Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Kematian Sang Raja


__ADS_3

Di salah satu sudut kamar istana, seorang lelaki tua sedang duduk bersandar di atas kasur empuknya. Matahari pagi masuk dari sela-sela jendela dan ventilasi. Tubuhnya kurus dan rambutnya sudah memutih sepenuhnya. Matanya juga mencekung dan tatapannya kosong.


Seorang pelayan masuk ke dalam kamarnya. Ia adalah Cecilia yang selama ini menjadi pelayan pribadi Aurellia. Ia dimintai tolong olehn Aurellia untuk mengurus kebutuhan lelaki tua yang sudah tidak berdaya ini.


Ia membawakan nampan berisi sepiring makanan dan segelas anggur yang dituangkan di sebuah gelas berlapis emas. Tapi Cecilia tidak sendirian, karena dibelakangnya, seorang pemuda berusia 23 tahun berjalan mengikutinya.


"Yang mulia, sarapan sudah siap. Mohon untuk dimakan agar kesehatan anda tetap terjaga."


Tanpa mengatakan apapun, pria tua itu mulai menyuap makanan yang telah dibawa Cecilia ke mulutnya. Enak. Tapi ia sudah lama melupakan rasa sebuah makanan.


"Nona Cecilia, terimakasih atas perhatian anda. Bisakah saya minta anda untuk keluar. Saya akan mengawasi yang mulia raja mulai dari sekarang."


Cecilia mengangguk dan pergi dari kamar. Benar, pria tua itu adalah raja Heinz, Leonidas II. Alasan kenapa sampai sekarang Aurellia masih menjadi ratu sementara adalah karena raja Leonidas yang masih koma sampai sekarang. Tapi faktanya, ia sudah sadar sekarang.


"Apa kau senang karena rencanamu berhasil hingga sejauh ini, bajingan!?"


Ia tidak berteriak. Tetapi dari wajah dan perkataannya, kemurkaan dan amarah dapat dirasakan. Pemuda itu adalah Issac yang sekarang berdiri agak jauh dari raja. Ia membuka tirai dan membiarkan matahari menyinari kamar.


"Tidak juga, rasanya biasa saja. Itu karena tidak seasyik yang aku kira."


Raja diracun oleh fraksi pangeran Lewis. Raja koma dan informasi ini bocor ke telinga fraksi Pangeran William dan perang sipil untuk merebut tahta terjadi. Di akhir pertempuran, Starfall ikut campur dan menjadikan Aurellia sebagai pahlawan lalu mereka menang.


Percaya atau tidak, semua rangkaian itu adalah rencana yang Issac buat dan semua fraksi yang terlibat di dalamnya, pada dasarnya sedang menari di atas telapak tangannya. Lewat dark guild dan squadron Wolfgang, ia memberikan racun untuk membuat raja koma.


Fraksi pangeran Lewis berusaha sekeras mungkin untuk merahasiakan aksi mereka tapi informasi ini dibocorkan oleh agen VIESTA kepada pangeran William. Pertempuran pecah dan Isaac membuat kedua belah pihak menjadi sapi perah.


Begitu mereka kelelahan, Issac ikut campur dan pada akhirnya, ia membuat Aurellia menjadi pahlawan dan diidamkan oleh semua orang. Itu adalah rencana yang telah ia buat. Dan mengerikannya, itu berhasil.


"Raja Leonidas, tahukah anda apa yang selama ini menjadi batu sandungan bagi putri anda dan membuat dirinya menahan diri? Itu bukan kekaisaran Moskov, federasi Garlin, ataupun kekaisaran Grand Aria.

__ADS_1


"Batu sandungan terbesar bagi Aurellia sekarang ini adalah....anda sendiri, raja Leonidas. Keberadaan anda membatasi wewenang Aurellia dalam berkuasa.


"Sebagian besar Ksatria istana juga diam-diam menentang kebijakannya karena anda masih hidup sampai sekarang. Jadi demi kehormatan putri anda dan demi kejayaan kerajaan...."


Issac mengeluarkan sebuah pil dari saku jasnya lalu meletakkannya di atas nampan.


