
"Maafkan saya Tuan Issac! Maafkan saya!"
sekarang Wolf sedang bersujud-sujud di depanku. ini karena peristiwa tiga hari yang lalu. dia menyalahkan dirinya sendiri karena dia tidak ada justru ketika keadaan sangat mendesak dan aku memerlukan bantuannya.
astaga! sebenarnya dia tidak perlu seperti ini. mau bagaimana pun aku adalah orang yang memberi dia tugas untuk terus mengawasi Dark guild yang ada di Ibu kota dan wilayah lainnya.
tapi meskipun begitu, sepertinya dia tetap menyalahkan dirinya sendiri. aku juga bingung harus bagaimana karena semua keadaannya sudah membaik.
hahh, kalau begini mau bagaimana lagi, mungkin aku harus memberinya sedikit 'hukuman'.
"Haisshh baiklah-baiklah. kau tahu sekarang aku sedang tidak mood membaca berbagai laporan yang kau bawa. sebagai gantinya, aku mau kau membacakan seluruh laporan yang kau bawa untukku. anggap itu sebagai hukuman bagi mu."
Wolf terlihat ragu, "Apakah itu baik-baik saja tuan?"
aku mengangkat bahu ku dengan santai,
"Itu perintah." Nah dengan begitu Wolf sudah tidak memiliki pilihan kan?
"Sesuai dengan kemauan anda tuan." Wolf mengambil dua lembar kertas yang tertumpuk di sebelahnya.
"Kalau begitu tuan, mari kita mulai dari kondisi di istana setelah peristiwa itu."
dia sedikit berdeham lalu membacakan Laporan itu,
"Yang pertama adalah, karena kejadian itu, Komandan Ksatria yang bertugas mengawasi dan melatih para murid di perkemahan, Kimberley, dipecat dari posisinya dengan alasan lalai dalam pekerjaannya dan sekarang sedang mengahadapi masa penahanannya."
ehhh Komandan Kimberley tidak hanya pecat bahkan dipenjarakan? hmmm, sepertinya keluarga kerajaan telah menyia-nyiakan orang sehebat dia. sayang sekali.
__ADS_1
tunggu dulu jangan-jangan...
"Apakah ini ulah dari kepala Royal Knight agar dia tetap bisa mengamankan posisinya sebagai kepala Ksatria?"
Royal Knight pada saat ini sedang mengalami pergolakan internal yang begitu kuat. yah seperti biasa, ini soal jabatan. dan Kimberley adalah salah satu ksatria paling berbakat yang menjadi lawan tangguh bagi kepala ksatria yang sekarang.
Wolf mengangguk, "Sepertinya begitu. padahal, berkat dirinya tidak ada satupun korban dari murid yang berjatuhan. kemungkinan, ini adalah langkah kepala ksatria untuk menyingkirkan lawan yang berpotensi menggesernya."
ohh ternyata seperti itu rupanya. sepertinya Keluarga kerajaan juga tutup mata ya. sayang sekali ini harus terjadi pada Kimberley. bawahan yang malang. tapi mau bagaimana-pun, Kimberley telah mengulur waktu untuk membiarkan kakakku dan tuan putri pergi. jadi, aku akan melakukan sesuatu untuknya nanti.
"baiklah, apakah masih ada laporan dari istana?"
"Masih Tuan. kelihatannya, Maurice Schazar dan Louis Sera mendapatkan apresiasi yang besar dari keluarga kerajaan."
mendengar hal itu aku mengangkat kepalaku. hou? mereka mendapatkan apresiasi? menarik sekali!
"ohhh, pasti mereka asal membunuh murid-murid itu kan?"
