
Berdasarkan laporan dari jaringan intelejennya di kekaisaran, Issac memang mendapatkan laporan bahwa serikat dagang Lambard seringkali terkena masalah akhir-akhir ini. Omset mereka menurun. Bukan karena barang yang mereka jual tidak laku. Tetapi lebih mengerikan lagi.
Karavan dagang mereka seringkali diserang oleh para bandit, yang sialnya, adalah kelompok yang terhubung langsung dengan para bangsawan. Barang-barang yang mereka rampas dari karavan itu mengalir langsung ke saku para bangsawan.
Selain itu, mereka juga menerapkan tarif masuk yang tinggi kepada karavan Lambard. Hal itu membuat keuangan mereka terkuras dan harga barang yang mereka jual semakin tinggi sehingga pembeli berusaha untuk mencari pedagang lain untuk membeli barang yang sama dengan harga yang murah.
Itu adalah efek dari penolakan yang dilakukan oleh Franz Lambard, ayah dari Carolina, kepada para bangsawan dan pejabat. Dia benar-benar membatasi penjualan material mentah, tidak ingin membocorkan informasi, dan menolak untuk memberikan kredit pada para bangsawan demi mendanai pasukan mereka.
Itulah kenapa para pesaing Lambard dan para bangsawan bersekutu untuk memaksa Lambard agar ia mau bergabung dengan mereka. Tetapi meskipun begitu, posisi Lambard sama sekali tidak goyah. Ia tetap mendominasi pasar kekaisaran, mengendalikan distribusi barang, dan menjadi serikat dagang yang besar.
Justru para bangsawan itu yang harus kerepotan karena kebutuhan sehari-hari yang biasanya dijual dengan harga yang sesuai oleh serikat dagang Lambard malah semakin naik setiap saat. Keteledoran mereka telah menciptakan bencana dan sedikit demi sedikit malah menghancurkan keuangan mereka sendiri.
Tentu saja tidak semua bangsawan seceroboh itu. Mereka memilih cara yang jauh lebih halus tetapi sangat kotor. Ada banyak bawahan Franz Lambard yang ingin menduduki kursi pimpinan dan melengserkan posisi Lambard. Mereka menganggap bahwa Lambard terlalu lembek dan pengecut karena takut kalah.
Para bangsawan dari pihak Manstein membantu mereka untuk melengserkan posisi Franz dari posisi ketua dengan memberikan banyak sekali bentuk bantuan. Sebagai gantinya, jika mereka berhasil mengambil alih posisi ketua, serikat dagang Lambard harus memberikan dukungan nyata pada Manstein dan sekutunya.
Saat pikirannya kemana-mana, Issac merasakan sesuatu. Tubuhnya tiba-tiba bereaksi. Sial! Itu tandanya Carolina sedang dalam bahaya!
Issac segera mengubah arahnya dan berlari. Karena terlalu panik, ia lupa kalau dirinya memiliki sihir teleportasi. Tetapi larinya sangat cepat. Dia menggertakan giginya berkali-kali karena ceroboh!
__ADS_1
Tidak kusangka mereka sudah bergerak! Tunggu aku, Carolina!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Carolina terkapar tidak berdaya di lantai rumahnya. Perutnya yang tertusuk mengeluarkan banyak darah. Jika tidak ada kekuatan Issac di dalam tubuhnya, mungkin jiwanya sudah terpisah dari raganya sejak tadi.
Tapi yang jadi masalah, ada racun pelumpuh yang sangat kuat di pisau yang menusuk perutnya. Itulah kenapa Carolina tidak bisa bergerak sama sekali meskipun dia sudah sadar.
Seorang pria berambut kuning berusia awal 30-an menginjak kepala Carolina dengan pongah. Meskipun wajahnya elegan, tetapi ia menjadi jelek karena wajahnya terdistorsi oleh eksperesi dengki dan sombong.
"Nona Carolina, anda adalah pewaris serikat dagang milik kakek-kakek dan ayah anda. Tapi sayang sekali, karena sifat ayah anda yang pengecut itu terwarisakan ke diri anda, saya harus mengambil tindakan.
"Saya tidak tega melihat perusahaan yang dibangun oleh pendahulu anda akan hancur. Lagipula mendukung para bangsawan itu tidak buruk. Kita mendapatkan keuntungan yang besar jika mereka menang. Walaupun itu taruhan yang berat sekalipun, kita akan meraup banyak keuntungan."
"Tidak juga. Mereka tidak akan memenangkan perang. Mereka kesulitan finansial, melengkapi pasukannya dengan peralatan yang buruk, membiarkan tentaranya terkena penyakit serta kelaparan, dan mendapatkan bayaran yang tidak layak.
"Kalian bahkan tidak akan bisa mengalahkan kekaisaran Moskov. Terbukti kalian terseret peperangan selama puluhan tahun. Jika serikat dagang Lambard bersekutu dengan para bangsawan, mereka pasti akan terkena imbasnya."
Pria itu kaget dengan kehadiran yang tiba-tiba. Begitu juga pria yang berdiri disampingnya. Ia seharusnya bisa merasakan kehadiran seseorang dari jarak yang jauh. Tapi kenapa ia tidak bisa merasakan kehadiran pemuda itu?
__ADS_1
Orang itu, yang berdiri di pintu masuk kantor pusat Serikat dagang Lambard adalah Issac. Dia berdiri dengan tegap tanpa ekspresi. Tapi kemarahan bisa dirasakan darinya.
"Cih ternyata kau! Seorang pemimpin dari sebuah serikat dagang kecil datang ke tempat ini? Apa yang kau cari bocah!?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengambil wanitaku kembali. Jadi, segera singkirkan kakimu dari sana."
Pria itu tersenyum licik. Dia ingin melakukan sesuatu yang lebih sadis lagi kepada Carolina tapi kakinyaa mati rasa. Itu karena kakinya telah putus sebelum ia sadari.
"ARRRGGHHHH!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!? OI KAU! HABISI DIA!!"
Pria berhakama itu langsung menepuk tangannya dan tiga puluh Shinobi segera melompat ke Issac yang tengah berjalan menuju mereka. Tapi sebelum kaki mereka menyentuh lantai, tubuh mereka semua terbelah jadi dua.
"A-apa yang sebenarnya terjadi!? Bahkan aku...."
Pria itu akhirnya berbicara. Dia telah kehilangan ketenangannya dan jatuh ke dalam kepanikan. Meraih katananya, ia langsung menyerbu Issac. Sayang bagi dia, itu adalah riwayat akhir kehidupannya karena kepalanya terbang dalam sekali tinju.
"Tidak!! Tolong jangan bunuh aku! A-aku berjanji akan memberikanmu..."
Dia belum selesai berbicara ketika tubuhnya hancur karena tendangan Issac. Ia segera menyembuhkan Carolina dan berteleportasi ke kamarnya di mansion Nyonya Heid. Ia ingin Carolina melupakan segalanya. Dan karenw itulah, Malam itu, Carolina bersatu dengan Issac.
__ADS_1
Carolina langsung diletakkan di kasur dan Issac melepas pakaiannya. Ia dengan kasar meraba seluruh bagian tubuh Carolina dan menciumnya. Kesedihan Carolina hilang dan digantikan oleh kenikmatan.
Malam itu, demi menghilangkan semua rasa sakit Carolina, ia membiarkan wanita itu mengendarai dirinya dan menggerakkan tubuhnya dengan liar hingga pagi tiba.