Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Hadiah Dari Issac


__ADS_3

Parade pasukan Starfall yang dipimpin oleh Aurellia telah bergerak menuju Venz. Sebanyak 50.000 tentara yang terdiri dari Starfall Defense Force, ksatria yang berasal dari wilayah yang ia rebut, sukarelawan, dan elit kerajaan. Iringan mereka sangat besar jika dilihat dari atas.


Sementara itu dari arah selatan, sebanyak 25.000 orang juga Bergerak untuk mengepung Venz. Kedua pasukan yang berjalan menuju Venz ini diperlengkapi dengan senjata dan peralatan terbaik yang mereka terima.


Prajurit berada dalam kondisi yang prima sementara para Mage, mereka dibekali oleh alat Sihir terbaik yang bisa diproduksi dan potion penambah stamina dan mana. Mereka siap untuk berperang habis-habisan melawan fraksi pangeran Lewis.


"Aku tidak menyangka kita akan mengumpulkan orang sebanyak ini. Hei Is, apa yang telah kau lakukan hingga sejauh ini?"


Di belakang mereka, Issac bersama dengan Aurellia dan Margareth berada di sebuah kereta kuda. Tugas mereka adalah memantau segala sesuatunya dari belakang ketika para pemegang komando lapangan mengawasi segalanya dari depan.


"Tidak. Yang melakukan semua ini adalah Lia. Aku hanya memfasilitasi mereka untuk bisa hidup dengan lebih baik. Tapi pada dasarnya, Lia lah yang membuat mereka tetap menjaga semangat hidupnya."


Dengan kata lain, mereka mungkin menganggap bahwa ini adalah utang nyawa. Dan apa yang Issac katakan memang benar. Ia hanya memberikan tempat sementara yang menyelamatkan hidup mereka adalah Aurellia.


Itulah kenapa begitu mereka tahu kalau perang ini adalah untuk menjadikan Aurellia sebagai ratu, orang berbondong-bondong pergi untuk menjadi sukarelawan. Tugas Issac hanyalah memastikan bahwa kekuasaan Aurellia langgeng dengan segala cara.


"Muuu.... Issac selalu saja rendah diri! Entah itu di kekaisaran ataupun kerajaan, kamu selalu bertindak seolah-olah ini semua bukan usahamu tapi hasil dari perjuangan orang lain! Itu tidak adil!"


Margareth hanya cemberut mendengar penjelasan Issac. Yah, ia menjadi Asisten Issac selama tiga tahun di kekaisaran. Jadi Margareth tahu persis seperti apa sifat Issac.


Melihat Margareth yang cemberut itu imut, jadi Issac menciumnya dengan ganas. Margareth awalnya melawan tapi sekejap ia menerima itu. Yah, dicium oleh kekasihnya adalah satu hal terbaik baginya.


Karena Aurellia cemburu, ia juga memaksa Issac untuk menciumnya. Pada akhirnya, mereka bertiga saling berbagi ciuman di kereta kuda pada saat itu. Hah....benar-benar membuat iri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, akhirnya mereka hampir mencapai ibukota. Tapi sebelum itu, Issac sengaja menunda perjalanan dan mengistirahatkan pasukannya. Perjalanan mereka cukup panjang dan waktu istirahat mereka cukup sedikit kemarin. Itulah kenapa malam ini, ia memutuskan untuk membuat para tentaranya bisa beristirahat lebih lama dari biasanya.


Setelah makan yang cukup, sebagian pasukan akhirnya tidur dan sebagian lagi berjaga. Tentu saja ini adalah hal yang umum. Tidak peduli sebanyak dan sekuat apapun mereka yang berada di sini, mereka semua tetap akan tidak berdaya jika di serang saat tidur.


Issac sendiri memutuskan untuk terjaga. Banyak dokumen yang harus dia urus. bahkan ketika kondisinya seperti ini pun, pekerjaannya benar-benar menumpuk.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia keluar untuk mencari angin. Malam ini cukup dingin. Pasukan yang berpatroli sedang berkumpul di beberapa titik api unggun. Sejauh ini tidak ada yang mencurigakan. Ia menyapa beberapa orang yang sedang berkeliling.