Wolf memiringkan kepalanya, "Apakah anda tidak kaget tuan?"
tentu saja, "Tidak. bagiku itu bukan hal yang baru. dimanapun itu dan siapapun itu, manusia selalu ingin mengambil sebuah keuntungan dari penderitaan orang lain. bagi Maurice Schazar dan Louis Sera yang menyadari bahwa para penyusup itu Sama sekali tidak menyentuh kamp murid rakyat biasa, itu adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mengambil keuntungan.
mereka pasti akan secara random 'menunjuk' orang yang akan mereka jadikan target dan saat itu mereka akan segera membunuhnya dengan alasan bahwa murid itu adalah mata-mata dari para penyusup itu. ya ampun bajingan itu. rasanya aku ingin sekali mencabik-cabik tubuh mereka!"
huhh, sepertinya aku terbawa emosi. aku meminum secangkir teh yang sudah mulai dingin. oke, aku sudah tenang sekarang.
"lalu apakah mereka mendapatkan hadiah yang luar biasa? seperti wilayah atau gelar bangsawan?"
__ADS_1
"sayangnya dan untungnya, mereka tidak mendapatkan hal itu. mereka memang diberikan uang yang sangat banyak tapi sepertinya keluarga kerajaan sadar bahwa apa yang dilakukan oleh kedua bocah itu tidak lebih dari sekedar pembunuhan biasa. hal yang umum untuk membersihkan nama mereka."
"Baguslah kalau begitu. benar juga, berikan kompensasi pada keluarga dari murid yang mereka bunuh. setidaknya aku tidak akan membiarkan nyawa mereka sia-sia begitu saja."
"baik tuan. kami akan mencari keluarga mereka dan memberikan kompensasi seperti yang anda minta. selanjutnya adalah laporan dari Tuan Hudson."
ohhh Hudson kah? baiklah mari kita dengarkan laporan darinya!
"pasukan pribadi anda telah menyelesaikan pelatihan. ke 500 orang itu telah siap diterjunkan ke Medan perang kapanpun anda mau. selain itu, pembangunan asrama untuk tempat tinggal mereka juga sudah siap. dana yang anda berikan bahkan berlebih. rencananya, Hudson juga ingin merekrut para pandai besi ke dalam pasukan ini. bagaimana tuan?"
"ah itu ide yang bagus untuk merekrut para pandai besi ke dalam pasukan ku. mereka akan sangat berguna dalam menyediakan persenjataan untuk pasukan ku. jadi itu tidak masalah. tapi..."
Wolf terlihat Bingung, "Ada apa tuan? sepertinya sesuatu mengganggu anda?"
"Ya, aku hanya bertanya-tanya bagaimana dengan cadangan bijih besi yang akan mereka gunakan untuk membuat senjata yang ku perlukan. baiklah, Wolf, minta Nimitz untuk menemukan para penambang terbaik yang ada di seluruh negeri. juga minta dia untuk berinvestasi di daerah yang sekiranya memiliki cadangan besi yang melimpah. aku berniat membuka pertambangan."
"Baik akan saya sampaikan kepada tuan Hudson dan Tuan Nimitz nanti. apakah ada lagi tuan?"
hmmm sepertinya sudah tidak ada.
"Tidak ada. kurasa untuk hari ini itu sudah cukup. ah benar juga. Aku akan berusaha melobi tuan putri untuk membebaskan Kimberley. begitu dia pergi dari penjara, bawa dia ke hadapan Hudson. aku ingin orang hebat seperti dia berada di sisiku. itu saja. terimakasih atas kerja kerasmu. kau boleh pergi."
Wolf membungkukan badannya dan sekejap langsung menghilang dari hadapan ku.
hahh akhirnya selesai juga. aku agak bingung harus ngapain sekarang. tapi sepertinya aku harus segera menyatukan Fraksi Anti Bangsawan dan merongrong Fraksi Bangsawan.
aku memiliki beberapa cara tapi seperti biasa, aku kekurangan orang. mau bagaimana lagi. rasanya aku harus berjuang lebih keras. nah, kalau sudah begini, aku harus menemui kandidat spesial dan orang yang tepat untuk melakukan misi ini.
__ADS_1
baiklah, besok mari kita temui orang itu.