Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Agatha Yang Pergi


__ADS_3

Agatha kekurangan mana. Issac mengalirkan mana miliknya untuk memicu percepatan kembalinya semua mana Agatha. bagi manusia di dunia ini, Mana adalah hal yang penting. jika seseorang kehabisan mana dan tidak segera ditangani, ada kemungkinan sebesar 80 persen orang itu akan mati.


awalnya dia hanya ingin memicu saja. tapi karena sudah terlanjur, Issac membuat mana Agatha kembali penuh. kulitnya yang tadi pucat mulai kembali normal. tubuhnya yang sempat memanas juga sudah kembali kembali ke suhu normal. perlahan, Agatha membuka matanya.


"I-issac! kenapa aku disini!? apa yang terjadi denganku!?"


"Ah. kau benar-benar tidak ingat? kita sparing dan kau kalah karena kehabisan mana lalu pingsan. minum ini. ini adalah minuman penambah tenaga. semua energimu akan langsung kembali jika meminumnya."


Agatha tidak terlihat yakin. tapi ia tetap memaksakan dirinya untuk minum. ternyata Issac benar! tenaganya kembali seperti semula. bahkan lebih segar dan kuat daripada sebelumnya.


"maaf. sepertinya aku berlebihan tadi. aku berpikir kau adalah musuh terkuat yang pernah aku hadapi. jadi aku mengeluarkan semua yang kumiliki untuk mengalahkanmu. tapi hasil malah berkata sebaliknya."


"Tidak masalah. lagipula kekuatan selevel itu tidak akan bisa menggoresku. kau harus menjadi lebih kuat untuk bisa mengalahkanku."


"Sombong sekali! tapi aku rasa itu benar. aku bahkan sama sekali tidak bisa menyentuhmu."


Agatha benar-benar pasrah! dia mengakui kekalahannya secara jujur. sikapnya sangat Ksatria. Agatha dan Issac menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol hingga matahari terbit.


\=\=\=\=\=\=\=


"Jadi mereka gagal dan malah terbunuh ya? memang sangat disayangkan tapi mau bagaimana lagi. lagipula sejak awal tujuan kita hanyalah memancing 'dirinya' keluar."


seorang pemuda dengan rambut ungu dan badan tegap layaknya seorang ksatria sedang berbicara dengan orang yang ada di depannya. lawan bicaranya memiliki rambut berwarna merah menyala dan tampilan dirinya elegan.


"Tetapi kau cukup mengerikan ya. menggunakan 'dia' sebagai umpan. tidakkah kau khawatir sama sekali dengan dirinya?"


"Tidak juga. lagipula dia tidak berguna. alih-alih bergaul dengan kami, dia lebih memilih untuk mengurus orang-orang tidak berguna itu. dia telah menyimpang dari prinsip seorang bangsawan."


Mereka berdua tertawa dengan bengis. entah apa yang mereka berdua pikirkan. setelah itu mereka berdua mulai merencanakan strategi selanjutnya. tapi kali ini, lawan bicaranya adalah seseorang yang menggunakan tudung hitam. entah siapa dia, yang jelas, dia bukan orang baik-baik.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


kegiatan Issac di akademi berjalan seperti biasanya. dia duduk di kelas dan mendengarkan guru berbicara, makan siang di kafetaria dengan ketiga temannya, dan mengobrol dengan para pelajar dari Heinz. syukurlah, karena mereka benar-benar fokus belajar, nilai mereka semua mengalami peningkatan yang signifikan.


mereka juga sibuk mengejar ketertinggalan sekarang. inisiatif bertanya pada guru, membentuk kelompok belajar, menghabiskan banyak waktu di perpustakaan, dan lainnya. Issac tidak bisa tidak senang dengan perkembangan mereka. pada akhirnya, bantuan finansial yang Issac berikan pada mereka tidak sia-sia.


sekarang para pelajar dari Heinz yang menerima bantuan Issac tinggal di sebuah asrama yang terletak di distrik komersial. yah, awalnya gedung tempat mereka tinggal bukan asrama. tapi Issac membeli tiga gedung sekaligus dan merenovasinya secara besar-besaran.