Tapi kedamaian ini tidak berlangsung lama. Karena begitu Issac ingin kembali ke tendanya, ia mendeteksi kehadiran seratus orang yang bukan bagian dari pasukannya. Sepertinya bukan hanya dia, karena cukup banyak mage dan ksatria yang bisa merasakan kehadiran mereka.


"Semuanya, serangan datang!!"


Dari balik selubung kegelapan, seratus orang muncul dan menyerang pasukan dengan berbagai hal. Sihir, panah, tombak, pedang, dan lain-lain. Mereka sepertinya ingin menurunkan moral tentaranya. Tempat mereka berkemah adalah sebuah tanah datar dan lapang yang dikelilingi pohon.


Setelah para penyergap menyelesaikan misi mereka, orang-orang itu akan mundur dan lari ke hutan. Para penyergap mungkin saja berasumsi bahwa para tim patroli tidak akan mengambil resiko untuk mengejar mereka. itulah kenapa begitu mereka menyelesaikan misi, semuanya akan langsung mundur ke hutan.


"Segera amankan jenazah dari pihak kita. Apakah ada kerugian lain di laur rekan kita yang gugur?"


Issac menghampiri mereka dan bertanya. Salah satu prajurit yang kelihatannya adalah ketua dari tim patroli menggeleng.


"Tidak ada tuan! Ini...."


"Maaf memotong tuan, tetapi kita mengalami kerugian yang cukup besar."


"Apa itu?"

__ADS_1


"Ransum makanan untuk pasukan telah dicuri. Sepertinya para penyergap tadi adalah pengalih. Selagi kita sibuk melawan mereka, yang lain bertugas untuk mencuri perbekalan."


Issac memasang wajah kecewa. Setelah mengetahui jumlah kerugiannya, ia akan meminta bagian logistik untuk menyelasaikannya nanti. Tetapi pada saat perjalanan kembali ke tendanya, ia memasang senyum yang licik. Umpannya telah dimakan. Itu adalah hadiah darinya untuk pangeran Lewis tercinta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hahahaha! Kita mendapatkan banyak makanan! Hoi, pagi ini kita akan mengadakan pesta!!"


Paginya, pasukan pangeran Lewis benar-benar mengadakan pesta sebelum perang. Tiga ratus orang ditugaskan untuk merampas stok makanan milik musuh dan mereka sukses besar sehingga pesta meriah benar-benar diadakan.


Mereka telah mendapat kabar bahwa pasukan musuh telah sampai di luar tembok dan meriam telah di arahkan ke tembok Venz. Begitu juga di selatan. Akhirnya pasukan pangeran Lewis benar-benar terbagi jadi dua.


Setelah puas berpesta, mereka akhirnya mulai melakukan aksi balasan untuk mencegah pasukan musuh agar tidak bisa menerobos benteng.


Dentuman meriam telah terdengar tapi butuh waktu untuk bisa menjebol benteng. Para mage dari pihak musuh juga menggunakan sihir tanah untuk membuat batu besar lalu melemparkannya ke benteng.


Perlawanan sudah Terjadi di pinggiran tembok. Pemanah dan mage dari sekutu tengah menembaki para penyerang. Perlawanan mereka cukup sengit. Mungkin karena mereka sudah kenyang.


Sementara itu, Issac memperhatikan seluruh alur peperangan dari belakang. Ia menggunakan mata Sihir untuk melihat dari jauh. Sambil memperhatikan mereka, Issac melihat jam sakunya. Sepertinya sudah saatnya.


Dan entah kenapa, tiba-tiba pasukan bertahan mundur secara besar-besaran. Mereka tidak lagi menyerang pasukannya dan cukup banyak pasukannya yang telah menerobos tembok dengan menggunakan tangga besar dan panjang.


Tentu saja mereka mundur. Itu karena makanan yang mereka konsumsi hari ini yang berasal dari cadangan makanan miliknya telah diberi racun. Itu rencananya dari awal. Pasti, sekarang pasukan pangeran Lewis sedang terkena diare.


Setengah jam setelah bombardir dari regu artileri sihir dan squad mage, tembok berhasil dijebol. Issac langsung mengaktifkan sihir terbangnya dan berteriak.

__ADS_1


"SELURUH PASUKAN.... MAJU!!!"


Bagai air bah, kavaleri dan infanteri maju dan menerobos masuk ke Venz.


__ADS_2