
Tidak ada apa-apa di desa ini. Seperti pedesaan di benua dan era ini pada umumnya, ini adalah wilayah pertanian yang menjadi pemasok makanan bagi wilayah Savoy.
Tetapi karena musim dingin yang datang lebih awal, belum lagi jika dampak dari bencana misterius dihitung, mereka berkali-kali mengalami gagal panen. Mungkin mereka masih memiliki cadangan untuk diri mereka sendiri namun itu semua dirampas oleh para tentara bayaran.
Ditengah operasi bersih-bersih Eugene, ia akhirnya berpapasan dengan James dan pasukannya yang sedang dalam perjalanan kembali dari ujung desa.
"Ah kalian adalah infanteri yang dikirim dari perkemahan utama kan? Aku James dan mereka adalah pasukanku. Untuk sisanya, aku serahkan pada kalian oke?"
Setelah itu, James memerintahkan prajuritnya untuk memberikan ransum mereka pada prajurit yang baru datang. Mereka akan kembali ke tenda dan mendapatkan jatah makanan hangat sementara rekan infanteri mereka akan bersiaga di sini.
Desa ini masih sangat rawan. Seluruh tentara bayaran memang telah dibabat habis tapi masih ada ancaman lain berupa serangan dari monster. Untuk menaikan moral mereka, James memutuskan untuk memberikan mereka ransum tambahan. Toh, prajuritnya tidak keberatan dengan hal itu.
"Kalau begitu, selamat bertugas, prajurit! Semoga keberuntungan dan keselamatan menyertai kalian!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, James dan para prajuritnya segera kembali ke kamp mereka.
"Baik sekali ya....coba kalau kapten kita sebaik dirinya. Mungkin saja kita akan... aduh!"
"Sudah cukup bicaranya. Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita."
Dengan itu, mereka melanjutkan penyisiran desa yang dibebankan pada mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di pusat wilayah Savoy, Gram mendengarkan laporan dari bawahannya yang mendapatkan informasi dari para pengintai. Mereka diam-diam mengamati pergerakan tentara kerajaan.
"Benar kapten. Dan yang lebih mengerjakannya lagi, mereka mengalahkan tentara bayaran yang berjumlah 10.000 hanya dengan 2000 pasukan."
__ADS_1
2000!? Gram menelan ludahnya. Itu seharunsu sangat mustahil! Perbedaan kekuatan mereka mencapai 1:5.
Tetapi pada akhirnya Gram berpikir. Mereka berani melakukan kampanye militer di tengah musim dingin dimana jarak pandang mereka terbatas karena badai salju yang turun. Kesimpulannya, mereka sudah siap untuk hal ini.
"Kita tidak bisa tinggal diam begitu saja. Kirim pasukan untuk menyergap musuh. Mungkin terlihat sia-sia, tetapi setidaknya mengurangi jumlah musuh tetap mempengaruhi moril mereka."
Gram telah membulatkan tekadnya dari awal. Ia tidak mau tanah kelahirannya diinjak, dijarah, dan dirampas. Karena itulah, berapapun harga yang harus dirinya keluarkan, Gram akan mempertahankan wilayah Savoy hingga titik darah penghabisan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di wilayah Savoy ketegangan akan mencapai puncaknya, Arc Savoy sedang dalam perjalanan menuju bagian Utara kekaisaran. Tentu saja, ia berpartisipasi dalam penumpasan para pemberontak di sana.
"Aneh. Padahal kaisar telah menghabisi Keluarga Royalti yang sebelumnya berkuasa di kerajaan yang telah kita rebut. Kalaupun mereka selamat, mereka telah melarikan diri ke benua yang jauh. Lalu siapa yang menyalakan api pemberontakan di sana?"
__ADS_1
Mata-mata telah dikirim ke wilayah yang direbut untuk melacak dan menghabisi siapa saja yang memiliki kaitan dengan potensi pemberontakan. Tetapi mereka sama sekali tidak bisa mendeteksi orang-orang itu.
Arc Savoy tidak tahu kalau tidak jauh dari wialyanhnya, seseorang telah menyeringai dalam bayang-bayang.