Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 51: Persiapan Operasi!


__ADS_3

"Selamat Kak Sasha!! sihir mu keren sekali!!"


Aku menyambut kak Sasha begitu dia kembali ke kursi penonton setelah menghajar Keyn Hill. aku memang tidak bisa melihat Geitz Babak belur. tapi setidaknya melihat Keyn Hill bonyok aku puas!


nah, karena dia sudah berusaha keras, haruskah aku menghadiahi nya sebuah tepukan di kepala? baiklah!


begitu Sasha mendekati kami dengan tersenyum, aku langsung menepuk kepalanya dengan lembut. itu membuat wajahnya merah merona!


"Jangan melakukan itu di depan umum dasar adik bodoh!" uwaahh dia ngambek! tapi sepertinya dia juga senang jadi dia tidak melempar ku. begitu lebih baik.


"Melihat Sasha dan Misha dielus seperti itu membuat ku bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya kakak dan siapa sebenarnya yang adik?"


Anna tiba-tiba ikut nimbrung sambil tertawa kecil. hei, jangan bermain dengan api, gadis nakal!


awalnya aku pikir Anna ikut bertanding karena dia berlatih bersama kami. ternyata tidak juga. dia bilang hanya ingin menemani kami. haish anak ini. padahal aku juga menunggu dia bertarung.


pertandingan akhirnya berlanjut. aku tidak akan menceritakan detailnya tapi semuanya berjalan lancar. semua serangan yang mereka lancarkan standar untuk sebuah turnamen sehingga tidak ada yang membahayakan penonton.


aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika mereka tahu bahwa sekelompok penyusup telah masuk ke ruang kontrol dan mematikan Alat sihir yang berfungsi untuk melindungi para penonton.


yah pasti kehebohan akan terjadi. tapi sejauh ini aman-aman saja, jadi lebih baik untuk membiarkan mereka.


sejauh ini aku telah memantau aktifitas kelompok White Goat lewat Wolf. sedari tadi kami saling berkorespondensi lewat seekor burung Pipit yang bertugas untuk mengantar surat kami.


aku menggunakan sebuah sihir agar burung Pipit itu tidak bisa terlihat oleh siapapun. hawa keberadaannya juga dihilangkan. lalu bagaimana cara Wolf mengetahui burung Pipit tersebut?


sederhananya, satu hari sebelum turnamen dimulai, kami berunding dari pagi hingga malam bagaimana caranya agar komunikasi antara aku dan Tim wolf bisa berjalan dengan baik.

__ADS_1


Kami telah berusaha menyusun banyak cara hingga akhirnya kami sepakat bahwa dalam kurun waktu tertentu aku dan wolf akan saling mengirim surat lewat sebuah perantara berupa seekor burung. namun agar gerakan burung itu tidak terbaca oleh White Goat aku memutuskan untuk menempelkan sihir tidak terlihat ke burung itu.


setiap sepuluh menit sekali burung itu akan hinggap di tempat yang kami tentukan dan ketika burung itu sudah sampai di sana, sihir itu akan terhapus. begitu burung itu pergi dari titik yang telah kami tentukan, secara otomatis efek sihir itu akan kembali lagi.


kalian paham kan?


yah tidak paham juga gak masalah. yang terpenting strategi ini cukup efektif. aku juga cukup salut dengan tim Wolf karena mereka bisa mengawasi pergerakan White Goat tanpa disadari oleh siapapun.


aku yakin setidaknya tim yang dibentuk Wolf memiliki kekuatan individu yang setara dengan para kambing itu.


nah sejauh ini mereka belum melakukan tindakan yang mengancam jadi tidak ada masalah. aku meminta Wolf untuk terus mengawasi mereka.


Ohh si idiot Clifford ternyata ikut bertanding dan berhasil memenangkan pertandingan sebanyak dua kali. wah kekuatannya lumayan. apakah dia akan melawan ku nanti?


aku berharap seperti itu sih, soalnya aku juga tidak sabar dengan trik yang akan dia pakai untuk berusaha mengalahkan ku. aku juga turun untuk bertanding lagi. tentu saja aku menang. tidak ada dari mereka yang sekuat Frans, jadi aku mengalahkan mereka dengan kekuatan yang minimal. detail nya tidak perlu di jelaskan bukan?


aku bertanya-tanya apa yang sekarang sedang terjadi ya di luar area pertandingan?


****


rupanya Wolf dan anak buahnya langsung menghabisi mereka ketika para kambing itu secara kebetulan melihat pergerakan Wolf dan kamerad-nya.


"Akhir yang tragis bagi mereka yang suka mempermainkan kehidupan manusia ya." salah satu dari mereka nyeletuk sambil menggoyangkan mayat itu dengan kakinya.


"Hehh, sepertinya kau tidak berkaca pada dirimu sendiri Black Tiger. bukankah selama menjadi Assassin kau selalu membunuh mangsa mu?"


orang yang disebut Black Tiger itu mendecakkan lidahnya. dia terlihat kesal.

__ADS_1


"Cih, jangan samakan aku dengan para kambing ini. berbeda dengan mereka, aku tidak menikmati membunuh orang lain. sialan, seandainya sedari kecil keluarga ku tidak di bunuh oleh para bangsawan kotor itu, aku pasti tidak akan menjadi Assassin seperti sekarang!"


Wolf yang melihat kedua anak buahnya bersitegang langsung menenangkan mereka.


"Cukup Black Tiger! meratapi orang yang telah pergi tidak akan membuat mereka kembali hidup. terus lah hidup dan lakukan yang terbaik. itulah satu-satunya cara untuk menghargai kematian mereka. lagipula tuan juga telah membantu mu untuk membalas kan dendam mu kan?


dan kau Black Cat, jangan bicara aneh-aneh. banyak orang yang mati karena kakinya tergelincir tapi jauh lebih banyak orang yang mati karena tergelincir lidahnya."


Black Cat dan Black Tiger saling bertatapan. sejak kapan bos mereka menjadi seorang motivator? yah biarlah. toh yang dia katakan juga benar.


"Ah benar juga, aku penasaran, siapa sebenarnya tuan kita dan bagaimana rupanya? apakah dia benar-benar seorang anak berusia 13 tahun pak?" Black Cat yang penasaran dengan wajah atasan mereka bertanya kepada Wolf.


Wolf hanya mengangkat bahunya. "sebentar lagi kalian akan bertemu dengannya. jadi lihat saja sendiri."


tiba-tiba dari arah lorong, anak buah wolf yang lain muncul.


"pak sepertinya mereka akan segera memulai aksi mereka. seluruh alat sihir yang menjadi pelindung sudah dimatikan dan diganti oleh Artefak yang dapat memperlemah output sihir."


Wolf mengangguk. "begitu rupanya. baiklah aku akan menyampaikan ini ke bos. kalian awasi saja mereka. ah benar juga, ketika saatnya tiba, jangan bunuh mereka. anggap saja ini sebagai suvenir yang akan kalian berikan untuk bos."


"Siap pak!!" setelah mendengar instruksi dari Wolf, orang itu langsung pergi dari situ.


baiklah, Wolf segera menghampiri burung Pipit yang kebetulan langsung datang. betapa beruntungnya.


****


Aachhooo, eh kenapa aku merasa ada yang membicarakan ku ya? bodo amat lah!

__ADS_1


sekarang adalah pertandingan ku melawan Clifford. aku semakin antusias. sepertinya para penonton juga sangat bersemangat.


nah Clifford, Ayo kita selesaikan masalah kita disini!!


__ADS_2