Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 25: Gagalnya Rencana Sang Pangeran


__ADS_3

**Note


Awalnya saya berniat menggunakan penanggalan lain agar berbeda dengan bumi. tapi karena saya bingung untuk memikirkan namanya, saya memutuskan untuk membatalkan hal itu.


****


yeah, akhirnya sampai juga di kota Romeon walaupun malam hari sih. ayah tentu sudah tahu kejadian ini, jadi begitu kami keluar dari daerah hutan sudah ada sekitar 300 prajurit yang menunggu kami.


kondisi tuan putri sudah membaik. huhh untunglah tidak ada luka serius di tubuhnya. tapi dapat bertahan melawan bahkan membunuh tiga evolution orc dengan peringkat semi-satu seorang diri, monster macam apa Putri Aurellia ini?


aku memang kuat, tapi itupun berkat fragmen kekuatan Hades-sama yang dia berikan padaku. jika tidak, mungkin aku akan tertinggal jauh dengan putri Aurellia kan?


(itu tidak akan terjadi, bahkan tanpa fragmen kekuatan dariku, kau akan tetap jauh lebih kuat dari putri Aurellia)


eh tumben sekali Hades-sama nyeletuk. biasanya dia diam saja. mungkin sedang mengawasi ku sekarang.


(nggak masalah kan sesekali muncul. toh aku hanya beberapa kali disebut)


hah? dewa ini bicara apa sih?


biarlah. ku pikir hanya manusia yang suka ngelantur. ternyata dewa juga.


pada akhirnya perjalanan kami dikawal oleh para prajurit hingga mencapai kota Randall. di gerbang, Ayah, ibu, dan beberapa pegawai ayah langsung menyambut putri Aurellia dan mengantarnya ke mansion.


sementara itu aku telah meminta izin kepada ayah untuk mengurus beberapa hal di guild petualang. tentu ayah mengizinkan ku.


sesampainya di Guild petualang aku langsung membuat laporan kepada resepsionis untuk menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa putri. nantinya surat ini akan dikirimkan ke Guild pusat dan ditindak lanjuti oleh mereka dengan mengirimkan para petualang senior yang mereka miliki.


setelah selesai memberikan laporan kepada resepsionis, aku diundang oleh kepala Guild, pak tua Eddy, untuk minum teh bersamanya. tentu ku terima dengan senang hati. apalagi teh madu buatannya sangat lezat.


sebenarnya tidak ada hal penting yang kami bicarakan. aku hanya bercerita soal monster-monster yang sejauh ini pernah ku lawan. seperti yang diharapkan dari ketua guild, dia sangat antusias mendengarnya.

__ADS_1


ah benar juga, Ketua guild adalah salah satu orang yang mengetahui kekuatan ku yang sesungguhnya. dan karena itu pula dia bekerja untuk ku.


saat aku bersiap pulang, tiba-tiba ketua guild bertanya pada ku, "apakah kau berniat menjadikan putri sebagai penguasa negeri ini tuan muda?"


pasti aku terkejut dengan pertanyaan nya.


"kenapa kau mengetahui percakapan ku dengannya?"


"yah anggap saja aku memiliki beberapa kartu dibalik jubah. tapi bahkan dengan itu aku harus mengorbankan banyak mana. kenapa anda bisa membuat barrier yang begitu kuat?!


hehh ternyata ada sihir yang seperti itu ya. sepertinya itu rahasia miliknya jadi aku tidak perlu memaksanya. aku hanya harus membuat barrier yang jauh lebih kuat. tapi aku berharap siapa tahu dia ingin membongkar rahasia itu dikemudian hari.


" yah lupakan soal kartu mu itu. aku tidak berniat memaksamu untuk membongkar rahasia itu. ah ngomong-ngomong soal tuan putri, aku tidak berniat menjadikan dia sebagai penguasa negeri ini.


dia memang luar biasa, namun mau bagaimana-pun itu adalah pilihannya sendiri. lagipula perebutan kekuasaan selalu menjadi hal yang merepotkan dimana pun itu. tapi... jika sesuatu terjadi mungkin membantu tuan putri menjadi seorang penguasa adalah pilihan yang harus ku ambil.


terimakasih pak tua. di rapat selanjutnya mari kita buat skenario untuk berjaga-jaga. sekarang aku pamit terlebih dahulu. selamat tinggal."


