Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 117: Pengintai


__ADS_3

Lia masih tidur. aku bangun Dari pangkuannya dan mengeluarkan selimut dari tas spasialku lalu menyelimuti tubuhnya. aku jadi segar setelah tidur dipangkuan putri. tentu saja aku bisa melanjutkan pekerjaanku dengan lancar. 30 menit setelah berjibaku dengan kertas-kertas, akhirnya pekerjaanku selesai. Lia juga sudah bangun begitu semuanya beres.


"Selamat malam tuan putri, tidur anda sangat nyenyak. saya jadi sungkan untuk membangunkan Anda." Lia yang baru bangun langsung tersadar dan segera melompat. nah, tenang Lia, pekerjaanmu sudah ku bereskan jadi sudah tidak apa-apa. ah iya, sudah saatnya makan malam, mari kita makan bersama seperti yang aku janjikan."


aku membawa semua dokumen yang ada di meja dan memasukannya ke dalam tas spasial. Lia mengangguk dan pergi bersamaku. kami bergandengan tangan menuju Kafetaria.


*****


Issac berjalan menuju kamarnya. makan malam tadi menyenangkan. tapi sayang lagi-lagi Aurellia mabuk karena kebanyakan minum alkohol. meski begitu, untuk sekarang Issac membiarkan itu. Aurellia memiliki banyak pekerjaan dan tentu saja sejalan dengan banyaknya tekanan. kalau pada akhirnya alkohol bisa mabuk bisa membuatnya sedikit jernih setelahnya, tidak ada masalah seperti itu.


saat Issac sampai di depan pintunya, dia merasakan ada seseorang di dalam. dia menghela nafas, lalu tersenyum. tepat sekali, dia membutuhkan orang ini Sekarang. dia membuka pintunya dan di hadapannya, dia disambut oleh seorang gadis yang sangat cantik.


senyum manisnya menghilangkan semua kelelahan Issac. tubuhnya yang wangi dapat tercium dari tempat gadis itu duduk. itu adalah Misha, kakak dan kekasih tercintanya. Issac langsung menuju ke Misha dan memeluknya. tidak sampai disitu, dia juga tiduran di pangkuan Misha. Issac agak malu untuk mengakuinya, tetapi dia hanya bisa menuangkan kemanjaannya hanya pada Misha.


"dasar adik manja. fufufu...aku selalu senang ketika Issac seperti ini." Misha mengelus rambut hitam Issac.

__ADS_1


"nah, adalah tugas seorang kakak untuk memanjakan adiknya tahu."


Misha tertawaan kecil. tidak hanya mengelus rambut Issac, dia juga mencium bibir Issac. walaupun hanya sekali. itupun sebentar.


"Kapanpun Is mau, aku akan siap memanjakan Is kok." Issac tersenyum dan bangun dari pangkuan Misha. kali ini dia yang mencium bibir Misha. bahkan lebih dalam dan lebih intim.


Misha terlihat merah wajahnya. itu membuat Issac ingin menggodanya lebih banyak lagi. setelah beberapa saat saling bercanda, Misha yang cukup kelelahan akhirnya mengantuk dan tidur. tentu saja Issac tertidur di sebelahnya. sebelum itu, Issac mencium pipi Misha dan berbaring di sebelahnya. selamat malam, Kak Misha.


****


beberapa orang berpakaian hitam di seluruh tubuhnya mengendap masuk ke dalam akademi. tidak ada satupun penjaga yang menyadari kehadiran mereka. jelas saja, orang-orang itu jauh lebih kuat daripada para penjaga dan lebih bengis.


salah seorang pegawai akademi menghampiri orang-orang itu. sepertinya pegawai itu memang menunggu kedatangan mereka. setelah mengonfirmasi beberapa hal, semua dari mereka mengikuti pegawai itu ke kantor dan menulis sesuatu di sebuah buku. mungkin itu adalah daftar yang berisi data para guru maupun pegawai lain yang ada di akademi.


"mulai dari sekarang kalian akan menjadi petugas di akademi ini sesuai dengan yang telah aku daftarkan. ingat, tugas kalian adalah mengawasi dia. jangan ceroboh." orang-orang itu mengangguk dan pergi meninggalkan pegawai itu. tugas mereka akan dimulai sekarang.

__ADS_1


****


Sementara para penyusup tadi yang datang dan meninggalkan kantor, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang yang selalu mengawasi mereka sejak kejauhan. bahkan, orang ini sudah mengawasi penyusup berbaju hitam itu sebelum mereka masuk ke lingkungan akademi.


"hehh...mereka sudah mulai bergerak. aku harus langsung melaporkan ini kepada tuan Starfall. tapi, mana mungkin seperti itu sih. jadi aku akan mengatakan ini pada tuan Wolf saja." setelah memastikan kegiatan mereka sekali lagi, Black Cat, memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka. sudah saatnya untuk gantian. dengan kode tertentu, dia memanggil Black Tiger dan menggantikan posisinya.


****


beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan kabar dari Wolfgang bahwa sekelas orang berusaha untuk mengintaiku setiap saat dan mengawasiku. sayangnya, mereka tidak bisa memastikan wajah orang-orang itu karena mereka memakai penutup wajah. begitu juga pegawai akademi. dia juga memakai topeng.


aku memerintahkan untuk mengawasi gerak-gerik para guru maupun pegawai lain di akademi pada Agen VIESTA. khususnya Wolfgang. benar juga, aku harus menambah jumlah mereka agar dapat memperluas wilayah Operasi mereka. aku akan memerintahkan itu pada wolf nanti.


sekarang aku sedang berada di kelas tambahannya pak Zorgrad. yah, makin kesini kelasnya semakin sepi tapi dia terlihat cuek dan tetap mengajar. hari ini saja hanya aku yang datang jadi kami memutuskan untuk berdiskusi saja alih-alih belajar-mengajar.


"ah benar juga, apakah kau tahu kalau tunangan mu akhir-akhir ini sering mendatangiku?" eh, mendatangi pak Zorgrad? hmmm... mungkinkah karena pak Zorgrad adalah kakeknya?

__ADS_1


"yah apapun itu, Anna sepertinya merahasiakan hal ini jadi aku tidak perlu memberitahumu ya." kalau begitu kenapa kau memberi tahuku kakek tua!? ya ampun ada-ada saja.


tapi Anna menghampiri pak Zorgrad ya? dia juga sering menghabiskan La-Sa guild waktu itu. aku pikir dia ingin merahasiakan hal ini dariku, karenanya aku akan menghargai usahanya dan tidak mencari tahu hal itu.


__ADS_2