Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 41: Serigala Ilahi Dari Neraka


__ADS_3

setelah praktek sihir pemanggilan berakhir, sekolah sudah selesai. yang lain bisa istirahat, tetapi Issac tidak bisa. dia ada kelas tambahan yang dikhususkan untuk para penerus gelar bangsawan. kurang lebih seperti pengelolaan wilayah, etika bangsawan tingkat lanjut, dan lainnya.


yah, Issac sendiri bukan seorang penerus melainkan sudah menjadi seorang bangsawan. tapi dia dianggap masih hijau karena usianya yang masih muda sehingga harus dikirim ke kelas tambahan itu.


hahhh, padahal dia ingin istirahat! bukan itu saja, dia tertarik dengan anjing hitam kecil yang dia panggil saat kelas praktek tadi! dia yakin ada sesuatu dibalik anjing itu.


baiklah, Issac menyerah. itu akan menjadi urusan nanti. sekarang dia harus mengikuti kelas dulu. toh dia bisa memanggil hewan sihir itu kapan pun dia mau. kalau dia skip kelas, bisa jadi nilainya akan dikurangi.


Issac berjalan keluar dari gedung kelas tahun pertama dan menuju ke gedung yang ada di samping perpustakaan. itu adalah gedung khusus yang digunakan oleh para bangsawan. termasuk kelas tambahan yang akan dia hadiri.


wah, menjadi bangsawan di Akademi akan dipenuhi dengan berbagai hal yang mewah ya! Issac jadi penasaran, apakah akademi hanya dijadikan ajang bagi para bangsawan untuk pamer ke rakyat biasa?


sangat tidak berguna sekali jika memang seperti itu. tapi biarlah, terserah mereka. Issac juga tidak mengharapkan apapun dari seorang anak yang hanya bisa meminjam nama orang tua mereka untuk menyombongkan diri.


jika kau ingin sombong, Pastikan untuk menggunakan kekuatan dan kekayaan mu sendiri oke? kalau kau masih menggunakan punggung orang tuamu untuk menyombongkan kekuatan mu, lebih baik kau mati saja!


nah, sangat-sangat. Issac menghembuskan nafasnya. dia pasti akan bertemu dengan si bodoh Clifford dan kakaknya yang tidak kalah bodohnya. ehh, Moodnya memburuk.


Issac masuk ke gedung itu dan segera menuju kelasnya. ternyata cuma ada seorang guru yang telah tiba di kelas itu. eh apakah dia salah masuk kelas?


"Jangan khawatir nak, anak-anak seperti mereka biasanya memang suka datang terlambat. entah apa yang mereka lakukan, aku juga penasaran."


Issac hanya mengangguk. "Ah benar juga. siapa namamu nak? sepertinya aku baru melihat mu kali ini."


"Saya Issac R Starfall. saya murid tahun pertama di akademi ini. untuk beberapa tahun ke depan, mohon bimbingannya." Guru itu terlihat sedikit kaget. Starfall? rasanya dia pernah mendengar itu.


ah dia ingat. rupanya Starfall yang itu!


"Oh Baron Starfall kah? senang berkenalan dengan mu. aku sudah mendengar kabar bahwa anak lelaki dari keluarga Randall diberikan gelar Baron oleh raja karena berhasil menyelamatkan tuan putri. aku tidak menyangka bahwa itu adalah kau. haruskah aku mengucapkan selamat padamu?"


Issac tersenyum kecut. astaga pak guru ini.


"Tidak perlu pak. saya yakin anda paham bahwa menjadi seorang bangsawan adalah hal yang merepotkan. memang kita bisa mendapatkan beberapa keuntungan. tapi jika kerugiannya dihitung, rasanya keuntungan itu menjadi tidak setimpal."


guru itu tertawa. anak ini menarik! mungkin mengajar anak ini di kelas akan menjadi salah satu bagian terbaik dalam hidupnya.

__ADS_1


"Ah iya astaga, aku belum memperkenalkan diri. Aku Zorgrad Sera, pemegang gelar Viscount Sera sebelumnya."


Issac kaget. kali ini dia beneran kaget! "Ehhh! berarti anda adalah kakek dari Anna?"


Zorgrad terkikik, "Jadi kau mengenal Anna?"


Issac mengangguk. "tentu saja. dia sekelas denganku."


"Hahaha baguslah. aku rasa dia mendapatkan teman yang luar biasa seperti mu. bertemanlah dengannya oke? perlakuan dengan baik. atau kalau tidak....." wah orang ini langsung mengeluarkan aura membunuhnya?! Issac hanya tersenyum saja. Aura milik Hudson bahkan jauh lebih mengerikan.


"Tenang saja pak Zorgrad. Anna adalah anak yang baik. aku pikir dia adalah teman yang luar biasa." mendengar pernyataan Issac, Zorgrad mengangguk puas. baguslah kalau begitu!


tapi dia bertanya-tanya, bagaimana anak ini bisa dengan santai menghadapi auranya dengan santai?


lupakan, mungkin dia memang anak yang luar biasa. begitu lah kata Zorgrad dalam hatinya. akhirnya para murid kelas tambahan sudah memasuki kelas. tapi dari 30 orang, hanya setengahnya yang ikut kelas. sisanya entah kemana. bahkan si bodoh Geitz dan Clifford sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.


