Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 52: Kekalahan Clifford dan Gagalnya White Goat


__ADS_3

Issac dan Alex telah memasuki arena. Issac dengan jelas dapat melihat tatapan kebencian dari Alex. bahkan Alex juga mengeluarkan aura membunuhnya ke arah Issac.


tapi...ayolah, bahkan aura raja Serigala Ilahi saja tidak membuat Issac gemetar sedikit pun. Aura milik Alex adalah mainan anak-anak bagi Issac.


"Hahaha, Clifford. akhirnya kita bertemu lagi ya. aku sudah lama tidak melihat mu di kelas. apakah kamu baik-baik saja? aku sungguh khawatir dengan mu."


siapapun yang dapat mendengar itu pasti akan sangat jengkel. Clifford tidak usah ditanya. dia bahkan telah mengepalkan tinjunya sambil menahan amarahnya.


"Bang*** Kau Starfall. hanya karena gelar Baron mu kau berani sombong dihadapan pewaris Earl selanjutnya seperti ku."


Issac menjulurkan lidahnya.


"Ehhh, harusnya aku lho yang mengatakan itu. hanya karena pewaris gelar Earl beraninya kau sombong dihadapan simbol resmi bangsawan. kau harusnya tahu posisi mu kan?"


nah sudahlah. sepertinya aku terlalu banyak bicara. haruskah aku maju duluan? Issac berpikir seperti itu. tenang bung! bahkan wasit belum memberi mu aba-aba!


Alex mengeluarkan sesuatu dari jubah yang menutupi seragamnya. seperti yang Issac pikirkan, dia memang menyembunyikan kartu trufnya untuk melawan Issac. Alex memang bodoh, tapi dia sadar bahwa dia tidak akan pernah bisa mengalahkan Issac jika memaksakan untuk menggunakan kekuatan murninya.


maka dari itu dia menggunakan pil yang dia dapat dari Gustave untuk merangsang adrenalinnya serta memaksakan output mana-nya. Pil itu juga memiliki fungsi untuk menghilangkan rasa sakit serta meningkatkan stamina.


bahkan jika Issac bertarung dengannya, dia akan menang dengan menggunakan ini. begitulah perhitungan fraksi anak bangsawan. termasuk Alex.


sekarang dia akan membelah Issac berkeping-keping dan membakar kepingan itu menjadi abu. dengan begitu dia akan membersihkan nama bangsawan serta memperkokoh posisinya.


dia juga sedang berandai-andai meniduri kedua kakak Issac dan Lilianne.


Issac yang melihat itu hanya diam saja. tentu saja dia marah dan ingin sekali menghancurkan seluruh tulang Alex. dia tahu apa yang Alex pikirkan. tidak ada masalah soal membunuh dirinya tapi ketika kakaknya dan adik angkatnya disentuh oleh tangan bejat Alex, dia akan pergi menghancurkan Alex bahkan jika dia melarikan diri ke ujung dunia.


tapi dia menyimpan kemarahan itu dalam hatinya tanpa memperlihatkan ekspresi kemarahannya. sebagai gantinya, dia akan memberikan kekalahan yang sangat menyakitkan untuk Alex.

__ADS_1


"Oyaaa.... sepertinya itu obat yang luar biasa. aku benar-benar ingin tahu efek dari obat itu." Issac menyeringai. dia kurang lebih tahu tentang pil yang Alex gunakan. dia juga paham efek sampingnya.


Issac hanya perlu memancing emosinya. semakin banyak Alex membencinya, maka efek samping obat itu juga semakin kuat dan akan datang semakin cepat. dia tidak perlu terlalu mengotori tangannya hanya untuk sampah seperti Alex.


Wasit mulai menghitung mundur. Issac sudah siap sedari tadi di posisinya sementara Alex, seluruh badannya bergetar hebat. dia menunjukkan ekspresi wajah seolah dia siap menghabisi Issac.


namun sebelum itu, Issac tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. dia merasa aliran Mana-nya sedikit terganggu.


"Oh, sepertinya mereka sudah memulai aksi mereka! nah kalau begitu aku juga harus berusaha sebaik mungkin, kan?" katanya dalam hati saat melemparkan pandangannya ke langit yang biru.


****


"Oi, seperti yang direncanakan, aktifkan Artefak itu sekarang!" Ketua mereka memberikan instruksi di ruang kontrol Stadion.


para anak buahnya dengan sigap mengaktifkan Artefak dengan bentuk kubus berwarna hitam itu. seketika mereka merasa bahwa aliran mana mereka menjadi sangat kacau. tetapi itu hanya sebentar karena mereka memiliki alat sihir yang menangkal dampak dari artefak itu.


nah sekarang saatnya mereka bersenang-senang dalam pesta darah ini. tapi ekspektasi mereka hancur karena pada saat mereka memasuk bangku penonton, keadaan di situ baik-baik saja.


