Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 122: Teman Masa Kecil (?)


__ADS_3

"hei kak Sasha, bangun. ini sudah pagi. apa kau mau aku tinggal?" kak Sasha yang masih pulas tiba-tiba terbangun. eh, tumben sekali mudah. biasanya perlu hampir sepuluh kali aku bangunkan agar dia bisa membuka matanya. hmmm aku juga bingung. kenapa dia tersenyum cerah seperti itu? manis sih, mungkin rasanya aku seperti terkena diabetes. tetapi hei, apakah dia semalam mimpi indah?


yah aku tidak tahu kenapa tapi seperti ini lebih baik. menyegarkan ketika melihat Kak Sasha yang biasanya bertingkah layaknya Tsundere menampilkan senyum manis seperti itu. "Is aku akan keluar duluan. aku bersih-bersih di kamarku saja. sampai jumpa!" e-ehh... bersemangat sekali! biarlah.


setelah kak Sasha keluar aku membereskan kamarku yang agak berantakan. yosh sudah selesai. aku dengan suasana hati yang sama baiknya berangkat ke sekolah. karena saat berjalan aku berteman Anna, kami akhirnya berangkat bersama. entah kenapa, Anna juga dalam suasana hati yang baik. dia lebih riang dari biasanya. jadi alih-alih hanya menggandeng tanganku, dia malah memeluknya dengan penuh cinta.


oke-oke mungkin aku terlalu berlebihan menggambarkannya tetapi aku pikir, ini benar-benar terjadi. nah, daripada membuat suasana hati Anna buruk, lebih baik aku biarkan saja melakukannya apa yang Anna mau. sama sekali tidak merugikanku sih. malah, dadanya yang sangat lembut terasa enak.


begitu kami ingin masuk ke gedung sekolah, tiba-tiba seseorang menghadang langkah kami. tunggu, apakah aku pernah bertemu sebelumnya? wajahnya tidak akrab. tetapi aku pikir energi sihirnya sama sekali tidak asing. ini sama sekali tidak mengancam. tetapi entah kenapa sangat mengganggu.


"Ah, kalau bukan nona Anna. selamat pagi. seperti biasa anda terlihat sangat cantik." lelaki itu maju dan berusaha meraih tangan Anna untuk dicium punggung tangannya. tapi dengan pandangan risih dia menolak itu dengan memundurkan badannya. hehh, apakah mereka saling mengenal?


"Maaf Issac. aku pikir tidak mengenalnya. tetapi wajahnya tidak begitu as...ah begitu!" Anna terlihat mengingat sesuatu. mungkinkah teman masa kecilnya?


tahu kalau dia diabaikan, orang itu memasang wajah ekspresi yang sejujurnya, menggangguku. Anna juga terganggu. karena dia menempelkan tubuhnya padaku.

__ADS_1


"Maaf kalau mengganggu. tetapi saya akan sangat menyedihkan jika anda melupakan saya. tapi tidak masalah, saya akan membuat anda mengingatnya lagi. nama saya Andres. apakah nona ingat, dulu kita sering bermain bersama?"


Anna mengangguk-angguk. hei, begitu saja? dia teman masa kecilmu lho, seharusnya kau lebih ramah lagi kan? tapi Anna yang jelas tidak membaca pikiranku tetap melekatkan diri padaku. "yah, aku sudah mengingatmu. tapi aku minta maaf karena sebentar lagi kelas kami akan dimulai. ayo sayang!" Ehhh jangan tarik kencang- kencang! yah biarlah.


saat kami sudah berada di depan pintu gedung, aku mencoba mencari tahu ekspresi si bocah itu. siapa tadi namanya? Andreas kalau tidak salah. dia menoleh ke arah kami. wajahnya terlihat sangat mendendam ya. ah begitu ya. ternyata seperti itu. aku jadi punya ide. mumpung tidak terlalu ramai dan tidak ada yang melihat kami kecuali anak itu.


aku menghadapkan Anna ke wajahku dan mencuri ciumannya. itu ciuman yang intim. bahkan aku mendengar erangan lembut keluar dari mulut Anna. setelah mungkin dua atau tiga menit berciuman, aku melepaskannya. sebuah benang perak muncul diantara mulut kami.