Zorgrad sepertinya tidak terganggu. dia dengan santai memulai kelas dan membimbing muridnya hingga satu jam ke depan.


****


Yessshhh akhirnya kelas selesai!! senangnya! melelahkan sih, tapi aku tidak menyangka bahwa cara mengajar Zorgrad-sensei sangat menyenangkan.


aku mulai memanggil si anjing kecil hitam tadi dan....wushhh, seekor anjing hitam kecil muncul dihadapan ku!


"KENAPA KAU MEMANGGIL KU LAGI DASAR MANUSIA BODOH?!" Ehhh, si anjing ini kasar sekali! aku kira dia akan menjadi anak kecil yang imut dan penurut.


"Untuk seukuran Anjing kau cukup kasar ya." kataku dengan nada mengejek.


anjing itu terlihat sangat kesal. "Persetan dengan anjing! Aku ini serigala dasar manusia bodoh! apa matamu sudah buta?!"


nggak, nggak, nggak. mau dilihat dari manapun kau itu anjing kan? kenapa makhluk ini mengatakan kalau dia Serigala. hahhh biarlah, terserah dia.


"Sepertinya kau tidak percaya pada ku ya?" ehh anjing (?) ini terlihat pasrah. kenapa gerangan?


"hahhh, baiklah. aku adalah Raja Serigala Ilahi dari dunia bawah, alias neraka. terserah kau Ingin percaya atau tidak.

__ADS_1


soal wujud ku ini, sepertinya ini akan terjadi ketika konsentrasi mana begitu tipis. yah di alam bawah, konsentrasi mananya jauh lebih tebal dibandingkan dengan dunia manusia. lagipula ini adalah pertama kalinya aku muncul di dunia manusia."


aku mengangguk saja. baiklah kalau dia bersikeras mengatakan kalau dia adalah serigala.


"Baiklah aku percaya. tapi, bagaimana caranya mengembalikan wujud asli mu?"


Serigala ini terlihat berpikir. yah, sepertinya dia memiliki kecerdasan layaknya manusia.


"ada beberapa cara untuk mengembalikan wujud ku. yang paling mudah adalah ketika aku kembali ke alam bawah. yang kedua, ini agak sulit. aku harus mengikat kontrak dengan manusia yang sangat kuat. karena mana miliknya akan terus diserap oleh ku untuk mempertahankan bentuk dan kemampuan ku."


begitu ya. kontrak ternyata. boleh juga.


"nah serigala-san maukah kau mengikat kontrak dengan ku?"


serigala kecil ini malah memiringkan kepalanya. "Heh? kau yakin?"


"Tentu saja. bukankah karena ku, kau justru terpanggil dari dunia bawah ke dunia manusia? anggap saja sebagai bentuk tanggung jawab ku. tidak perlu khawatir soal mana, aku jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan. sekarang, bagaimana cara ku untuk mengikat kontrak dengan mu?"


"Sederhana. beri aku nama dan tuangkan sedikit darah mu ke lingkaran sihir ku. kau lihat kan ada lingkaran sihir dibawah kaki ku? nah letakan darahnya disitu."


Aku melihat ke kakinya. oh ternyata ada! baiklah, ayo mulai! aku menggigit ibu jari ku dan meneteskannya ke lingkaran sihir. tiba-tiba Leonidas lingkaran sihir bersinar terang.


"baiklah, sekarang, beri aku nama." hmm nama ya. apa yang cocok untuknya? ahh itu saja deh.


"baiklah, ku beri nama kau Charcaroth. tapi karena pelafalannya sulit, kau akan ku panggil Cacha saja!"


"hmmm, Charcaroth ya. nama yang menarik. meskipun panggilan Cacha terdengar agak memalukan, tapi sama sekali tidak masalah. baiklah, nama itu aku terima."


tiba-tiba sejumlah besar sihir keluar dari tubuhku dan terhisap oleh Chaca. wujud nya yang seperti anjing kecil tiba-tiba membesar. hei ini besar sekali! lebih besar daripada hewan sihir milik Joseph-sensei. matanya merah menyala dan taring putihnya yang panjang terlihat. wahh ini sih sudah lebih dari monster tingkat spesial!


"Mohon maaf atas kelancangan saya tuanku, beginilah wujud asli saya."


ehhh dia tiba-tiba jadi begitu kaku. santai saja kali!


"nah jangan kaku begitu Cacha. santai saja. berarti sekarang kita adalah partner kan? kalau begitu mulai sekarang, mohon bantuannya. ah benar juga, pakai wujud anjing kecil saja seperti tadi. kau bisa kan?"

__ADS_1


Cacha terkekeh, "kalau itu kemauan tuan, saya baik-baik saja. aku juga. mulai sekarang, mohon bantuannya." tangan kami terkepal dan saling bersentuhan.


dengan ini, petualangan ku dan Cacha dimulai dari sekarang!


__ADS_2