__ADS_1


sore ini, Karena kegiatan di akademi telah selesai, Issac dan yang lainnya pulang ke mansion nyonya Heid. tidak banyak hal yang terjadi saat itu, tapi Agatha mengatakan sesuatu yang membuat yang lainnya kaget.


"Aku minta maaf pada kalian. besok, aku akan kembali ke wilayahku."


"Eh!? apa yang ingin kamu lakukan Agatha!? apakah keluargamu mengalami kesulitan? sebagai sekutu, aku yakin keluarga kami bisa membantu kok!"


"Aku tidak tahu apa-apa soal keluarga kalian. tapi Agatha, kita adalah sahabat. jika kamu memiliki masalah, kamu bisa membicarakannya pada kita semua."


sepertinya Angelica dan Margareth mencoba untuk menghentikan Agatha. yah mereka berdua adalah sahabat yang sangat dekat. saling mengkhawatirkan satu sama lain adalah kebutuhan bagi mereka.


"Hei Issac! katakan sesuatu! kan kamu juga teman Agatha!"


"Tidak perlu, kan? Agatha pasti punya alasan untuk pulang ke wilayahnya. iya kan, Agatha?"


Agatha mengangguk, meskipun dia terlihat agak kecewa.


"iya, kakakku sakit dan aku harus kembali kesana untuk menemaninya. dia adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa. aku sama sekali tidak bisa meninggalkannya sendirian dalam kondisinya sekarang."


ternyata begitu. akhirnya mereka semua paham. kalau begitu mau bagaimana lagi? apalagi Kakaknya adalah satu-satunya keluarga yang tersisa.


"Kalau begitu baiklah. maaf aku tidak bisa banyak membantumu. tapi sebagai gantinya, pakailah kereta kudaku. selain nyaman, kereta itu tidak memiliki banyak guncangan. kuda yang aku pakai juga kuda terbaik. tenaganya lebih besar dan lebih cepat."


"Tidak apa-apa. Crest itu memang di desain agar bisa dibongkar pasang sesuka hati. nanti akan kucopot Crest itu."


"kalau begitu terimakasih banyak. aku berhutang besar padamu."


Sikap Agatha tidak seperti biasanya. itulah yang membuat Issac paling khawatir. Agatha jelas tahu siapa orang-orang yang kemarin menyerang Margareth. ada kemungkinan itu memiliki sangkut paut dengan keluarganya dan dia ingin menyelasaikan masalah ini sendirian.


kalau memang begitu maunya, maka ya sudah. Issac tidak punya hak maupun kewajiban untuk ikut campur lebih dalam dengan urusan pribadi Agatha.


keesokan harinya, sebelum Agatha berangkat, Issac memberikan sesuatu kepadanya. itu adalah mineral misterius yang dia ambil dari alam neraka. mineral itu mengandung banyak mana.


"kau akan membutuhkan banyak stamina dan tenaga untuk merawat kakakmu yang sedang sakit. ambil ini dan seraplah kekuatan yang ada di dalamnya."


Agatha mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu naik kedalam kereta kuda Issac. Mungkin mansion akan menjadi lebih sepi karena Issac tidak punya teman yang bisa dia ajak ribut lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Wilayah Schafer adalah sebuah wilayah yang terletak tidak begitu jauh dari perbatasan antara Kekaisaran dan kerajaan. dari wilayah Schafer ke wilayah Mariendolf membutuhkan waktu tiga hari perjalanan. Agatha sudah 10 hari di jalan dan sudah dekat dengan wilayahnya.


sebenarnya butuh waktu 12 hari. tapi berkat kereta kuda dan kuda milik Issac, dia bisa menempuh waktu hanya dalam 10 hari. keluarga Mariendolf adalah keluarga yang mengkhususkan diri dalam produksi persenjataan.


sebagian besar senjata yang dimiliki oleh tentara kekaisaran maupun ksatria di berbagai wilayah bangsawan Kekaisaran, kebanyakan di produksi dari wilayah ini. karenanya alih-alih melihat persawahan, wilayah yang semua kegiatannya berpusat di kota Mariendolf ini penuh dengan pandai besi dan toko senjata.


