Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Weekend Spesial (part 1)


__ADS_3

sudah tiga hari semenjak orang-orang yang Issac tugaskan untuk menyelasaikan kasus penggelapan dikirim. penyelidikan sedang berjalan. untuk membantu jalannya penyelidikan dan menjamin keamanan para tim investigasi, Issac melibatkan para ksatria Adonia untuk menjaga mereka. dengan begini, Penyelidikan akan berjalan lancar dan tim investigasi tidak perlu khawatir akan keselamatan mereka.


yang membuat Issac dan yang lainnya senang, tim investigasi berhasil mendapatkan beberapa nama terduga pelaku penggelapan. mereka dengan sigap mencari dan melacak kemana aliran dana yang selama ini diberikan oleh Issac dan Aurellia mengalir. selain itu, mereka juga menyesuaikan bukti pembayaran dan jumlah barang yang dibeli dengan barang yang benar-benar datang. jika ada ketidakcocokan maka sudah dipastikan mereka memainkan sesuatu. para terduga pelaku sudah ditahan oleh para Ksatria.


tapi yang menjadi masalah...


"Hei Is, bisakah kau meluangkan waktu untukku di hari Sabtu dan Minggu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Hmm...boleh saja sih. tuan putri, aku dan Anna akan mengambil cuti besok. boleh kan?"


Aurellia yang sedang membaca laporan mengalihkan pandangannya ke Issac lalu Anna. dari eskpresinya, dia terlihat tidak keberatan.


"boleh saja sih, tapi pastikan kalian telah menyelesaikan semua pekerjaan kalian hari ini."


""Terimakasih, tuan putri."" atas kebaikan Aurellia, mereka menundukkan badan mereka bersamaan. Issac tidak punya ide apapun tentang apa yang Anna pikirkan. maka dari itu, biar Anna sendiri yang mengatakan.


keesokan harinya, Issac sudah siap untuk pergi. Anna bilang, dirinya ingin berkencan dengan Issac. dia tidak keberatan. meskipun mereka sudah bertunangan dan Anna telah bekerja di sisi Aurellia, mereka tidak punya terlalu banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan bersantai karena pekerjaan mereka yang menumpuk. lagipula, Issac punya kewajiban untuk menjaga dan memastikan keselamatan Aurellia.

__ADS_1


Anna telah menunggunya di gerbang luar. Issac terpana melihat Anna hari ini. rambut panjangnya yang berwarna merah dibiarkan terjulur hingga menyentuh punggungnya. dia mengenakan gaun berlengan panjang dengan rok hingga hampir menyentuh tumitnya. sedari awal, Issac memang mengakui kecantikan Anna. tapi melihat Anna yang sekarang, dia tidak bisa memalingkan pandangannya.


"kau terlihat sangat cantik hari ini, Anna. seandainya aku bisa menikmati keindahan seperti ini sepanjang waktu."


"Terimakasih Is. kau juga...hari ini terlihat tampan sekali. aku semakin tidak mau berpisah denganmu."


setelah saling memuji, mereka memberikan kecupan masing-masing di bibir. mereka tidak terlalu peduli jika ada yang melihat. itu hanya kecupan ringan, tetapi entah Anna maupun Issac sangat menyukai sesuatu seperti ini. bahkan, jika mereka sedang bekerja atau di kelas sekalipun.


sepuluh menit menunggu, kereta kuda milik Issac telah datang. Issac naik terlebih dahulu, lalu menuntun Anna untuk naik kemudian. terlihat seperti tuan putri yang menggandeng tangan Ksatria. setelah mereka semua masuk, kusir mencambuk kuda dan kereta pun berjalan.


sepanjang perjalanan, Issac dan Anna membicarakan banyak hal. mulai dari keseharian Anna saat di asrama, interaksinya dengan kawan-kawan wanitanya, dan kegiatannya di luar bekerja sebagai asisten Aurellia.


dan nilai untuk pekerjaan Anna, dalam pandangan Aurellia maupun Issac, adalah 15/10. ya, itu nilai yang bahkan melampaui angka sempurna. mereka sangat tidak menyangka bahwa Anna sangat bisa diandalkan dalam pekerjaan seperti ini. dia tekun, teliti, dan cerdas. tidak kecerobohan dalam pekerjaannya.


Anna sadar kalau dia memaksakan diri untuk melatih sihirnya maupun kekuatan fisiknya lalu berdiri di samping Issac dan bertarung melawan musuh-musuhnya yang kuat, dia yang akan hancur terlebih dahulu. dia akan menjadi beban bagi Issac. pada akhirnya, Anna menyadari bahwa sebagai seorang tunangannya, yang kelak akan menjadi istri Issac, dia memiliki caranya sendiri untuk melindungi apa yang penting baginya dan orang yang dia cintai.


mereka melewati desa Adonia dan melihat kondisi pembangunan dengan sekilas. dari luar terlihat berjalan lancar. meskipun ada beberapa masalah, setidaknya proyek bisa terus berlanjut dan tidak tertunda karena waktu mereka juga terbatas.

__ADS_1


"Anna, entah kenapa, akhir-akhir ini, ekspresimu lebih cerah daripada yang sebelum-sebelumnya. apakah ada sesuatu yang membuatmu begitu ceria?"


"Hmmm? entahlah. tapi aku pikir, menjadi tunangan Is dan bekerja disisinya dan putri Aurellia adalah salah satu berkat terbesar dalam hidupku."


ekspresi Anna saat mengatakan itu sangat manis. Issac tidak tahan dan akhirnya mencium bibirnya. tapi kali ini bukan ciuman sederhana seperti yang biasa mereka lakukan. ini adalah ciuman yang dalam. lidah mereka saling bersentuhan untuk mencari kesenangan yang lebih. tapi Issac mendominasi. bahkan, saking nikmat dan panasnya, Anna sampai mengeluarkan erangan lembut dari bibirnya. sepertinya dia terangsang.


"chuuu...ah..chuu."


pada akhirnya ciuman mereka berakhir dan sebuah benang perak terbentuk di antara mereka. itu benar-benar ciuman yang intens.


"Apa yang kau lakukan Is! ini tidak seperti biasanya!"


Issac tersenyum lalu mengelus kepala Anna. ekspresi ngambeknya benar-benar membuat dia semakin lucu.


"itu karena Anna sangat manis hari ini. aku jadi tidak bisa menahan diri."


wajah Anna lagi-lagi memerah karena dipuji oleh kekasihnya. dia sudah mengharapkan waktu-waktu seperti ini. tapi dia sendiri tidak menyangka bahwa tunangannya seagresif ini.

__ADS_1


sisa perjalanan mereka menuju Venz dihabiskan dengan Issac memanjakan Anna.


__ADS_2