ah itu! itulah wajah yang ingin ku lihat dari anak itu! marah, kesal, benci, dendam menjadi satu. aku memang tidak suka NTR tetapi membuat dia terlihat seperti itu sangat menyenangkan. tapi yah, aku tidak bisa bilang mencuri Anna darinya. memang Anna mencintainya? enggak, kan? oke, aku tidak peduli apa yang dia lakukan nanti tetapi jika dia mempunyai niat buruk pada Anna, aku akan memastikan bahwa kematian akan jauh lebih baik daripada hidupnya nanti.


****


bajingan! bajingan! bajingan! Andreas berkali-kali menggebrak mejanya di markas fraksi anti bangsawan. banyak yang terganggu dengan tindakannya tetapi mereka memutuskan untuk tidak ikut campur. akan sangat menyebalkan untuk terlibat dalam sesuatu yang tidak ada hubungannya denganmu.


tetapi Theodore yang duduk disampingnya benar-benar tidak tahan lagi hingga akhirnya melayangkan tinjunya ke wajah Andreas. karena perbedaan postur tubuh dan kekuatan, tentu saja Andreas terhempas. tidak hanya badannya saja yang terasa remuk tetapi mulutnya juga mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Ada apa denganmu bocah!? jika kau punya masalah, setidaknya ceritakan denganku." Andreas yang terlempar akhirnya dibantu untuk bangkit oleh Theodore. setelah duduk kembali, Andreas menumpahkan segala murkanya pada Theodore.


****


Andreas pada dasarnya bukan siapa-siapa. dia adalah seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim salah seorang maid yang melayani keluarga Sera, 15 tahun yang lalu. beberapa bulan sebelum Anna lahir. karena ibu dan ayahnya adalah pelayan berpangkat rendah, Andreas juga dilatih oleh mereka untuk menjadi pelayan keluarga Sera.


mungkin, ketika itu usianya sekitar lima atau enam tahun. dia melihat Anna secara sekilas dan langsung terbersit dalam pikirannya, "Aku mencintai gadis itu!" dan dimulai lah petualangan cintanya. dia seringkali bersikap lembut dengan Anna, memperhatikan setiap gerak-geriknya, dan berusaha untuk harus tahu apa yang sedang gadis itu lakukan.


semakin dewasa, Andreas semakin jatuh cinta pada Anna. ada rasa ingin memiliki yang kuat dalam dirinya. dan itulah kenapa hampir setiap malam, saat dia pekerjaannya sebagai pelayan keluarga Sera telah selesai, dia mengikuti Anna, tentu saja diam-diam, hingga ke kamarnya.


tidak hanya itu, dia juga mengambil barang-barang privasi milik Anna, tidak usah ditanya, dalaman juga masuk dalam hitungan. dia lalu menciumi itu dan bahkan menyimpannya. kebiasaan ini terbawa hingga akademi. ya, itu sudah berada di tingkat yang sangat mengerikan. hingga sekarang dia tetap mencintainya hingga pada akhirnya, Anna ditunangkan oleh keluarga Conrad. dia tidak bisa marah. dia bukan siapa-siapa.


makanya dia sangat senang begitu pertunangan mereka dibatalkan. dia masih bisa memiliki Anna. tetapi kemarahan meluap ketika Anna dipertunangkan lagi dengan seorang bangsawan. Issac R Starfall. tidak hanya kemarahan, dia juga dendam! dia merasa bahwa Bangsawan itu akan menghalangi jalannya. maka dari itulah dia berusaha menghancurkan Issac. tidak peduli apapun harganya.


****

__ADS_1


Theodore mendengarkan cerita Andreas dengan fokus. walaupun dibilang begitu sih, sebenarnya dia sama sekali tidak mendengarkan apa yang Andrea katakan. seluruhnya. dia hanya memikirkan satu hal. ini adalah kesempatan yang bagus untuk menghancurkan Issac. Theodore menyeringai dan membisikkan sesuatu kepada Andreas. yang membuat dia sama-sama menyeringai juga.


__ADS_2