
sudah empat hari berlalu semenjak rapat itu. semuanya berjalan baik-baik saja kecuali satu. kemana Anna selama ini? aku tidak melihatnya saat dikelas, di kantin saat sarapan, makan siang ataupun malam, dan di perpustakaan, tempat kami biasa berkumpul.
aku telah meminta kedua kakakku untuk mendatangi nya ke asrama perempuan tahun kedua tetapi sama sekali tidak ada respon dari kamarnya. apakah dia sakit? aku tidak tahu. kalau sudah begini aku sendiri yang harus mendatanginya ke asrama perempuan.
ini melanggar aturan sih. apalagi asrama perempuan itu memiliki pengamanan yang lebih ketat daripada asrama laki-laki. kau bisa saja lolos dari hukuman yang dibuat berdasarkan peraturan sekolah jika kau ketahuan, tetapi kau tidak akan lepas dari tinju ibu-ibu penjaga asrama perempuan jika kau tertangkap basah sedang menyusup ke sana.
setiap asrama perempuan di setiap angkatan punya penjaganya sendiri-sendiri. aku tidak tahu banyak tentang mereka tetapi berdasarkan rumor yang aku dengar, mereka adalah mantan ksatria yang sudah pernah terjun langsung dalam peperangan. aku tidak tahu kebenaran dari rumor ini, tetapi lebih baik untuk main aman.
aku akan menyusup malam ini. aku tidak perlu khawatir akan ketahuan atau tidak. yah, menyusup ke tempat seperti itu adalah mainan anak-anak bagi ku. wah, aku benar-benar sombong! tapi aku serius. tetap saja sih aku tidak boleh lengah karena akan repot jika ada jejak yang aku tinggalkan.
malam tiba, inilah saatnya aku beraksi. aku tidak akan masuk lewat pintu depan melainkan Lewat jendela. itu akan lebih mudah. aku bisa saja sih untuk masuk ke dalam gedung asrama wanita dan membobol pintu kamar Anna dan masuk ke dalam. tetapi bukankah muncul di balkon kamar wanita dengan latar belakang sinar bulan seperti Kait** Ki* dari manga detectiv* Con** terlihat lebih keren?
lagipula aku punya firasat kalau dia sedang menatap bulan malam ini. hal yang aku selalu lakukan di malam hari sebelum istirahat. ini hanya firasat saja sih. tetapi aku penasaran apakah dia benar-benar melakukan hal itu.
aku dengan santai masuk ke area Asrama perempuan. ku lihat ada beberapa penjaga yang sedang berkeliling di sana. persenjataan mereka cukup lengkap. sebuah pedang berukuran sedang juga tersampir di pinggang mereka. kalau dilihat dari kekuatannya sendiri, setidaknya minimal mereka berada di peringkat semi grade satu. peringkat yang cukup tinggi hanya untuk menjaga area Asrama.
secara tak acuh aku berjalan melewati mereka. aku tidak perlu mengendap-endap bahkan jika yang menjalani patroli ini adalah seorang ksatria ataupun mage dengan kekuatan setara grade Spesial. menyembunyikan hawa keberadaan ku bahkan tanpa harus mengaburkan tubuh fisikku adalah hal yang mudah.
para penjaga yang sedang berpatroli juga sama sekali tidak menyadari ku. tidak, alih-alih Mereka tidak menyadari, itu seperti mereka memang sama sekali tidak merasakan adanya kejanggalan apapun. itu lebih baik. aku tidak harus menghadapi kecurigaan nanti.
__ADS_1
hmmmm aku bertanya-tanya dimana kamar Anna. baiklah, mari cari dia dengan sihir pendeteksi. oh, ketemu! dia ada di lantai tiga. seperti perkiraan ku, dia sedang menatap bulan. aku segera menemuinya menggunakan sihir terbang.
****
Tidak seperti langit malam yang cerah karena sinar bulan dan bintang yang menerangi gelapnya malam, Tatapan Anna kosong. sudah sejak lima hari sejak kejadian itu dan dia sama sekali tidak keluar dari asramanya. dia tidak memberitahukan masalah ini kepada siapapun.
tetapi bahkan, sudah lima hari dia disini dan tidak ada satupun orang yang mendatanginya. apakah tidak ada yang peduli dengannya? apa dia benar-benar setidak berguna itu sehingga tidak ada yang menghampirinya dan menanyakan keadaannya?
dia terus termenung seperti itu, hingga akhirnya dikagetkan dengan kehadiran orang yang sangat dia kenali, sahabat tercintanya, Issac. dia senang. bahkan bibirnya membentuk senyuman. namun, begitu ia tersadar bahwa dia sedang tersenyum, Anna segera menghapus itu dari wajahnya.