****


sementara itu keesokan harinya di Venz.


"sial!! kenapa rencana ini bisa gagal. bukankah kau bilang bahwa 'benda' itu bisa memancing monster tingkat tinggi keluar dari hutan?!! kenapa masih saja gagal?!"


pangeran Lewis dengan frustasi memukul meja kerjanya hingga teh yang berada di dalam cangkir miliknya tumpah.


suasana hatinya sedang buruk hari ini. beberapa hari yang lalu dia ketahuan oleh ayahnya duduk di ruang tahta sementara ayahnya masih menjadi raja.


tentu dia mendapatkan hukuman dari ayahnya. sudah pasti yang melapisi kejadian ini kepada ayahnya adalah Putri Aurellia.


"bajingan itu selalu membuat ku jatuh dalam masalah. aku pasti akan membalasnya. pasti! pasti!!!"

__ADS_1


Maximilian yang berdiri di samping pangeran Lewis menenangkannya.


"tenanglah pangeran Lewis. jika anda tidak berpikiran jernih maka anda tidak akan bisa membalas putri Aurellia."


"cih, sialan! Baiklah-baiklah!! aku bersumpah pasti akan menghancurkan pelacur itu pas... uhuk-uhuk!!" saking kerasnya kalimat yang dia keluarkan, Pangeran Lewis sampai terbatuk-batuk.


melihat itu Maximilian hanya menghembuskan nafasnya.


dia sebenarnya tidak mau bekerja untuk Pangeran jika bukan karena ayahnya. dalam pertarungan memperebutkan tahta, Jhon Conrad, ayahnya, berada di pihak pangeran Lewis. jika pangeran berkuasa, itu akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi Ayahnya.


sejujurnya bahkan ia tidak terlalu suka dengan ayahnya. satu-satunya alasan kenapa dia melaksanakan perintah ayahnya adalah untuk mendapatkan pengakuan ayahnya. dengan itu dia bisa menyelamatkan orang paling berharga bagi dirinya yaitu ibunya.


ibunya hanya seorang rakyat jelata yang kebetulan memiliki wajah yang cantik. dia diculik paksa dari kedua orang tuanya dan dijadikan selir secara paksa oleh Jhon Conrad. akhirnya lahirlah dirinya.


lahirnya Maximilian menjadi anugerah bagi ibunya. meskipun dia membenci Jhon Conrad, dia tidak bisa membenci anaknya. akhirnya ia dengan telaten membesarkan Maximilian. intinya ibunya sangat mencintainya. begitupun Maximilian terhadap ibunya.


namun ketika dia berusia tujuh tahun, dia dipisahkan secara paksa dari ibunya. ini karena istri pertama John Conrad cemburu dengan kecantikan ibu nya dan menghasut Jhon Conrad untuk mengasingkannya.


akhirnya ibunya diasingkan ke distrik Commoner di ibu kota. tempat tinggalnya bahkan berdekatan di wilayah kumuh yang penuh bahaya.


demi menyelamatkan wajah ibunya, Maximilian berusaha dengan keras dan belajar dengan rajin. dia juga membaca banyak buku. entah ketika dia berada di wilayah Conrad maupun saat di akademi.


usahanya terbayarkan dengan menjadi lulusan terbaik di akademi. akhirnya ayahnya menunjuknya untuk menjadi penasihat pangeran Lewis.


Maximilian kembali melihat laporan yang diberikan oleh pengikut pangeran Lewis. di dalam laporan itu tertulis bahwa seorang anak Marquis Randall bernama Issac telah berhasil membasmi monster yang menyergap putri.


menurut penuturan saudaranya, bakat Issac sama sekali tidak menonjol tapi...


setiap rencana yang dirancang oleh ayahnya untuk menghancurkan Marquis Randall selalu gagal akhir-akhir ini. bahkan mata-mata Conrad yang dikirim ke wilayah Randall tidak terdengar lagi kabarnya. mungkin kah.....


Maximilian memutuskan untuk mencari tahu soal Issac Randall nanti. sekarang dia harus menenangkan pangeran yang bodoh ini.

__ADS_1


benar-benar melelahkan, gerutunya.


__ADS_2