemenangan kerajaan Heinz.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aurellia, Margareth, Anna, dan Issac sedang mengunjungi Medan perang. Mayat-mayat dari kedua pihak telah dibersihkan. Tetapi sisa bekas peperangan masih banyak tersisa. Bercak darah masih terlihat dimana-mana. Pecahan dari peluru meriam juga masih bertebaran.


Letnan Jenderal Charles Hill menghampiri mereka dan memberikan hormat lalu melaporkan semua yang terjadi di tempat ini.


"Raja Garlin, Boabdil, telah meninggalkan Medan perang bersama dengan para petinggi dan tentara elitnya. Mungkin sekarang mereka masih berada dalam perjalanan. Perlukah kita mengejar mereka?"


Aurellia, Margareth, dan Anna menoleh ke arah Issac. Ia sedang berpikir. Akhirnya Issac memutuskan untuk tidak mengejar mereka.


"Tidak perlu mengejar. Biarkan mereka sampai ke Pesa. Tetapi, bawa pasukan untuk masuk lebih dalam dan menaklukan wilayah yang ada di sekitar Pesa. Pastikan tentara kita tidak melakukan penjarahan dan perampokan begitu mereka menduduki wilayah para Beastmen."


Charles mengangguk dan akan melancarkan kampanye esok setelah tentaranya beristirahat dengan cukup. Kali ini, tentara pertama dikembalikan ke ibukota dan sebagian tentara kelima kembali ke kota Laverde.


"Tapi apakah perlu untuk terus menaklukkan wilayah kerajaan Garlin? Bukankah memukul mundur mereka saja sudah cukup?"


"Dengan menaklukan wilayah kerajaan Garlin dan merebut posisi strategis, mereka akan berpikir sepuluh kali untuk melancarkan invasi lagi ke kerajaan."


Itu memang salah satu tujuan. Tapi tentu saja ada tujuan yang lain. Kerajaan Garlin memiliki tanah yang mengandung banyak material seperti emas, perak, Mithril, bahkan Orichalum.


Tujuan Issac yang lain adalah mengamankan sumber daya itu dan memastikan kerajaan Heinz memiliki cadangan bijih yang cukup di eksplorasi. Selain itu setelah ia lihat-lihat, kerajaan Garlin memiliki tanah yang subur dan populasi yang banyak.


Lagipula sebagai pembuktian bahwa kerajaan bukanlah sebuah kekuatan yang diskriminatif, Issac membutuhkan para Beastmen untuk membuka mata dunia. Dengan begitu, mungkin saja ia bisa mendapatkan kepercayaan dari demi human lain seperti para elf dan dwarf.


"Benar juga, aku dengar mereka mendapat tawanan yang berharga. Bagaimana kalau kita pergi ke sana. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya."


Issac mengajak yang lainnya ke sebuah tenda. Di sana, seorang gadis rubah api bernama Marina sedang dijaga oleh beberapa petugas. Issac memberikan isyarat dan penjaga itu keluar dari tenda.


"Selamat datang di kerajaan Heinz nona....ah benar, nona Marina. Bagaimana kesanmu tentang kerajaan, hebat bukan?"


Marina tidak mengatakan apapun. Tapi wajahnya terlihat sangat marah. Sementara Aurellia, Margareth, dan Anna bergidik. Itu karena aura membunuh sangat kuat di tenda ini.


"Jangan memasang wajah seperti itu. Kau berada di depan Ratu, perdana menteri, dan salah satu pejabat terpenting di kerajaan ini. Jika dirimu seenaknya, insiden internasional bisa saja terjadi. Ah, aku lupa, dari awal kalian memang telah mencari masalah kan?"

__ADS_1


Menyebalkan! Metode dia dalam menginterogasi orang lain masih sama menyebalkan. Bahkan Aurellia dan lainnya ingin memukul kepala Issac untuk membuatnya berhenti seperti itu. Tetapi mereka juga tahu kalau metode Issac efektif. Jadi ya sudah, biarkan saja.


"Berbahagialah karena orang yang menginterogasimu adalah kepala staf istana. Jadi, lebih baik bersu.....Aduh! Hei ratu, tolong jangan memukul kepala saya!"


