Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 104: Pertunangan!?


__ADS_3

Carla, dan Selia berjalan dibelakang Albert untuk kembali ke kamar mereka. di permukaan mereka tenang tetapi di dalam diri mereka berdua, perasaan bernama takut memenuhi diri mereka. apa yang dibisikkan Issac tadi masih terngiang di kepala mereka.


"Aku tidak tahu apa tujuan Conrad mengirim kalian ke rumah ini. aku akan membiarkan Kalian melakukan apa yang kalian inginkan. tetapi, kalau kalian mulai menghalangi rencanaku dan kak Albert, well, mungkin aku akan meminta Kak Albert mengusir kalian."


tidak ada ancaman pembunuhan di sana. Issac juga sama sekali tidak berniat menyakiti mereka. namun ancaman terakhir benar-benar membuat mereka terguncang. mereka adalah orang yang dikirim Conrad untuk memata-matai keluarga Randall dan ditugaskan untuk menjadi Pelayan Pribadi Albert.


lima tahun mereka bekerja, bibit cinta tumbuh diantara mereka berdua. itu adalah hal yang sama sekali tidak di duga oleh Carla maupun Selina. melihat Albert bekerja dengan keras untuk mengurus kebutuhan rakyatnya, bahkan rela untuk begadang jika ada salah satu warga di wilayah Randall yang mengalami kesulitan dan datang kepadanya membuat mereka berdua jatuh cinta dengan pribadi dan Sifatnya.


"Carla, Selia, malam ini maukah kalian berdua tidur denganku? aku cukup lelah hari ini. tidur bersama kalian akan membuatku lebih segar dan tenang."


melihat senyum Albert dan kalimatnya yang lembut membuat mereka berdua menjadi malu. saking malunya sampai bingung ingin menjawab apa dan akhirnya hanya memberikan anggukan sebagai jawaban.


sampai di kamar, Albert langsung naik ke kasur tanpa mengganti kemejanya sama sekali. yah, dia tidak bohong atau basa-basi ketika mengatakan bahwa dia sedang kelelahan. bahkan hanya dalam waktu setengah menit, dengkuran lembut sudah terdengar. Selia dan Carla saling bertatap lalu tersenyum. mereka mengganti baju dan menggunakan piyama. lalu mengambil posisi di kanan dan kiri Albert.


mereka memandangi wajah Albert yang sangat mirip dengan ayahnya. mereka masih khawatir tapi setidaknya wajah tidur lelaki ini membuat mereka sedikit tenang. Carla dan Selia adalah sepupu satu sama lain. kedua orangtua mereka, bahkan kakek-neneknya pun sudah mengabdi kepada keluarga Conrad jauh sebelum mereka lahir.


Carla dan Selia sadar bahwa mereka tidak bisa berdiri di dua sisi. suatu saat mereka harus memilih. apakah itu keluarga Conrad atau Albert. tetapi kedua gadis itu melupakan masalah ini sekarang. setelah mencium pipi Albert, mereka juga jatuh tertidur. dengan tangan yang saling bergenggaman dengan erat.


****

__ADS_1


satu hal yang paling aku sulit lakukan adalah, memisahkan insan yang saling mencintai. aku tidak kuasa melihat tangis mereka. juga, itu adalah dosaku di kehidupan yang lama. aku mengirim para tentara ke garis depan, membuat istri maupun anak-anak mereka harus menangis dan berpikir bahwa itu adalah momen terakhir di antara mereka.


aku sadar para maid kak Albert mencintai tuannya yang sekarang. itulah kenapa aku memberikan Carla dan Selia kesempatan. mereka harus memilih. tetap menjadi mata-mata Conrad atau berpihak pada Albert. aku tidak keberatan jika mereka memilih Conrad tetapi dengan syarat mereka harus meninggalkan kak Albert. jika mereka tetap berdiri di dua sisi, aku terpaksa harus menyingkirkan mereka.


ya ampun! kenapa lagi-lagi aku harus menghadapi hal semacam ini!? apakah ini kutukan untukku? nah jangan dipikirkan. ah benar juga, mengenai Selia dan Carla, agen VIESTA di wilayah Conrad lah yang melaporkan itu padaku. Conrad tidak hanya memiliki mata-mata di rumah Randall saja, melainkan juga di keluarga bangsawan lain. termasuk sekutunya. dan aku telah memiliki daftar nama mereka.


