
Keesokan hari setelah sampai di kota Cliff, Issac dan partynya berangkat ke guild petualang setelah sarapan. karena sedang terjadi kekurangan bahan makanan di kota Cliff, mereka harus merogoh kocek sedikit lebih dalam daripada biasanya. si pemilik penginapan juga berkali-kali minta maaf sebab dia terpaksa menaikkan harga karena tidak punya pilihan. yah, Issac dan yang lainnya mewajarkan hal itu.
sebenarnya misi yang mereka ambil di Guild Kota Akademi adalah misi yang dikeluarkan secara resmi oleh Guild Cabang Cliff. karena para petualang lokal tidak bisa mengatasi Ogre Salju, mereka meminta bantuan kepada Guild dari cabang lain yang memiliki petualang yang lebih profesional dan berpengalaman. jadi, mereka harus mengonfirmasi misi mereka pada Guild kota Cliff terlebih dahulu.
sesampainya di Guild, mereka cukup bingung karena sangat sepi. tidak ada satupun petualang yang ada disini. paling hanya seorang petugas bersih-bersih dan seorang resepsionis.
James sebagai pemimpin party menghampiri meja resepsionis. seorang pria yang mungkin berusia 30 tahun-an sedang berdiri disana. "Selamat datang di Guild Petualang Cabang Clifford. apa yang kami bisa lakukan untuk kalian?"
meskipun terlihat kelelahan dan agak jengkel dengan party Issac, pria itu tetap berusaha untuk seprofesional mungkin. "Kami ingin menjalankan misi yang kalian berikan pada Guild kota Akademi. kami ingin mendengar rincian dari kalian. termasuk tempat dari desa yang tertulis di misi ini dan kondisinya."
mendengar hal itu, ekspresi resepsionis sedikit cerah dan mulai memberikan penjelasan yang lebih detail kepada James. kebetulan Issac yang juga berada disitu ikut mendengarkan. desa itu terletak setengah jam dari kota. mereka bisa pergi kesana dengan cepat jika keluar lewat gerbang lain yang terletak di barat. desa itu terletak di perbukitan. Ogre Salju yang keluar dari sarangnya terus meneror desa itu untuk mencari makan. akhirnya mereka merampas ternak-ternak yang digembalakan disana.
sejauh ini belum ada korban dari teror Ogre Salju. tetapi akibatnya, desa mengalami kerugian yang sangat besar. mereka jadi kekurangan protein yang diperlukan maupun lemak serta bulu dari domba yang mereka ternak. mereka juga tidak bisa membayar pajak kepada Earl Clifford. mereka dalam posisi yang sangat rapuh sekarang.
setelah memberikan beberapa penjelasan lainnya, Resepsionis selesai berbicara. Issac yang cukup penasaran kenapa Guild begitu sepi bertanya pada petugas itu.
"Sebenarnya setiap musim dingin, jumlah petualang akan berkurang. terutama petualang asli dari wilayah Clifford. itu adalah hal yang wajar karena biasanya mereka akan memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih mudah mendatangkan uang seperti menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar ataupun yang lainnya. jadi Petualang dari wilayah lain yang biasanya memenuhi tempat ini.
__ADS_1
tetapi semenjak kebijakan pembatasan diperlakukan secara ekstrim, para petualang dari tempat lain yang biasa menjalankan misi disini menjadi enggan untuk bekerja disini dan hasilnya seperti yang kalian lihat. banyak misi-misi yang terbengkalai dan keamanan menjadi semakin terganggu. Cih, dasar pemimpin tolol!"
untung di guild hanya ada mereka jadi tidak ada yang mendengar cacian dari resepsionis selain Issac dan partynya. menghina seorang bangsawan oleh rakyat jelata akan dihukumi dengan hukuman yang sangat berat.
setelah menyelesaikan urusan mereka di guild, akhirnya mereka berangkat ke tempat yang dimaksud.
****
mengikuti yang lainnya, aku berjalan dibelakang mereka. sebenarnya aku berniat untuk menjadi Thief sih untuk mereka. dimana aku pergi terlebih dahulu untuk mengintai daerah yang akan kami lewati dan memastikan bahwa semuanya aman-aman saja. tetapi aku tidak jadi melakukan itu. sejujurnya, pikiranku sedang kalut sekarang.
