
Tidak jelas apakah invasi monster itu akibat ulah manusia atau kejadian alami. Fraksi Manstein beramai-ramai mengklaim bahwa itu adalah ulah pangeran (tuan putri) Chris. Tetapi setelah penyelidikan berlangsung, tidak ada bukti sama sekali yang menandakan bahwa kejadian itu adalah ulah manusia.
Apalagi mereka semua tahu, dari pihak pangeran (tuan putri) Chris, ia tidak memiliki mage sehebat itu yang bisa mengendalikan ribuan monster dalam satu waktu. Apakah mungkin ia menyembunyikan kartu lain di balik jubahnya? Sepertinya bukan itu masalahnya.
Bahkan sehebat apapun mage, tidak akan ada yang bisa mengendalikan monster sebanyak itu dalam waktu yang bersamaan bahkan jika itu adalah party pahlawan 500 tahun yang lalu. Jadi meskipun mereka yakin bahwa itu adalah ulah dari pangeran (tuan putri) Chris sekalipun, mereka tidak memiliki bukti sama sekali.
"Mereka saling menuding satu sama lain ya? Yah tuan putri Chris tidak melakukan apapun. Tuduhan kejahatan sama sekali tidak akan pantas disematkan padanya."
Issac hanya berbicara sendiri ketika menunggu matahari terbit dari timur. Sementara itu di ranjangnya, Carolina dan Angelica sedang tertidur nyenyak. Tubuh mereka masih tertutup selimut tapi dua gadis itu berpelukan satu sama lain. Tanpa memakai apapun. Betapa erotisnya.
"Kalaupun ada, seharusnya kejahatan itu dilimpahkan kepadaku, yang menjadi dalang semua bencana itu. Apakah aku jahat? Mungkin saja. Tapi terkadang, kejahatan seperti ini memang diperlukan."
Ia tidak begitu peduli dengan nasib orang-orang kekaisaran. Yah, mungkin dia berpikiran seperti itu, tetapi fakta kalau dia tidak membunuh satu pun rakyat sipil membuktikan kalau dia setidaknya masih memikirkan mereka.
Lagipula Issac memberikan banyak bantuan kepada warga. Dia membawa bahan makanan dari kerajaan dan memberikan biaya hidup bagi semua orang. Jadi sedikit banyaknya, ia bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.
__ADS_1
Dia sudah melakukan tugasnya. Sisanya biarlah tuan putri tomboy itu yang mengurusnya. Bagaimana cara dia memanfaatkan kekacauan ini dan bagaimana dia bermanuver, Issac ingin melihat pesonanya dari situ.
Kalau dipikir-pikir lagi, memang betul, Chris punya banyak kemiripan dengan Aurellia. Sama-sama peduli dengan nasib kerajaan dan kekaisaran, peduli terhadap sesama, cerdas, dan sedikit naif. Tapi ia tidak membenci kenaifan seperti itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Chris sedang berkumpul dengan orang-orang terpercayanya dan melihat sebuah daftar penerima bantuan. Sebagian besar bantuan telah diterima dan berbagai wilayah sedang melakukan pemulihan. Ia dan orang-orangnya memantau secara langsung perkembangan mereka.
Keadaan ibukota tidak lebih baik. Harga-harga barang melonjak naik karena tempat-tempat yang menjadi produksi utama berbagai kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian di hancurkan oleh para monster.
Untungnya La-Sa Guild melakukan intervensi. Mereka memenuhi barang-barang impor dari kerajaan di pasar Reichstaag sehingga Harga menjadi terkendali. Meskipun untuk perekonomian kekaisaran itu tidak baik, tapi setidaknya, beberapa harga kebutuhan pokok menjadi turun.
La-Sa guild juga mengirimkan bantuan yang secara langsung diawasi oleh kepala cabang La-Sa guild cabang Reichstaag, Carolina Von Lambard. Ia memastikan agar bantuan itu tidak jatuh ke tangan yang salah. Lebih dari lima kapal yang mengangkut bantuan telah bersandar di pelabuhan kekaisaran dan karavan dagang yang membawa kebutuhan hidup datang dari wilayah Randall dan telah memasuki wilayah Mariendolf.
Dengan begini, proses pemulihan akan berjalan lebih cepat dan kehidupan mungkin saja bisa kembali pulih. Yang tidak Chris sadari, dukungan kepadanya semakin luas dan besar. Terutama dari kalangan rakyat biasa dan beberapa bangsawan. Mereka menghormati Chris Karena bergerak cepat begitu bencana terjadi.
__ADS_1
Chris sendiri telah mendengar desas-desus yang menuduh dirinya. Tetapi ia sendiri telah dengan jelas menyatakan bahwa bukan dirinya lah yang menyebabkan ini semua. Banyak yang percaya bahwa Chris bukanlah penyebab dari ini semua. Tentu saja, mungkin mereka malah menyalahkan tuan mereka sendiri karena tidak becus dalam mengatasi krisis.
"Baiklah, untuk sekarang cukup sampai disini. Aku akan segera menghadap kaisar dan menjelaskan bagaimana keadaan sekarang. Terimakasih banyak atas bantuan kalian semua."
Mereka semua mengangguk dan meninggalkan Chris seorang diri. Setelah semua orang kepercayaannya telah keluar, dia menunduk dan mulai menangis dalam diam. Sejujurnya, dia sudah tidak kuat karena harus menanggung beban seberat ini.
Dia memiliki saudara kembar laki-laki yang sebenarnya akan mewariskan tahta ayahnya. Tetapi karena ia telah meninggal, Chris yang waktu itu masih berumur sepuluh tahun memutuskan untuk berhenti hidup sebagai seorang wanita dan memutuskan untuk mengganti posisi saudaranya sebagai seorang pangeran.
Dia memotong rambut panjangnya yang indah hingga terlihat seperti laki-laki dan belajar bagaimana menjadi seorang pria. Dia menjadi tomboi. Tapi meskipun begitu, ayahnya mendukung dirinya. Begitu juga dengan yang lainnya.
Tetapi ketika para bangsawan mulai bertindak diluar kehendak sang kaisar, dia mulai mengalami beban berat. Para bangsawan seringkali enggan mengakui dirinya dan bersekongkol untuk menjegalnya. Tentu mereka tidak tahu kalau Chris adalah seorang gadis. Dari awal, raja telah mengumumkan bahwa kedua anak kembarnya adalah seorang pria dan Chris disembunyikan di dalam istana.
"Jangan menangis Chris. Menangis memang dapat memenangkan hatimu dan mengusir rasa sedihmu. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah apapun."
Seseorang memeluk dirinya dari belakang. Itu adalah Issac. Dan memang itulah yang Chris inginkan. Seseorang yang memahami dirinya dan mau menjadi tempat untuk berbagai. Tangisannya semakin kencang dan ia berdiri untuk memeluk Issac dengan erat.
__ADS_1
Seandainya....jika sampai sekarang dia adalah seorang gadis yang bisa hidup tanpa memikirkan apapun, dia akan mengikuti Issac kemanapun pemuda ini pergi.