
Mungkin sudah dua bulan sejak kekasihnya hamil. Satu bulan lagi pernikahan akan digelar. Jeremiah Bless yang bertanggung jawab akan hal itu telah menyiapkan berbagai hal. Seperti biasa, dia sangat bersemangat.
Sementara itu, Issac memprioritaskan agar Aurellia dan Margareth berisitirahat Sehingga dirinya sangat sibuk mengurusi berbagai pekerjaan mereka berdua. Yah, dia bisa tidak tidur selama berbulan-bulan dan itu akan tetap baik-baik saja.
Tidak hanya Aurellia dan Margareth, ia juga meminta Anna dan Lilianne beristirahat. Jadi selain mengerjakan urusan pemerintahan, Issac juga mengambil alih pekerjaan Dukedom Starfall dan Dukedom Balzaac.
Apalagi sekarang, bagian timur kekaisaran yang berada di bawah kendali keluarga Mariendolf telah bersatu dengan kerajaan. Menggunakan wewenang Aurellia, ia menunjuk keluarga Mariendolf untuk mengatur provinsi baru itu. Sementara untuk Chris, ia dijadikan kepala parlemen.
Tentu saja itu membuat kekaisaran Grand Aria gempar. Sebanyak 30.000 pasukan dari fraksi Duke Manstein dan pangeran Fritz berusaha merebut kembali wilayah itu tapi yang mereka temui hanyalah kegagalan.
Well, mereka sedang berperang dengan satu sama lain. Pasukan segitu tidak akan cukup untuk menyerang Kerajaan Heinz apalagi sampai menaklukan wilayahnya.
Membunuh dua burung dengan satu batu. Kerajaan menjadi semakin maju karena cukup banyak teknologi dan sumber daya yang berasal dari kekaisaran, para kekasihnya juga sudah aman.
Issac masih berkutat menandatangani berbagai dokumen, ketika salah satu petugasnya mengatakan bahwa seorang wanita ingin bertemu dengannya. Itu adalah Maria.
__ADS_1
Saat Issac mempersilahkan masuk, seorang wanita dengan rambut pirang dan mata oranye memasuki kantornya. Pembawaannya yang dewasa membawa pesona tersendiri. Jika ia tidak bertunangan dengan Savoy, akan banyak bangsawan yang mengincarnya.
"Selamat datang Nona Maria. Terimakasih karena sudah repot-repot untuk datang jauh dari wilayah anda ke kerajaan Heinz. Silahkan duduk di sofa. Buat diri anda senyaman mungkin."
"Terimakasih Tuan Issac. Kalau begitu saya akan duduk."
Maria duduk di seberang Issac. Seorang pelayan masuk dengan sebuah nampan yang membawa Seteko teh, dua cangkir kosong, dan dua piring yang berisi camilan. Setelah meletakan nampan, ia pamit keluar kantornya.
"Aku dengar bahwa pernikahan antara dirimu dan kekasihmu akan segera dilaksanakan? Selamat atas pernikahannya, Tuan Issac."
"Terimakasih nona Maria. Ngomong-ngomong, kapan pernikahan dengan Marquis Savoy akan dilaksanakan?"
"Tidak. Saya rasa, pertunangan ini akan segera dibatalkan oleh saya maupun dirinya sehingga pernikahan tidak akan pernah pernah terjadi."
Upss....ini masalah pribadi Maria dengan Savoy. Jadi ia tidak ingin mencampuri urusan mereka lebih jauh. Setidaknya untuk saat ini.
__ADS_1
Maria berbicara banyak hal dengan Issac. Entah itu bernostalgia dia dengan masa lalu mereka masing-masing saat masih di Medan perang atau saling menceritakan kehidupan mereka masing-masing sebelum perang pecah.
Ini adalah obrolan yang menyegarkan buat Issac sendiri. Sudah lama ia tidak mengenang kehidupan masa lalunya. Yah, bahkan sampai sekarang dia masih merahasiakan kalau dirinya adalah reinkarnator kepada semuanya.
Ternyata, Maria adalah anak dari keluarga kaya. Ayahnya adalah pemilik sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas. Ibunya adalah rektor di salah satu universitas bergengsi.
Untuk memenuhi tugasnya pada negara, ia terjun ke Medan perang sebagai seorang relawan medis yang bertugas di garis belakang. Karena kepribadiannya yang baik, ia disukai oleh banyak orang sehingga menjadikan dirinya semakin terkenal dan di anggap sebagai Dewi penyelamat oleh banyak tentara maupun yang lainnya.
Issac juga menceritakan kehidupan masa lalunya sebelum peperangan pecah. Bertolak belakang dengan Maria, Issac hanyalah bocah kecil tanpa orang tua yang lahir di lingkungan kumuh.
Ada desas-desus yang mengatakan bahwa dirinya adalah anak dari seorang pelacur dan ayahnya adalah seorang pejabat korup yang lari dari tanggungjawab untuk membesarkannya. Tapi berdasarkan cerita lain, orang tuanya meninggal karena sakit.
Cerita yang membosankan dan klise. Ia beruntung karena memiliki kepala yang cerdas. Tapi hanya itu. Untuk biaya hidup, ia harus bekerja keras menjadi kuli panggul dan serabutan lainnya.
"Begitulah ceritanya. Membosankan bukan? Yah, di dunia aku beruntung memiliki orang tua yang baik dan keluarga yang bahagia. Karena itulah aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka."
__ADS_1
Maria mendengarkan semua cerita itu dengan seksama. Entah kenapa timbul penyesalan di hatinya. Seandainya waktu itu ia bertemu dengannya lebih cepat, mungkin dia tidak akan mengalami masa sulit seperti itu.
Setelah itu, mereka mulai pembicaraan serius lainnya. Maria berniat untuk berkeliling kerajaan untuk mencari potensi bisnis baru yang bisa ia jajaki. Pertemuan terus berlangsung hingga matahari terbenam di ufuk barat.