Ada apa sebenarnya?! kenapa mereka yang ku perintahkan untuk bersiap disini tidak segera membuka kekacauan?! Pemimpin itu memutar otaknya. mencari kemungkinan terbaik.


mereka mati? itu mungkin. tapi siapa yang membunuh mereka dan dengan cara apa? pemimpin itu sadar ada yang salah. dia langsung memerintahkan lima anak buah yang ikut bersamanya untuk kembali ke ruang kontrol.


saat sampai di ruang kontrol, mereka tidak bisa tidak kaget setelah melihat apa yang terjadi. tiga orang yang mereka suruh untuk berjaga, kini sudah tergeletak tidak bernyawa. di atas mereka duduk tiga orang yang kelihatannya telah membunuh mereka.


"Kalian mungkin memiliki pertanyaan. tenang saja, aku sudah tahu jawaban dari pertanyaan kalian." salah satu dari mereka memulai pembicaraan.


"Yang pertama, orang yang akan segera mati tidak perlu mengetahui siapa dan apa tujuan kami. kedua, Anak buah mu yang ditempatkan di kursi penonton untuk membuat kekacauan sudah terbunuh oleh anak buah ku. yang ketiga, dedengkot White Goat, kalian harus menjadi batu loncatan bagi bos kami." Suara orang itu, Wolf, terdengar jelas.


mau bagaimana-pun itu jelas-jelas penghinaan bagi White Goat. salah satu dari mereka langsung menyerang Wolf, yang pada akhirnya berakhir dengan Kepala yang terlepas dari tubuh si penyerang.

__ADS_1


pemimpin White Goat langsung memasang posisi waspada! Alarm di dalam tubuhnya berbunyi. ketiga orang yang duduk di atas mayat anak buahnya adalah orang yang sangat kuat! White goat memang kelompok yang kuat. bahkan kekuatan mereka bisa di setarakan dengan para ksatria terbaik kerajaan.


tapi bahkan orang yang ada di depan mereka jauh lebih kuat daripada White Goat. instingnya yang telah menyelamatkan hidupnya selama bertahun-tahun seolah memberi tahunya.


tapi itu semua sudah terlambat. sebelum dia dapat menyerang mereka, lehernya tiba-tiba dilanda rasa sakit yang luar biasa! nafasnya sesak. tiba-tiba dia mendengar sesuatu berbunyi dari lehernya. seketika dunia menjadi gelap.


****


aku sedang bertarung dengan Clifford sekarang! aku terdesak! lebih tepatnya pura-pura terdesak. tidak mungkin aku akan kalah dari orang seperti dia kan?


tapi aku memutuskan untuk kalah. tentu saja dengan konsekuensi bahwa Clifford akan menang. tapi tidak masalah, toh setelah ini Clifford akan merasakan derita selama sisa hidupnya.


sedari tadi Clifford terus menyerang ku sementara aku hanya mengambil sikap defensif. wahh efek samping dari obat itu sudah terlihat setelah pertandingan berjalan selama sepuluh menit!


tubuh Clifford mulai bergetar hebat. sihir yang daritadi dia lemparkan padaku sudah sangat terganggu sehingga lemparannya malah kemana-mana. matanya memerah serta darah keluar dari seluruh lubang yang ada ditubuh nya. mata, hidung, telinga, dan mulut.


baiklah ini saatnya!


"WASIT AKU MENYERAH!! TOLONG HENTIKAN CLIFFORD KARENA DUA TERUS MENYERANG KU DENGAN KEJI!"


teriakan ku terdengar jelas oleh wasit. sepertinya dia juga menilai bahwa serangan yang dilancarkan oleh Clifford terlalu berlebihan. baguslah kalau begitu!


Wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan ini.


"Cukup!! tuan Starfall sudah menyerah! Pemenangnya adalah tuan Clifford!" tepuk tangan yang sumbang terdengar dari penjuru stadion. hei, kalian harus menghargai Clifford tahu!


tapi Clifford tidak berhenti. dia terus mengejar ku. sepertinya efek samping dari tubuh ini terlalu menyakitkan sehingga dia bahkan tidak mendengar apa yang wasit katakan. kalau sudah begini, sebentar lagi dia pasti akan pingsan.


eh tebakan ku benar. dia pingsan. sekujur tubuhnya memucat. darah menggenangi arena pertandingan seolah menguras semua darah yang ada di tubuhnya. anak ini, benar-benar tidak bisa diharapkan.

__ADS_1


aku berjalan kembali menuju kursi penonton. Sasha Nee-san, Misha nee-san, dan Anna melihat ku dengan cemberut. nah jangan begitu oke. aku kan sudah bilang kalau aku akan kalah!


oh benar juga, sepertinya Wolf dan anak buahnya telah mengerjakan tugasnya dengan baik. aku harus memberikan beberapa hadiah kepada mereka sebagai bentuk apresiasi nanti. tapi sekarang, mari kita hibur ketiga gadis itu terlebih dahulu.


__ADS_2