Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 32: Dipanggil ke Istana


__ADS_3

Setelah pertandingan selesai, Oliva dan Lilianne pingsan. mereka dibawa ke ruang pengobatan darurat yang ada di arena pertandingan. sementara Issac pergi meninggalkan arena. entah kemana.


"dimana...aku?" Kata Olivia yang baru bangun setelah pingsan. tubuhnya masih agak sakit. tapi luka-luka luarnya sudah sembuh. sepertinya kondisi tubuhnya sudah membaik secara keseluruhan.


"kau berada di ruang kesehatan arena ini" orang disebelahnya menjawab. dia menoleh ke ara suara itu. rupanya dia adalah Lilianne. dia sepertinya sudah sadar agak lama. tubuhnya masih lemas. begitu juga Olivia, tetapi kondisinya baik-baik saja. sekarang hanya ada mereka berdua di ruangan ini.


keadaannya menjadi agak canggung. mau bagaimana lagi kan? mereka tadi bertarung habis-habisan. tiba-tiba dihadapkan dengan kondisi seperti ini siapa yang tidak canggung?


tetapi sepertinya Lilianne mengambil inisiatif untuk berbicara duluan.


"....maafkan aku Olivia. waktu itu aku sedikit...tidak, sangat berlebihan. aku tidak tahu apa-apa soal orang tua mu, tapi aku bahkan mengatakan mereka dengan kata-kata kasar." Lilianne menundukkan kepalanya ke arah Olivia.


Olivia agak gugup. jarang sekali ada bangsawan yang mau menundukkan kepalanya untuk meminta maaf. paling baik biasanya hanya memberikan recehan kepada rakyatnya sebagai bentuk penyelesaian masalah.


"tidak masalah nona Lilianne. saya juga berlebihan karena memotong ucapan anda terlebih dahulu."


"kau tahu, jujur saja, saat aku melihat kau berdiri disamping Is nii-chan, ada rasa iri di hati ku. maksudku, aku yang pertama kali bertemu dengannya, bahkan selalu berkirim surat juga. kalau tiba-tiba ada wanita disampingnya....entah kenapa dadaku rasanya sakit."

__ADS_1


Olivia menggeleng, "saya paham dengan nona Lilianne, saya pikir jika berada di posisi yang sama dengan anda, saya akan merasakan posisi yang sama. takut akan kehilangan."


dan mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan mengobrol. sepertinya mereka sudah menjadi sahabat yang baik. yah walaupun isinya lebih ke arah memuji Issac sih...


tapi setidaknya mereka tidak ribut lagi. pada akhirnya, Lilianne mengatakan, "Olivia, aku tidak akan kalah dengan mu! aku akan membuat Is nii-chan berada disamping ku selamanya!!"


"ufufufu.... kalau begitu saya juga tidak akan kalah nona Lilianne." lagi-lagi sebuah percikan muncul saat kedua mata mereka bertemu. tapi kali ini diakhiri dengan suara tawa. bukan keributan seperti yang kemarin.


"eh sepertinya ada yang diam-diam membicarakan aku? ada apa ini?" mendengar suara Issac dari pintu masuk, wajah keduanya memerah! apa dari tadi dia mendengarkan pembicaraan kita?!


Issac menahan tawa melihat ekspresi lucu dari wajah mereka. sungguh imut!! "aku senang kalian bertengkar karena ku tapi tolong jangan jangan memaksakan diri oke?" Issac berjalan ke arah mereka dari pintu masuk. dia membawa nampan berisi dua piring makanan dan dua gelas jus. juga ada 2 botol yang kelihatannya berisi sebuah cairan.


namun, sama seperti ku, kalian masih anak-anak. kalian masih memiliki ruang untuk berkembang. jadi selama kalian masih memiliki hal itu, jangan menghancurkan tubuh kalian, ya?"


Issac mengelus rambut mereka, yang membuat dua gadis itu terlihat seperti kucing yang dielus tuannya.


"tahun ini aku akan masuk ke akademi. aku dengar setiap Sabtu dan Minggu para siswa akan diberikan waktu libur. jadi aku akan meluangkan waktu untuk berlatih bersama kalian nanti."

__ADS_1


""benarkah?" mereka berdua menyahut bersamaan.


"tentu saja, aku laki-laki, harus memegang janji yang aku buat."


""yeayy"" mereka berdua juga bersorak bersamaan. Issac hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. dia meminta mereka untuk makan serta memberikan potion yang telah dia buat. itu bukan sembarang potion. itu bisa memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta bisa mengembalikan jaringan mana yang telah putus atau tidak berfungsi. pastinya juga mengembalikan stamina mereka.


mereka berdua akhirnya lanjut mengobrol sambil makan. sampai akhirnya seorang pelayan dari keluarga Randall datang mengintrupsi mereka.


"Tuan muda Issac, ada surat yang ditujukan pada anda. dari istana kerajaan."


"eh, secepat itu?" Issac agak kaget mendengar bahwa dia telah diundang ke istana.


"maksud anda 'secepat itu'?" Pelayan itu kebingungan dengan maksud Issac.


"tidak, tidak ada masalah. aku hanya berbicara sendiri. terimakasih, kau boleh pergi." pelayan itu membungkuk lalu pergi dari ruang itu. Issac membuka surat itu dan isinya adalah dia dipanggil ke istana kerajaan. langsung oleh raja. tiga hari lagi.


"aku memang menduga bahwa cepat atau lambat istana akan memanggil ku, tapi... bukankah ini terlalu cepat."

__ADS_1


Issac memasukkan surat itu ke saku bajunya. "haish dasar merepotkan." kata Issac.


__ADS_2