
seperti yang aku janjikan pada putri, aku mengajaknya ke desa tempat Bibi Mervouw tinggal. tetapi karena mengajak putri itu agak merepotkan, jadi kami berangkat diam-diam tanpa diketahui oleh siapapun. maksudku, yah...ketika seorang keluarga kerajaan berpergian, ada banyak protokol yang harus dilaksanakan. entah itu pengawalan, pengawasan, dan lain-lain.
beberapa hari sebelum berangkat aku sudah mengirimkan surat kepada Bibi Mervouw. dia senang karena aku akan kembali kesana. aku tidak bilang akan mengajak kakak ku seperti yang aku janjikan sebelumnya, tetapi aku memberitahu dia kalau aku akan membawa seorang teman dari akademi. syukurlah bibi tidak keberatan.
kami memutuskan untuk berangkat hari Jum'at sore. untuk menghemat waktu, aku menyewa dua kuda. satu untukku dan satu lagi untuk putri Aurellia.
putri Aurellia mengerjakan tugasnya dengan sangat baik. begitu kami bersepakat, dia langsung berangkat ke Istana keesokan harinya (tentu saja diam-diam. dia cukup hebat untuk mengendap-endap) dan langsung berbicara kepada raja soal niatnya.
syukurlah, entah karena kemampuan berbicaranya yang luar biasa atau karena dia anak kesayangan ayahnya, sang raja langsung mengabulkan permintaannya dan segera memanggil menteri yang bersangkutan, yaitu menteri urusan dalam negeri.
ku pikir itu karena keduanya sih. seperti yang diharapkan dari tuan Putri!
karena menggunakan kuda, perjalanan kami terasa cukup singkat. ini adalah kuda terbaik yang aku sewa. daya tahan dan kecepatan larinya luar biasa, jadi dalam waktu singkat, kami sudah sampai di desa.
ahhh...ini benar-benar pemandangan yang luar biasa! meskipun aku sudah dua kali kesini, aku masih mengagumi keindahan ladang bunga yang terhampar. semilir sejuk udara sore hari ditambah bau wangi yang berasal dari berbagai bunga...ini benar-benar terapi alami hebat!
Putri Aurellia juga terlihat kagum dengan pemandangan di desa ini. mata birunya indahnya yang terpejam dan dan rambut perak indahnya yang terayun karena angin sepoi-sepoi membuat dirinya terlihat....apa yang harus aku katakan? yah, dia terlihat manis dan cantik. beruntung sekali lelaki yang bisa mendapatkan hatinya.
"Ada apa Issac. apakah ada sesuatu di wajahku."
eh, sepertinya aku terlalu lama memandangi wajah tuan putri sehingga tidak sadar aku melamun. ini agak... memalukan. tapi aku tidak mau menjadi satu-satunya orang yang Malu disini!
"Wajah anda sangat cantik ya putri... seperti biasa."
mendengar pujian yang keluar dari mulut ku, wajah putri memerah. ah, ini dia! gap moe yang sangat luar biasa. ekspresi malu-malu milik putri adalah yang terbaik!
"Kau Suka sekali menggoda ku ya! hmmmpphh"
__ADS_1
wah ini sih gawat. dia ngambek. sepertinya aku harus menenangkannya ya.
butuh setidaknya tiga puluh menit hanya untuk mengembalikan mood putri seperti semula. yah, aku menjanjikan dia untuk membawa dia berkeliling di desa ini diluar urusan pekerjaan. aku memang pernah jalan bersama Putri tapi dengan pengawalan yang cukup ketat saat di Romeon. alhasil, putri tidak bisa menikmati waktunya.
baiklah, mari kita selesaikan pekerjaan ini terlebih dahulu. setelah itu, mari kita habiskan waktu dengan malaikat yang berdiri di sebelah ku.
****
Issac dan tuan putri berjalan menuju ke rumah Mervouw. di teras, Mervouw sudah menunggu Issac. Mereka meletakkan kudanya di kandang yang terletak di belakang rumah Mervouw. melihat Issac, Mervouw merasa bahwa dia sedang melihat cucunya.
"Ayo Silahkan masuk. aku sudah menghidangkan teh hangat untuk kalian. ah benar juga, saya lupa memperkenalkan diri dengan nona yang ada di samping nak Issac. perkenalkan, Saya Mervouw. kepala desa ini. senang bertemu dengan anda."
Putri Aurellia agak kaget dengan kehangatan Mervouw. dia juga balas memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan juga, saya Lia. kakak kelas Issac. bisa dibilang, saya adalah teman kecilnya. senang bertemu dengan anda juga, Nyonya Mervouw."