"Berhentilah bercanda atau selanjutnya tidak akan selesai hanya dengan pukulan!"


"Hah....mau bagaimana lagi, kan. Baiklah mari kita langsung ke intinya Nona Marina. Aku tahu kalau raja Garlin, Boabdil, adalah orang yang berambisi. Tapi ia bukan satu-satunya orang yang mencoba untuk menjadikan federasi sebagai kerajaan.


"Pertanyaanku, siapa sebenarnya orang yang menghembuskan ambisi Boabdil? Aku yakin pasti ia adalah orang yang luar biasa."


Gadis itu diam. Mungkin ia sedang mencari jawaban yang terbaik. Tapi kelihatannya, ia juga tidak tahu siapa orang itu.


"Entahlah....aku tidak tahu. Tapi ia menjanjikan banyak hal kepada yang mulia raja Boabdil. Bantuan finansial, persenjataan, dan kebutuhan untuk perang lainnya. Ia juga menjanjikan kemenangan jika raja Boabdil bersedia untuk bekerja sama dengannya."


Issac mengangguk. Tetapi ini semua masih abu-abu untuk Aurellia dan yang lainnya. Termasuk bagi Marina sendiri. Ia mengikuti raja Boabdil karena mereka adalah teman masa kecil. Apapun mimpi pria itu, ia akan membantu untuk mencapainya.


"Well, aku punya petunjuk siapa yang melakukan itu tapi hal itu tidak penting sekarang. Tapi terimakasih. Berkat orang itu dan raja Boabdil, kerajaan Heinz memiliki alasan untuk mengekspansi teritorial Garlin dan memaksa kalian untuk mengakhiri politik isolasionis."


Semuanya, termasuk Aurellia, terkejut. Apa yang sebenarnya ia katakan?


"Nah mari lupakan hal itu. Lagipula ini tidak berjalan sesuai rencana. Siapa yang berpikir kalau Garlin akan bergerak bahkan ketika kalian belum siap untuk berperang?"


Marina menggertakan giginya. Apakah dari awal ia berencana untuk membuat Heinz dan Garlin berperang? Mungkin iya, tapi peperangan kali ini berada di luar rencananya.


"Kau mendapatkan banyak informasi berharga kan? Bagaimana jika sebagai gantinya, kau bergabung dengan kami? Kau sendiri sudah sadar kan kalau raja Boabdilmu itu tidak akan menyelamatkanmu?"


"Hal seperti itu tidak diperlukan. Sudah menjadi tugas seorang bawahan untuk membuat sang raja selamat. Adalah kebanggaan bagiku untuk menjadi perisai bagi yang mulia raja Boabdil."


Issac menyeringai. Ternyata ia lebih keras kepala dari yang ia pikirkan. Kalau begitu mau bagaimana lagi. Tidak ada yang bisa ia lakukan.


"Yah, sayang sekali. Seorang raja seperti dia tidak perlu martir sepertimu. Bagaimana rasanya, cinta pertamamu kabur untuk keselamatan dirinya sendiri sementara dirimu berada dalam bahaya? Baiklah, sudah diputuskan.


"Kau memang kompeten. Tetapi bakatmu menjadi sia-sia ketika berdiri di sampingnya. Besok, aku akan mengirimkan tubuhmu untuk dimakamkan di tanah kelahiranmu."


Marina mulai goyah. Dirinya bergetar dan matanya berkaca-kaca. tatapan Issac menjadi dingin. Tapi ia masih ingin memberi Marina kesempatan.


"Jadi, pikirkan soal tawaranku baik-baik kalau kau ingin selamat. Bahkan dengan gadis imut dan cantik sepertimu, aku tidak akan menahan diri."


Issac keluar dari tenda. Sementara Aurellia, Margareth, dan Anna menatap Marina dengan ekspresi sedih. Ia cerdas dan berbakat. Dari gaya bicara Marina, mereka tahu akan hal itu. Pada akhirnya, sebelum keluar dari tenda, mereka membujuk Marina agar bergabung dengan kerajaan Heinz.

__ADS_1


__ADS_2