
"Berhenti! siapa dan apa urusanmu di Mansion yang Mulia William!? Oi! Jangan melangkah lebih dari itu kecuali kalau sialan sepertimu tidak ingin dicap sebagai pemberontak!" Lelaki dengan baju berwarna putih yang telah lusuh itu menghentikannya langkahnya. matanya tidak terlihat karena tertutup oleh rambutnya yang merah. Para ksatria yang menjaga mansion pangeran William sama sekali tidak bisa mengindentifikasi siapa pria ini.
begitu mereka memutuskan untuk mengusir pengganggu ini, tiba-tiba sebuah suara yang sangat kencang terdengar dari dalam pagar. "OI! APA YANG KALIAN LAKUKAN DASAR PRAJURIT BODOH! KALIAN TIDAK PUNYA HAK UNTUK MENGUSIR TAMUKU! KALAU KALIAN TIDAK INGIN DIPECAT, PERSILAHKAN DIA UNTUK MASUK!"
""Ba-baik yang mulia! mohon maaf atas ketidak sopanan kami!""
begitu pangeran William masuk ke Mansionnya, pria misterius yang tadi di hadang langsung diperlakukan dengan mulia. dia masuk dengan dikawal oleh mereka hingga depan pintu. setelah itu, diantar oleh maid pribadi pangeran, pria berpakaian lusuh itu pergi menuju ruang tamu dan disana pangeran William telah menunggu. meskipun ini ruang tamu, Disni hanya ada William dan pria itu.
"Jadi, kau mengirim surat rahasia langsung kepadaku dan mengatakan kalau punya rahasia penting dari pangeran Hermann. jika kau berbohong maka pedang yang akan tersampir di pinggangku akan membuat kepalamu terputus."
__ADS_1
Pangeran William tidak berbasa-basi. itu cocok untuk sifatnya yang militeristis. orang itu menggeleng. dia sama sekali tidak berniat untuk menyampaikan kebohongan apapun. sebaliknya, dia akan menyampaikan semua rahasia lawannya yang dia pegang. tentunya dengan bayaran yang pas.
"Saya adalah seorang pedagang. dan sesuatu yang paling berharga bagi saya adalah kepercayaan dari pelanggan."
"Jadi, informasi apa yang akan kau berikan? jika ternyata itu adalah sesuatu yang telah ku ketahui maka..." Pangeran William membocorkan hawa membunuhnya dan bersiap menarik pedangnya. tetapi orang yang duduk didepannya sama sekali tidak bergeming.
"sebagai penjual, tugas saya hanya memberikan barang terbaik yang saya sediakan. bagaimana anda menafsirkan informasi yang saya jual kepada anda, itu terserah anda."
"Salah satu tujuan anda menjadi raja setelah yang mulia Leonidas adalah memperkuat militer kerajaan dan melakukan ekspansi ke wilayah lain bukan? sejujurnya itu adalah ambisi yang sangat bagus dan sangat menguntungkan kerajaan."
__ADS_1
"hohh...kau ternyata paham dengan niatku yang sebenarnya ya? cih, aku selalu saja dihina oleh yang lain karena cita-citaku! mereka bilang itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak tepat! padahal jika mereka ingin berpikir sedikit lagi, kerajaan kita sama sekali tidak akan kalah dengan kekaisaran!"
pria itu mengangguk dengan penuturan Pangeran William. prioritasnya untuk memperkuat militer kerajaan lah yanh membuat dia di dukung oleh para Ksatria.
"Benar, dan itu berkebalikan dengan pangeran Hermann yang jelas-jelas didukung oleh para pengusaha. yang ingin saya beritahukan adalah bahwa ada kesepakatan rahasia antara pangeran Hermann dengan para pedagang. ini adalah rincian dari perjanjian Mereka."
pangeran William mengambilnya secarik kertas yang diletakkan di meja dan membacanya. isi surat itu membuat dia terkejut dan sangat marah. wajahnya sangat merah. begitu juga matanya. tangannya terkepal hingga mengeluarkan darah.
"APA-APAAN INI!? BAGAIMANA PERJANJIAN SEPERTI INI BISA TERTULIS DISINI! KEPARAT ITU..... CIH!" Emosi pangeran William memuncak. bahkan dia hampir saja melempar cangkir yang ada di depannya ke pria berambut merah itu. tetapi untungnya pengendalian diri pangeran cukup kuat.
__ADS_1
"Untuk sekarang, itu informasi yang saya sampaikan. jika saya mendapatkannya lagi, saya akan memberikan itu langsung kepada anda. kalau begitu saya pamit dulu. terimakasih."
dengan tenang, orang itu keluar dari mansion. meninggalkan pangeran William dalam kesunyiannya sendiri.