Mervouw membawa mereka masuk ke dalam dan mempersilahkan mereka untuk duduk. di depan Issac dan Putri Aurellia, secangkir teh dengan uap mengepul dan wangi terhidang. Issac tanpa ragu meminum tehnya. diikuti dengan putri Aurellia.
itulah komentar pertama yang keluar dari mulut putri Aurellia setelah dia mencicipi tehnya. dia sendiri tidak bisa menggambarkan dengan detail rasanya, tapi teh sejenis ini rasanya menenangkan pikiran. rasa lelah di tubuhnya juga hilang.
Mervouw tersenyum mendengar pujian dari Putri Aurellia. dia lalu menjelaskan bahwa ini adalah teh orisinil yang dia buat secara langsung dengan memetik kelopak bunga terbaik. tidak hanya mawar, dia juga mencampurkannya dengan dedaunan kering lain yang memiliki manfaat untuk menenangkan pikiran dan menghilangkan lelah. ini adalah resep yang diwariskan turun-temurun dari neneknya Mervouw.
"memang benar kalau minuman ini membuat aku sedikit rileks. pikiran ku juga menjadi jernih. Selain itu, minuman ini juga cocok untuk menghangatkan badan. ini benar-benar luar biasa!"
Issac tahu apa yang Putri Aurellia pikirkan. akhirnya dia berinisiatif untuk berbicara langsung dengan Mervouw.
"Bibi, jika kau tidak keberatan, bisakah aku meminta resep dan bahan dari teh yang kita minum sekarang?"
__ADS_1
"Tentu saja. dengan senang hati. aku akan memberikannya pada mu sebelum kamu kembali ke akademi."
Bibi Mervouw juga mengerti keinginan teman Issac itu. dia akan memberikan itu nanti.
"Baiklah tuan putri, masih ada beberapa jam lagi sebelum malam. mari kita rapihkan barang bawaan kita terlebih dahulu. setelah itu, aku akan mengajak mu berkeliling."
Mervouw mengantar mereka ke kamar masing-masing. kali ini mereka menempati kamar di lantai bawah. mungkin karena tidak ramai seperti saat Issac pertama kali datang kesini.
setelah lima menit membereskan barang Mereka, Issac dan Putri Aurellia berkeliling desa. tidak seperti dua pekan yang lalu, desa ini terlihat lebih hidup. anak-anak dengan bebas berlarian di luar rumah. para orang tua yang biasanya hanya tinggal di dalam rumah kini mulai bersosialisasi satu sama lain. bahkan cukup banyak dari mereka yang ikut membantu merawat ladang bunga.
saat sedang berkeliling desa yang tidak begitu luas, dua orang dari staf guild terlihat menghampiri Issac dan Putri Aurellia.
****
"Selamat Sore Tuan. saya kepala divisi pengembangan dan dia kepala divisi keuangan La-Sa cabang Venz. senang bertemu dengan anda."
seorang wanita menghampiri ku dan Tuan Putri. ah aku memang pernah bertemu dengannya beberapa kali. aku juga sudah pernah mengobrol dengan dia sepertinya ada sesuatu yang penting yang ia sampaikan. baiklah mari kita dengarkan.
"Desa ini hebat tuan! semua yang ada di desa ini memiliki potensi untuk dikembangkan. saya yakin itu. tapi....kita kekurangan orang. lebih tepatnya, saya tidak punya pengetahuan yang tepat untuk mengembangkan ini semua jadi..."
Oh ternyata itu masalahnya. ini tidak terlalu rumit untuk diselesaikan.
"Baiklah, aku akan mengirimkan tim lain dari kantor pusat. mungkin mereka akan datang dalam sebulan kedepan. jadi selama itu, tolong berusaha dengan keras untuk mencari cara Oke!''
dia mengangguk. itu bagus. aku memang berniat membawa tim dari Romeon dan wanita ini membuat ku untuk membawa mereka lebih cepat.
aku melanjutkan jalan-jalan ku dengan putri Aurellia. sesekali putri Aurellia bermain bersama anak-anak. dia juga menyapa orang-orang tua yang duduk di beranda. sebelumnya aku sudah menceritakan kondisi di desa ini pada putri. termasuk populasi di desa ini yang hampir semua hanyalah orang tua dan anak-anak. aku juga memberi tahu apa sebabnya. yah, itu membuat putri sangat marah sih.
__ADS_1
setelah puas berkeliling desa, kami berjalan secara acak hingga akhirnya kami mendaki ke sebuah bukit itu cukup tinggi dan cukup melelahkan, setidaknya bagi putri. tetapi pemandangannya sangat indah. awan berkabut yang menutupi barisan bukit, suara air terjun yang terdengar.
ini adalah perjalanan dengan tuan putri cantik yang sangat menyenangkan hati ku.