Conrad memang keras kepala. aku pikir masalah akan selesai ketika aku menghabisi seluruh mata-matanya di Wilayah Randall. tetapi aku tidak menyangka bahwa mereka sudah masuk sejauh ini bahkan ke kehidupan pribadi keluargaku. keluarga ini benar-benar membuatku sakit perut.


"Tuan Is, apakah ada masalah? sarapan Anda akan segera dingin lho jika tidak segera dimakan." eh, aku lupa bahwa pelayanan tersayangku, Via, sedang makan bersamaku. tidak terlalu tepat sih jika aku bilang kalau Via adalah pelayanku karena sekarang dia masih tercatat sebagai pelayan pribadi Lili. dia meminta izin kepada keluarga Balzaac untuk melayaniku sementara waktu ini.


yah...aku benar-benar menikmati waktu bersamanya. aku sudah lama tidak bertemu dengan Via. liburan tahun lalu, Via dibawa ke wilayah Balzaac sehingga aku tidak bisa menemuinya. syukurlah sekarang aku memiliki banyak waktu bersamanya.


"Oke oke aku akan makan. ngomong-ngomong Via, apakah di tahun ajaran baru nanti kau akan masuk ke akademi?"


"iya! Tuan Arthur dan Nyonya Maya serta Nyonya Luna mengatakan padaku kalau mereka akan mengirimku ke akademi dan menanggung biaya pendidikan! aku senang karena tidak harus berjauhan lagi dengan tuan Is maupun Nona Lili!"


astaga! aku mengelus rambut Via. dia menutup matanya dengan nyaman. bagaimana aku harus mengatakan ini? dia mirip dengan Lili. di depan orang lain dia akan bersikap agak dingin dan bertindak maupun berbicara seperlunya. tapi ketika berhadapan orang yang dekat dengannya, dia akan bersikap manja.


"Benar juga aku baru teringat. Tuan Arthur memanggil anda ke kantor setelah anda menghabiskan sarapan nanti." eh? Ayah memanggilku ke kantor. tumben sekali. biasanya Kak Albert yang dipanggil oleh ayah.

__ADS_1


"Baiklah, setelah ini aku akan ke sana. apakah Via mau ikut?" Via menggeleng.


"Maaf tuan, aku harus membantu yang lain untuk menyiapkan makan siang. aku minta maaf." nah, jangan murung begitu. aku tidak keberatan kok.


akhirnya aku dan Via menikmati sarapan kami sebelum mendingin.


****


setelah sarapan aku tidak langsung ke kantor ayah. kami berdua meluangkan waktu untuk bersantai-santai terlebih dahulu. kami jarang bertemu kemarin jadi aku memutuskan untuk bermain dengan Via. setelah dua puluh menit, barulah kami berpisah.


selama perjalanan menuju kantor ayah, aku bertemu dengan kak Sasha dan Kak Misha. mereka bilang sih juga dipanggil ayah. karena itu akhirnya kami pergi kesana bersama-sama. kantor ayah berada di lantai pertama. persis di sebelah perpustakaan.


saat sampai di kantor, ayah sedang berjibaku dengan lembaran kertas. di mejanya juga ada dua surat yang sudah terbuka dan dalam posisi terbalik. ayah jelas sudah membaca surat itu.


"Ayah, apakah kau memanggil kami?" aku bertanya pada ayah yang masih saja menuliskan sesuatu di selembar kertas ketika anak-anaknya sudah masuk ke kantor. ayah jelas-jelas membutuhkan libur sejenak.


"Ah, kalian sudah datang. silahkan duduk di depanku. ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan kalian."


kami duduk di kursi yang telah disediakan oleh ayah. dia menyingkirkan kertas-kertas yang menghalanginya dan mulai berbicara.

__ADS_1


"Is, aku sudah berbicara dengan ibumu. juga dengan Maya. maaf untuk memberitahukan ini pada kalian secara mendadak. kami memutuskan untuk mempertunangkan Is dengan seorang putri bangsawan."


berita dari ayah bagaikan petir di siang bolong. tentu saja aku sangat terkejut. tapi Kak Misha dan Sasha jauh lebih kaget daripadaku. eh, Aku? Aku bertunangan!!!?


__ADS_2