
Resimen perbatasan di barat berkekuatan sekitar 3.500 sampai 4000 tentara. Tugas mereka tidak berbeda dari resimen perbatasan provinsi lain, yaitu mengawasi dan mengontrol wilayah perbatasan. Setiap hari selama 24 jam, regu pengintai yang berjumlah sekitar 100-150 orang dikirm untuk memastikan bahwa pihak luar tidak menyebrangi wilayah kerajaan secara ilegal.
Idealnya, jika sesuai prosedur, resimen perbatasan akan melaporkan setiap keadaan yang terjadi di perbatasan kepada komando yang ditempatkan di provinsi masing-masing.
Resimen perbatasan barat juga secara rutin menyampaikan laporan keadaan secara rutin. Tapi hari ini berbeda. Issac datang langsung ke sana dan ikut mengawasi keadaan di perbatasan.
"Akhir-akhir ini, tidak terjadi pergerakan aneh di sini. Entah dari kekaisaran Grand Aria maupun para monster. Ah saya lupa! Biasanya kita juga menemukan jejak kehidupan di hutan."
Jejak kehidupan? Tidak, tidak. Bukan berarti tidak ada kehidupan di hutan. Terkadang memang ada beberapa pemburu atau petualang yang membuat tenda di dalam hutan. Jadi itu wajar.
Tapi sepertinya kali ini tidak sesederhana itu. Issac meminta komandan resimen perbatasan untuk mengungkapkan secara detail jejak itu.
"Hmmm.... sejujurnya, tidak ada yang janggal dari bekas jejak itu. Hanya ada satu tenda yang masih terpasang walaupun agak berantakan dan bekas api unggun yang terlihat baru saja dimatikan. Hanya itu."
"Hanya itu ya..... tidak, tunggu dulu. Itulah masalahnya. Biasanya, para petualang ataupun pemburu membawa lagi tenda mereka dan sebisa mungkin tidak menyisakan sampah maupun jejak."
"Apakah maksud anda bahwa ini adalah jebakan? Kalau begitu, mungkin akan lebih baik jika kita mengawasi titik-titik itu."
__ADS_1
"Begitu? Nah, lebih baik tidak. Justru itulah yang mereka inginkan. Ketika kita fokus pada hal itu, ada kemungkinan besar kalau musuh akan Melakukan infiltrasi ke wilayah kita dan mensabotase tempat-tempat vital yang ada di kerajaan."
"Kalau begitu tuan Starfall, apakah ada tindakan yang harus kami ambil?"
Issac mengalihkan pandangannya ke peta dan menandai beberapa titik.
"Ini adalah titik yang rawan. Karena kondisi geografis wilayah ini yang merupakan berbukit, tempat yang aku tandai ini adalah wilayah yang curam. Tetapi masih ada jalur setapak yang menghubungkan wilayah Heinz dan Grand Aria.
"Aku yakin kalian mengendurkan penjagaan kalian di daerah ini. Itu bukan hal yang buruk tetapi jika ini terus berlanjut, kita akan kecolongan.
"Mari kita tingkatkan penjagaan di tempat ini. Juga, tolong perketat penjagaan. Ada kemungkinan tidak lama lagi, aksi bandit akan menjadi marak."
Komandan resimen memberikan hormat pada Issac. Bagus. Untuk menunjang misi mereka, Issac akan segera menempatkan beberapa prajurit baru yang telah lulus dari akademi. Untuk sisanya, ia menyerahkan itu kepada komando resimen perbatasan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apakah hal seperti ini benar-benar diperlukan? Aku sendiri tidak keberatan dengan patroli. Tetapi kau tidak perlu melakukan ini kan?"
__ADS_1
Di atas seekor kuda, Agatha mengikuti Issac yang sedang berpatroli di sisinya. Issac sendiri yang mengajak. Karena tidak banyak yang ia lakukan, Agatha memutuskan untuk menerima itu.
"Tidak apa-apa kan? Aku hanya ingin melihat kondisi di sekitar perbatasan. Ah, aku tahu, kau pasti khawatir denganku. Benar?"
"Hmmpphh! Siapa juga yang mengkhawatirkanmu?! Lagipula dengan kekuatanmu sendiri, kau bisa menghancurkan semua musuhmu dengan satu serangan."
Issac tersenyum.
"Itu benar. Tetapi rasanya sedikit menyakitkan ketika istriku tidak mengkhawatirkan kondisi suaminya yang kelelahan."
Eh? Wajah Agatha memerah. Tidak! Itu tidak seperti yang Issac pikirkan!
"Bu-bukan itu maksudku!! Ka-kau itu kuat! Ja-jadi untuk....Ahhh!! Aku tidak peduli lagi! Pokoknya itu tidak seperti yang kau bayangkan!!"
"Hahaha! Maaf-maaf. Aku hanya bercanda. Aku yakin Agatha mencintaiku dan selalu khawatir denganku. Terimakasih untuk itu. Aku mencintaimu, Agatha."
Uhhh...wajah Agatha menjadi sangat panas. Sementara Issac melihat dirinya sambil tertawa puas, Agatha menjadi sangat malu. Rasanya ia ingin bersembunyi di sebuah lubang! Ini adalah kebiasaan Issac untuk menggoda dirinya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, mereka bermesraan satu sama lain dengan cara mereka sendiri. Issac menggoda dan Agatha marah. Ini sama sekali bukan rutinitas yang membosankan dan keduanya menikmati waktu mereka bersama-sama.
Tidak ada hal janggal apapun yang mereka temukan. Sore itu, mereka kembali ke mansion keluarga Mariendolf dan menghabiskan malam di sana. Bersama Angelica, Agatha, Sasha, dan Misha.