Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Invasi Ke Pesa


__ADS_3

Kerajaan Garlin atau yang dulunya adalah federasi Garlin, memiliki sumber daya yang melimpah dan tanah yang subur. Tetapi mereka terlalu buruk dalam mengelolanya. Populasi mereka cukup besar, lebih dari satu juta jiwa. Tetapi mereka tidak bisa memberikan makan untuk para penduduknya.


Itulah yang tentara kerajaan Heinz dapatkan ketika berhasil menguasai satu persatu wilayah yang strategis di kerajaan Garlin. Penduduk yang makan dengan porsi sangat sedikit padahal tanah mereka subur adalah pemandangan yang biasa.


Selain itu, kebanyakan rumah yang ada di sana juga rapuh dan reot. Hanya Pesa dan wilayah sekitarnya saja yang lebih makmur. Sisanya, mereka dibiarkan hidup dalam garis kemiskinan.


Hal ini membuat kerajaan mengirimkan banyak bantuan kepada mereka. Pakaian hangat, selimut, makanan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kapal-kapal dan karavan yang mengangkut bantuan datang berbondong-bondong.


Bantuan ini membuat keuangan kerajaan sedikit terbebani. Tetapi ini adalah harga yang murah untuk meraih hati rakyat kerajaan Garlin yang merupakan Beastmen. Begitulah pertimbangan Issac.


Hal itu juga diikuti oleh berbagai serikat dagang, parlemen, dan yang lainnya. Lagipula, wilayah yang telah diduduki akan menjadi bagian dari kerajaan Heinz. Dan sudah menjadi tanggung jawab kerajaan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.


Alhasil, mereka bersimpati dengan kerajaan dalam waktu yang singkat. Petisi telah mereka buat dan diberikan kepada pihak militer lalu diteruskan kepada parlemen. Isi dari petisi itu sederhana. Mereka menuntut untuk memasukan wilayah mereka menjadi satu dengan kerajaan Heinz.


Tanggapan para anggota parlemen terpecah menjadi dua. Ada yang tidak ingin para Beastmen memasuki wilayah kerajaan. Tetapi mayoritas dari mereka sepakat untuk membuat wilayah Garlin yang telah direbut menjadi bagian dari kerajaan.


Untuk mereka yang tidak setuju dengan hal ini, Issac membungkam mereka dalam diam. Jika mereka terus berkicau, tujuan ratu akan terhalangi dan ia tidak mau itu terjadi. Toh, ratu Aurellia sama sekali tidak berniat buruk.


Undang-undang anti diskriminasi telah disahkan sejak awal. Para beastmen mendapatkan jaminan keamanan yang sama denga warga negara yang lain. Mereka berhak untuk menikmati pendidikan, menggunakan fasilitas kesehatan, dan hidup dengan tenang tanpa dibeda-bedakan.


Meskipun masih banyak dari masyarakat yang memiliki stigma negatif Kepada para Beastmen, tetapi secara perlahan, hal itu telah berkurang. Meskipun ada jarak, ratu yakin rakyat akan menerima mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerajaan Heinz.


Di saat yang sama, tentara kerajaan terus menembus wilayah kerajaan Garlin. Berkat bantuan yang mereka terima dari penduduk lokal, kedua pasukan yang bergerak dari arah yang berbeda hampir mencapai Pesa. Tapi sebelum mereka sampai ke Pesa, perintah untuk menahan gerak laju tentara telah datang.

__ADS_1


"Tentara kerajaan telah mengepung Pesa dari arah tenggara dan barat kerajaan Garlin! Apa yang harus kita lakukan sekarang!?"


Sementara di Pesa sendiri, kebuntuan terjadi. Raja Boabdil dan para pengikutnya bingung harus berbuat apa. Tidak peduli bagaimana pun mereka memutar kepala dan mencari ide, mereka tidak melihat kesempatan untuk menang.


Raja dan para pengikutnya menjadi tertekan. Kerajaan Garlin baru saja terbentuk! Apakah ini justru akan menjadi akhir bagi kita!? Begitulah mereka berteriak entah kepada siapa.


"Jika Marina di sini....sial! Kenapa aku malah meninggalkannya!? Bajingan!!"