"sepertinya pemuda yang ada di sampingku sekarang sedang murung ya? aku bertanya-tanya mengapa demikian?" dengan nada riang dan menggoda seperti biasanya, Anna berusaha bercanda denganku.
aku mencubit pipinya yang agak tembam itu. hei hei hei...aku cukup terhibur tahu. tetapi tetap saja itu sama sekali belum menyelesaikan kekhawatiran ku.
"Tidak ada apa-apa anak nakal. kau ini selalu saja Ingin tahu apa yang aku pikirkan ya dasar anak nakal!"
aku mengatakan itu sambil mencubit pipinya. baru beberapa detik kemudian aku puas. Anna memasang wajah cemberut tetapi aku yakin dia sedang main-main jadi tidak ada kemarahan sama sekali dalam ekspresinya.
__ADS_1
tapi tetap saja, aku masih kalut. kalau kalian memahami akar penyebabnya, salah satu alasan kenapa penduduk Clifford mengalami kelaparan dan kedinginan parah adalah karena ulahku. secara langsung maupun tidak langsung. akulah yang memprioritaskan untuk merekrut tenaga kerja dari wilayah ini untuk membangun Adonia sehingga akhirnya mereka membatasi Gerbang di seluruh penjuru kota. bahkan hingga daerah perbatasannya. itu semua karena aku ingin menghancurkan Keluarga Clifford secara perlahan dan menyakitkan.
selain itu lewat jaringan La-Sa Guild, aku memonopoli pembelian bahan pokok yang seharusnya diperjualbelikan di wilayah Clifford. hasilnya sudah bisa ditebak. pedagang enggan masuk dan akhirnya menjual barang-barang mereka padaku. kas Clifford memang menipis, bahkan hampir kosong karena harus membeli barang-barang pokok dari wilayah Schazar dan sekitarnya dengan harga yang lebih mahal dan kualitas yang lebih jelek.
tapi imbasnya jauh lebih terasa kepada rakyat biasa. harga bahan primer melonjak sehingga rakyat makin kesusahan untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. akhirnya pencurian semakin marak terjadi dan kekerasan semakin meningkat.
ternyata memang benar. ketika sesama elite saling bertarung, rakyatlah yang sesungguhnya mendapatkan dampak paling parahnya. bahkan aku sekalipun yang berusaha menghindari korban yang tidak diperlukan tetap tidak bisa lepas dari dosa seperti itu.
saat aku sedang memikirkan itu, tiba-tiba Anna menggenggam tanganku dengan sangat erat, membuat kesadaranku akhirnya kembali. aku menoleh kearahnya. dia tersenyum. senyum yang sangat manis. benar-benar sesuai dengan wajahnya yang indah.
"kau tahu Issac, aku paham bahwa ketika kau melakukan banyak hal, artinya kau memiliki lebih banyak beban. bahkan jika aku meminta penjelasan darimu, itu sama sekali tidak berguna karena aku jelas-jelas tidak bisa menanggung beban yang kau tanggung.
tetapi Issac. aku akan tetap pada pendirianku. aku akan tetap berada di sampingmu! bertarung di sisimu. jadi, jangan khawatir. aku tidak akan meninggalkanmu."
mendengar kalimat itu membuatku terkesima. beban yang ada di pundakku terasa jauh lebih ringan! rasa bersalahku memang masih ada tetapi aku jadi mendapatkan semangat untuk memecahkan masalah ini. saking senang dan bahagia dengan perkataan Anna, aku memeluknya dengan erat. seperti biasa. dia hangat dan aku tidak akan bosan dengan itu!
"terimakasih Anna, aku mencintaimu!" eh, apa yang aku katakan!? Anna juga sama terkejutnya denganku. wajah kami berdua memerah. tapi Anna jauh lebih merah. dengan rasa canggung dan malu yang sangat-sangat memalukan, kami berjalan bersisian hingga mencapai desa, meskipun dengan kecanggungan yang aneh sih.
__ADS_1