
Lilianne sedang beristirahat di mansionnya. Semenjak perang sipil usai, ia ditunjuk oleh ratu Aurellia secara langsung untuk menjadi Duke di wilayah Utara kerajaan Heinz. Nama Balzaac tetap melekat di belakangnya.
Itu karena Aurellia mengampuni keluarga Balzaac berkat keberpihakan Lilianne kepada fraksi Aurellia. Ia menyediakan informasi yang berharga mengenai gerak-gerik fraksi pangeran kedua yang sekarang telah dieksekusi.
Lilianne ditemani oleh ibunya. Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun itu senang begitu tahu bahwa Lilianne yang sedang hamil ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Issac sendiri secara rutin menjenguk dirinya. Ia membawa dokter dari ibukota untuk memeriksa kondisi janin yang ada di perut Lilianne. Syukurlah semuanya sehat.
Siang ini, Lilianne sedang menghabiskan waktu luang bersama ibunya. Mereka bercanda satu sama lain dan saling tertawa. Selagi dirinya masih mengandung, Issac dengan keras kepala menyuruh dirinya beristirahat dan mengambil alih pekerjaan miliknya. Sungguh suami yang berbakti!
"Ah Lili. Bagaimana keadaanmu? Apakah tubuhmu mempunyai masalah?"
"Tidak kok kak Is. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku, tapi aku baik-baik saja."
Issac yang baru saja selesai mengerjakan tugas Lilianne mendatanginya di ruang tamu mansion Dukedom Balzaac. Setelah bersapa dengan ibu mertuanya, ia duduk di samping Lilianne.
Untung saja ibu mertuanya bisa membaca suasana. Dengan senyuman, ia meninggalkan Lilianne dan Issac hingga mereka berdua di ruang tamu.
Lilianne dengan suasana hati yang baik menyenderkan kepalanya ke dada Issac. Ia juga menggesekan pipinya dengan manja. Itu menggemaskan. Issac mengelus rambut pirang Lilianne yang halus.
"Kak Is, aku penasaran. Kenapa tiga hari ke belakang banyak petualang yang masuk ke provinsi Utara? Aku mendapatkan informasi kalau penginapan selalu penuh. Guild juga sangat ramai. Apakah akan terjadi sesuatu?"
__ADS_1
Issac tersenyum. Luar biasa. Seperti yang diharapkan dari seorang Duke. Walaupun sebagian besar tugasnya diambil alih oleh Issac, Lilianne masih rajin membaca laporan yang masuk dari penjaga gerbang kota dan guild.
"Begitulah. Sesuatu yang besar mungkin akan terjadi. Kekaisaran Moskov telah bersiap untuk melancarkan serangan pada kerajaan."
Lilianne mengangguk. Tetapi menurutnya aneh. Kenapa mengumpulkan para petualang alih-alih memobilisasi militer? Issac yang sadar akan pikiran Aurellia tersenyum masam.
"Tentu saja tentara juga telah dimobilisasi. Tentara ketujuh dan tentara kesembilan sudah bersiaga. Begitu juga dengan resimen perbatasan Utara. Tetapi kemungkinan besar, mereka tidak akan melancarkan serangan frontal sekarang.
"Kekaisaran Moskov membutuhkan waktu untuk persiapan. Itulah kenapa, mereka memutuskan untuk melemahkan kekuatan kerajaan dengan cara lain."
Cara lain? Lilianne berpikir sejenak. Beberapa saat kemudian, ia mengerti apa yang Issac maksud.
"Ya. Mereka akan mengarahkan monster-monster yang tinggal di hutan untuk menyerbu wilayah Utara kerajaan. Selagi kita sibuk, mereka akan menggerakan pasukan mereka ke posisi yang memungkinkan untuk menyerang kerajaan."
Lilianne menelan ludahnya. Strategi kekaisaran Moskov memang cukup bagus tapi Issac jauh lebih mengerikan karena membaca pikiran mereka. Lebih baik untuk para petualang agar mereka memusnahkan monster yang akan dikirim daripada para tentara.
"Lalu, apakah kak Is sudah menyiapkan rencana balasan? Setidaknya untuk menahan gerak laju mereka."
"Tentu saja. Aku sudah menyiapkan hadiah terbaik untuk kekaisaran Moskov. Yah, aku sih berharap mereka menyukai hadiah yang aku berikan. Lihat, laporan sudah datang."
Ada lima burung merpati yang hinggap di jendela ruang tamu. Issac menghampiri mereka dan mengambil surat yang ada di kaki mereka lalu membiarkan mereka pergi lagi.
__ADS_1
Begitu ia membaca isi laporannya, Issac tersenyum puas. Lilianne penasaran dan ingin bertanya, tetapi Issac memberikan laporan itu kepada Lilianne.
Setelah membaca semua laporan yang diberikan, dirinya bergetar dan hawa dingin mengalir di punggungnya. Rencana yang gila! Tapi yang lebih gila lagi adalah fakta bahwa rencana yang akan membawa kerugian pada kekaisaran ini berhasil dilakukan.
Meskipun merinding, tapi hati Lilianne tenang. Dia memandangi wajah suaminya dengan penuh kasih lalu mencium bibirnya. Janin yang ada di dalam perutnya menendang-nendang. Hmmm? Mungkinkah ia senang?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu di Kiev dan sekitarnya, kegiatan berjalan seperti biasanya. Walaupun menjadi lebih ramai dan berisik karena suara pandai besi yang menempa logam tersebar dimana-mana.
Persawahan juga lebih ramai daripada biasanya. Bahan pangan yang siap dipanen kini hanya tinggal menunggu waktu dikelola oleh para petani.
Benar, Kekaisaran Moskov sedang mempersiapkan perang dan mereka tidak tanggung-tanggung. Sepertiga pengeluaran kekaisaran dipakai untuk mendanai perang.
Semuanya baik-baik saja hingga pada akhirnya......
BUUUUUMMMM!! Suara yang memekikan telinga menyebar ke seluruh Kiev. Setelah itu disusul oleh api yang berkobar. Nyaris semua bengkel pandai besi di Kiev meledak dan hangus terbakar!
Tidak hanya itu, ledakan dan kebakaran juga terjadi di gudang menyimpan peralatan sihir, peralatan perang, dan gudang cadangan makanan! Tidak, itu masih belum semua! Dari desa-desa yang menjadi sentra pertanian kekaisaran Moskov, api muncul dan membakar tanaman yang siap panen!
Dengan begitu, Kiev dilanda kepanikan yang luar bisa. Baru pertama kalinya sejak Kiev berdiri, kejadian seperti ini terjadi. Entah Siapa yang melakukannya, tapi yang jelas, kekaisaran Moskov mendapatkan banyak kerugian dari tragedi ini.
__ADS_1