Agatha akhirnya sampai di halaman mansionnya. Mariendolf adalah Bangsawan bergelar Earl. dan yang menjadi Kepala keluarga sekarang adalah kakak dari Agatha. namanya adalah Adalrich Von Mariendolf. usianya masih sangat muda. baru 22 tahun. tetapi dia adalah bangsawan yang dihormati oleh banyak orang.


"Selamat datang, adikku yang tercinta. aku senang kamu terlihat baik-baik saja!"


Agatha langsung disambut dengan hangat oleh Adalrich. Agatha langsung memeluk kakaknya begitu dia turun dari keretanya. setelah berpelukan beberapa lama, Adalrich membawa Agatha ke dalam mansionnya.


di dalam, mereka membicarakan banyak hal. karena sudah cukup lama mereka tidak bertemu, Agatha dengan puas memanjakan dirinya dengan kakaknya. tapi setelah membicarakan banyak hal, akhirnya Agatha mengubah raut wajahnya dan menjadi serius.


"Kakak, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan."


Dia mengeluarkan sesuatu dan meletakkannya di atas meja. itu adalah pedang yang dimiliki oleh para pembunuh yang mengincar Margareth.


"kenapa pedang yang menjadi simbol kebanggaan keluarga kita bisa jatuh ke tangan para pembunuh?! dan kenapa yang mereka incar adalah sahabat yang berharga bagiku?!'


tatapan Agatha berkaca-kaca. benar. pedang yang waktu itu digunakan para pembunuh adalah simbol keluarga Mariendolf. tapi Adalrich tidak mengatakan apapun. dia hanya bangkit dari sofa dan mulai ngelantur.


"Kamu tahukan, Agatha. untuk mendapatkan sesuatu yang besar, itu berarti kamu harus mengorbankan sesuatu yang nilainya juga besar."


Agatha tidak mengerti apa yang kakaknya bicarakan. kenapa dia tiba-tiba berbicara tentang pengorbanan?


"benar. keluarga kita telah mengabdikan diri kepada kekaisaran selama lebih dari 200 tahun. kita membuatkan mereka senjata dan menjualnya pada mereka dengan harga yang sangat pantas. kita membantu mereka bahkan jika itu artinya kita harus menguras semua sumber daya yang kita miliki!


"Tapi kemana mereka, ketika orang tua kita dibunuh!? mereka menutup mata dan pura-pura tidak mengetahui apapun! para bangsawan itu dan kekaisaran! mereka semua....mereka semua akan aku hancurkan!"


"Apa yang kamu katakan, kakak! kita tidak bisa..."


Kita bisa, Agatha! seseorang telah datang padaku dan memberikanku kekuatan dan dengan itu kita bisa membalas kematian orang tua kita! tapi itu membutuhkan pengorbanan yang besar! dan pengorbanan itu adalah.... dirimu."


begitu mendengar bahwa dirinya adalah tumbal, Agatha langsung berusaha mencabut dua pedang yang tersampir di pinggangnya. tapi terlambat. seseorang memukul bagian belakang kepalanya dengan benda tumpul.


tidak peduli sekuat apapun Agatha, pukulan itu membuat dirinya rubuh ke lantai. dia sempat menoleh ke belakang. dan seseorang yang memukulnya adalah lelaki yang dia kenal.

__ADS_1


Phillip Bless.... kenapa dia ada disini? kesadarannya mulai menghilang. Issac, Margareth, Angie... berbahaya. mereka semua dalam bahaya. akhirnya kesadaran miliknya hilang. semuanya menjadi gelap.


__ADS_2