Pada dasarnya, Boabdil tidak bisa melakukan apapun tanpa Marina. Ia adalah gadis yang cerdas dan berbakat. Ia bisa melakukan banyak hal dengan baik. Tetapi tindakan bodohnya membuat ia kehilangan penasihat terbaiknya.


"Yang mulia tidak perlu khawatir. Mungkin saya tidak layak mengatakan ini, tetapi ia mengulur waktu atas kemauannya sendiri. Yang mulia harus lakukan sekarang adalah terus berjuang dan memastikan bahwa pengorbanan yang nona Marina lakukan tidaklah sia-sia."


Hans yang berada di samping Boabdil berusaha untuk menenangkan kemarahan rajanya. Sejujurnya ia senang Marina dengan senang hati mengorbankan dirinya. Tapi ia juga tahu kalau Marina adalah orang penting bagi Boabdil.


"Kau benar, Hans. Terimakasih karena telah menemani diriku hingga sejauh ini. Kita masih memiliki kesempatan untuk menang. Aku yakin kekaisaran Elf dan kerajaan Dwarf akan mengirimkan bantuan sesuai kesepakatan yang telah kita buat."


Sebelum peperangan pecah, Marina telah membuat kesepakatan dan membentuk aliansi dengan sebagai asuransi jika skenario buruk terjadi. Hans tidak menyangka bahwa aliansi itu akan berguna sekarang. Marina sangat tajam dan itulah yang membuat dirinya dengki dengan Marina.


"Tentu mereka akan datang. Untuk membendung pengaruh kerajaan Heinz, mereka tidak punya pilihan selain membantu kerajaan Garlin."


Pertimbangan Hans sepertinya benar. Kekaisaran Elf dan kerajaan Dwarf juga memiliki kebijakan isolasionis yang sama seperti mereka. Jika mereka tidak ingin jatuh, keduanya harus menekan manusia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Hei Lia.....kenapa seorang ratu tiba-tiba berada di garis depan peperangan?"


"Tidak apa-apa kan? Lagipula ini bukan pertama kalinya aku berada di tengah peperangan!"


"Bukan itu masalahnya, Lia. Sekarang kau adalah seorang ratu. Jika seorang ratu sepertimu meninggal tanpa memiliki ahli waris, kerajaan akan menjadi kacau. Yah, kita memang memiliki mekanisme jika hal buruk seperti itu terjadi sih."


Ahli waris? Aurellia menjadi sangat malu ketika ia mendengar itu. Satu-satunya anak yang ingin ia lahirkan adalah buah hati antara dirinya dan Issac. Bukan siapapun.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita buat sekarang? Lagipula, kamu tidak akan membiarkan diriku dalam bahaya, kan?"


Issac hanya tersenyum pahit. Ia ingin punya anak dengan Aurellia. Begitupun dengan kekasihnya yang lain. Tetapi ia merasa belum siap secara mental. Entah kenapa, bagi dirinya tugas seorang ayah jauh lebih berat dibandingkan dengan tugasnya yang sekarang.


"Aku tahu kamu belum siap. Tapi jangan membuat kami menunggu terlalu lama oke? Aku ingin menyiapkan gaun pengantin terbaik untuk pesta pernikahan kita nanti."


Aurellia memeluk tangan Issac dengan mesra. Untung tidak seseorang pun di tenda kecuali mereka. Jujur saja Issac ingin segera menindihnya tapi di tempat seperti ini suasananya kurang tepat.


Begitu mereka merasakan kehadiran seseorang, mereka langsung kembali ke posisi masing. Ternyata yang masuk ke tenda mereka adalah Charles. Ia dengan rendah hati berlutut di depan Aurellia dan Issac.


"Silahkan, berikan kami perintah selanjutnya, yang mulia ratu."


Issac dan Aurellia saling bertatapan dan mengangguk. Aurellia mulai membuka mulutnya dan memberikan perintahnya.


"Siapkan seluruh pasukan yang tersedia. Besok pagi, begitu matahari terbit di ufuk timur, kita akan merebut Pesa!"

__ADS_1


Charles bangkit dan memberi hormat kepada mereka berdua. Besok pagi adalah pertempuran yang menentukan. Dengan jatuhnya Pesa, kendali Garlin akan berada di tangan kerajaan Heinz.


__ADS_2