Lima hari yang lalu, dia berkali-kali menyalahkan Issac dalam hatinya. dia tidak tahu ekspresi seperti apa yang harus dia Pasang saat bertemu Issac dan perasaan apa yang harus dia luapkan ketika dia berbicara dengannya nanti. Anna tidak tahu.
"Yoohhh, Anna, sudah lama tidak bertemu ya. aku merindukan wajah mu yang cantik lhoo..." biasanya ketika mendengar itu Anna akan malu-malu tetapi senang. namun kali ini, dia tidak seperti itu. Issac yang menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Anna yang dia kenal
Anna memalingkan wajahnya. dia tidak marah. dia sudah tidak menyalahkan Issac. tetapi entah kenapa dia tidak kuasa menatap wajah Issac. hatinya sakit. Issac yang menyadari ketidak beresan ini segera menuntun Anna untuk masuk ke kamarnya. sedikit tidak sopan, tetapi ini bukan saatnya memikirkan itu.
Anna duduk di kasur sementara Issac sedang membuat kan teh untuk mereka berdua. pembicaraan ini akan panjang, jadi dia juga menyiapkan cemilan. ini bukan waktu yang tepat tetapi tidak ada masalah.
"Anna, kalau kau tidak keberatan, maukah kau menceritakan apa yang terjadi padamu selama ini? aku mungkin tidak bisa menyelesaikan masalah mu, tetapi tidak apa-apa untuk sedikit membagikan beban mu padaku. kita sahabat, sih."
__ADS_1
Anna sudah mulai tenang. tangisannya sudah reda. dengan agak terbata, dia mulai menceritakan seluruh kejadian buruk yang dia alami. termasuk apa yang Gustave lakukan kepada dia.
****
Issac menyeruput tehnya. dia mendengarkan semua curahan hati yang keluar dari mulut Anna. dia tidak memotong. dia benar-benar mendengarkan semua itu hingga hati Anna menjadi ringan. tetapi tentu saja, tangannya diam-diam terkepal setelah mendengar apa yang terjadi padanya. bahkan, telapak tangannya berdarah.
ini salahnya. itu sudah pasti. dia berjanji untuk melindungi Anna bahkan melepaskan Anna dari tangan kotor Conrad. tetapi bahkan, dia tidak melakukan apapun untuk itu. rasa menyesal, marah, kebencian, dan dendam terakumulasi di dalam hatinya.
dia tidak keberatan jika seandainya dirinya lah yang diincar. toh, tidak ada satupun yang bisa melukainya. tetapi dia terlalu naif. dia mungkin tidak akan terluka, tetapi jika dia tidak menegaskan kekuatannya dihadapan orang-orang itu, Akan muncul Anna-Anna yang lain. dan dia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
dia memeluk Anna. gadis ini adalah orang yang sangat berharga bagi dirinya. sama berharganya dengan Aurellia, kedua kakaknya dan Lili. usaha untuk mencelakakannya adalah dosa yang tidak bisa ditebus bahkan dengan sebuah gunung emas sekalipun.
"Issac, aku tahu ini egois tetapi, bisakah aku terus memeluk mu seperti ini? aku....masih takut."
Mendengar permintaan itu dari mulut Anna langsung membuat hati Issac luluh. Issac tersenyum dan mengelus rambut merah Anna yang indah.
"keegoisan seperti ini akan selalu aku terima Anna. peluklah aku, sampai kau puas."
Anna tersenyum lembut mendengar jawaban Issac. dia menyenderkan kepalanya ke dada Issac. tidak perlu waktu lama, Anna jatuh tertidur.
__ADS_1
menyadari itu, Issac menggendong Anna dengan gaya tuan putri dan menaruhnya di kasur lalu menyelimuti tubuhnya. Issac duduk di samping ranjang Anna. memutuskan untuk menungguinya. dia terkekeh sendiri. ini seperti seorang pangeran yang menyelamatkan tuan putrinya dari kejaran monster bukan?
Issac tersenyum, lalu memegang dagunya. Besok, dia harus memastikan bahwa Gustave harus menebus dosanya. dia akan memberikan perhitungan pada Gustave. dia memikirkan cara terbaik dan terkeji untuk menghukum Gustave.