Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Chris Yang Telah Menyerah


__ADS_3

"Sayang, akhir-akhir kamu jarang dekat denganku. Kenapa tidak sesekali kita berjalan-jalan? Hanya berdua saja."


Margareth sedang memeluk Issac dengan manja. Mereka berdua sedang masak di mansion untuk makan malam. Nyonya Heid dan beberapa pelayannya sedang keluar. Jadi Issac mengambil peran untuk memasak makan malam.


Margareth juga ikut membantu. Tetapi daripada memasak, ia hanya ingin dekat dengan Issac. Itu saja. Untuk menarik perhatian lebih, Margareth menggunakan celemek setengah telanjang!


"Kenapa tidak? Bagaimana jika besok? Kita kosong kan?"


"Baiklah! Terimakasih sayang! Aku sangat-sangat-sangat mencintaimu!!"


Margareth dengan bahagia mengusap pipinya berkali-kali ke punggung Issac. Sayangnya, karena ia sedang memotong beberapa bahan, dia jadi tidak bisa mencium Margareth.


"Me-mesum! Kenapa kalian berdua melakukan hal itu di tengah dapur! Dan kau juga Margareth! Kenapa kau memakai celemek seperti itu!!?"


Gawat! Mereka berdua terlalu terbawa suasana dan melupakan kehadiran orang ketiga! Agatha juga ada di sini. Dia baru saja mengukus sesuatu.


"Tapi....Agatha sendiri juga. Kenapa kamu memakai baju seperti itu?"


Meskipun Agatha mengkritik pakaian Margareth....yah, dia memakai baju yang tidak kalah erotis. Baju maid cafe dengan rok selutut dan baju tanpa lengan. Perutnya juga terbuka dan gunung besarnya menonjol.


"Tidak apa-apa kan! Bukan cuma kamu aja yang ingin terlihat cantik di depan Issac! Aku juga!"

__ADS_1


"Curang! Kamu terlalu sering bersama Sayangku! Kali ini aku yang akan menguasai dia!"


Tunggu dulu! Kenapa jadi ribut?! Tapi ini pertanda baik bagi Issac. Agatha semakin membuka diri pada Margareth. Apakah mungkin karena mereka selalu Issac ajak 'main' bersama? Kalau begitu....


"Nah, ribut disini tidak ada gunanya. Selagi menunggu masakan matang, mari kita 'bertarung'di kamar."


Kedua gadis itu langsung pucat tapi mereka senang. Menggunakan teleportasinya, Issac langsung membopong dua gadis itu ke kamarnya dan bertarung hingga mereka puas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Jadi begitu. Kau memutuskan untuk menyerah dan membiarkan tahta jatuh ke tangan saudara lelakimu?"


"Mau bagaimana lagi, kan? Begitu ayah lengser, kemungkinan keributan akan terjadi. Aku dan saudaraku pasti akan bertempur satu sama lain. Jika aku memaksakan diri untuk menjadi kaisar selanjutnya, stabilitas nasional akan semakin kacau dan kemungkinan invasi terbukan semakin lebar."


Apa yang Chris katakan mungkin ada benarnya. Kekaisaran Moskov secara terbuka memusuhi kekaisaran Grand Aria. Begitu instabilitas terjadi, Moskov pasti akan segera memanfaatkan momentum itu dan menyerbu kekaisaran.


Tapi Issac tidak berpikir demikian. Bahkan ketika Chris menyerah dan menyerahkan haknya atas tahta kepada saudara laki-lakinya, kekacauan dalam negeri akan tetap terjadi.


Suku yang mendiami wilayah barat telah tenang dan bersumpah setia pada Chris. Ketika mereka tahu kalau Chris yang seharusnya menjadi seorang kaisar ternyata mundur dari tugasnya, mereka pasti akan panik dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan adanya peperangan.


Itu saja telah cukup untuk membuat para bangsawan bergerak ke arah barat dan menghabisi mereka. Seperti seratus tahun yang lalu, para bangsawan memiliki kebijakan yang sama dalam memperlakukan suku-suku itu. Yaitu dengan opresi dan kekerasan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Tetapi....aku rasa aku tidak akan mendapatkan masalah apapun. Aku akan memutuskan untuk hidup dengan tenang dan tidak lagi ikut campur dalam urusan politik kekaisaran.


"Lagipula aku dan ayahku telah sendirian. Sejak bangkrut dan hancurnya serikat dagang Lambard, satu-satunya sekutu kami yang tersisa adalah Margrave Mariendolf dan perdana Menteri Eugene. Seandainya peperangan terjadi, kami tidak akan bisa menang."


Ternyata seperti itu. Mungkin Chris lupa kalau ia memiliki dukungan dari rakyat. Tapi kalau itu Chris, dia pasti tidak ingin mengorbankan rakyat untuk jatuh ke dalam peperangan yang sia-sia seperti itu. Itu jelas-jelas berbeda dengan Issac yang akan menggunakan berbagai cara jika memang itu diperlukan.


"Aku tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan kekaisaran. Tapi satu saran dariku, Chris. Para bangsawan tidak akan membiarkanmu hidup. Selama mereka menganggap bahwa ada sosok atau kelompok yang akan menghalangi jalan mereka, Orang-orang itu akan melakukan apapun untuk menyingkirkan itu.


"Aku tidak akan memintamu untuk melawan mereka. Bagaimana pun kau tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengalahkan mereka. Aku yakin, bahkan para jenderal lebih memilih berpihak pada para bangsawan daripada kaisar ataupun dirimu. Maka dari itu, larilah.


"Jika kau ingin, aku akan membantu pelarianmu sebisaku. Aku akan sangat menyambut orang yang sangat berbakat dan hebat sepertimu di Versailles. Dari sana, mungkin kita bisa bekerja sama untuk membangun sebuah tempat yang ideal."


Chris tertawa kecil. Dia senang dengan tawaran Issac. Tapi sepertinya dia tidak bisa melakukan hal itu. Dia lahir dan dibesarkan di kekaisaran. Maka dari itu dia akan menetap di kekaisaran hingga ajalnya akan menjemput.


"Kalau begitu sudah tidak ada yang aku katakan lagi. Berhati-hatilah, Chris. Jangan ragu untuk mengirimkan surat padaku dan meminta bantuanku jika kau memerlukannya."


Issac berdiri dari kursinya. Pembicaraan telah selesai dan dia berniat untuk meninggalkan istana. Tapi sebelum itu, dia mengangkat dagu Chris dan... Chu! Issac mencium bibir Chris. Itu hanya kecupan sederhana, tapi membuat wajah Chris terasa panas!


"Siapa yang menyangka kecuali ayahmu kan kalau seorang pangeran yang selama ini menjadi primadona rakyat ternyata adalah seorang tuan putri yang tomboy? Selamat tinggal tuan putri Christina."


Reverse Trap ya? Tidak buruk. Sepertinya untuk Chris, Issac harus menyiapkan rencana lain.

__ADS_1


__ADS_2