"Kenapa anda tidak memilih mati saja, raja Leonidas? Masa kejayaan anda sudah habis, kan?"


Raja Leonidas menggertakan giginya. Tangannya yang lemah terkepal erat-erat. Mati!? Jangan bercanda! Selama ini aku mengumpulkan banyak kekuatan, harta, dan lainnya tetapi...!!! Bocah ini seenaknya menghancurkan semua milikku! Amarah telah menguasai dirinya tapi ia tidak bisa berbuat apapun.


"Bocah naif! Tahukah kau kalau Aurellia sangat menyayangiku?! Jika aku mati, bukankah ia akan sangat sedih?! Dan ketika ia tahu bahwa kaulah yang membunuhku, ia akan sangat murka dan membalaskan kematianku?!"


Issac tetap datar. Ia tidak merasa terganggu dengan itu. Itu membuat raja Leonidas semakin marah. Bahkan ia melempar piringnya ke lantai dan meminum anggurnya karena haus setelah marah.


"Tidak. Bahkan jika ia marah padaku dan menangis, ia tidak akan pernah membenciku. Sepertinya anda salah paham raja Leonidas. Aurellia lebih mencintaiku daripada dirimu."


"Bahkan jika kau mengatakan itu, aku tidak akan mati hari ini! Aku tidak akan memakan pil ini dan....GAHHHH!!"


Darah segar keluar dari mulut, hidung, dan telinga raja Leonidas. Rasa sakit memenuhi tubuhnya dan kepalanya terasa seperti ingin meledak. Kesadarannya semakin hilang.


Issac yang dari tadi berdiri menghadap ke jendela, kini berbalik ke arahnya. Matanya merah membara dan wajahnya tetap dingin. Tidak ada penyesalan yang tergambar ketika ia membunuh seorang raja sekalipun.


" Raja Leonidas, demi kehormatan yang mulia ratu dan kejayaan kerajaan Heinz, matilah."


Dan kesadaran raja Heinz akhirnya menghilang untuk selamanya. Ia telah mati. Tetapi matanya terbuka dan amarah tergambar dari sana. Setelah membersihkan darah dan menutup mata raja, ia meletakkan sebuah kain untuk menutup wajahnya dan keluar dari kamar raja.


Cecilia telah menunggu di depan pintu kamar. Ada kesedihan yang tergambar d iwajahnya tetapi ia tidak mengatakan apapun. Issac melihat hal itu tapi ia juga tidak mengatakan apapun. Aurellia tidak perlu mengotori tangannya. Cukup Issac yang melakukannya.


"Terimakasih Cecilia. Segera beritahukan kepada punggawa di istana bahwa raja telah mangkat setelah koma selama tiga tahun. Persiapkan acara pemakaman yang terhormat untuknya. Aku akan mengurus upacara Aurellia untuk menjadi ratu tetap di kerajaan Heinz."

__ADS_1


Cecilia, yang merupakan agen VIESTA, mengangguk dan segera mengurus segalanya. Setelah gadis pelayan itu pergi, Issac menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya. Itu semua demi dirimu, Aurellia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Berita kematian sang raja telah menyebar ke seluruh kerajaan dalam waktu singkat. Aurellia yang mengetahui bahwa ayah tercintanya telah meninggal tidak mengatakan apapun.


Upacara pemakaman yang khidmat segera dilaksanakan dan raja dikuburkan di komplek pemakaman para raja yang ada di belakang Istana. Duka menyelimuti istana dan seluruh kerajaan.


Malam hari setelah pemakaman selesai, Issac berada di kantornya. Entah apa yang ia lakukan. Mendadak, seseorang mendobrak pintunya dan menghampirinya lalu menamparnya. Itu adalah Aurellia.


"Kenapa.... kenapa kamu membunuh ayah, bajingan! Ia adalah keluarga satu-satunya setelah yang lain pergi! Dia....dia..."


Air mata mulai berjatuhan. Aurellia menangis malam itu. Issac Masih tidak mengatakan apapun. Aurellia menangis karena kehilangan ayahnya. Tapi Leonidas bukan satu-satunya keluarga yang ia miliki sekarang.


Pada akhirnya, Issac membawa Aurellia dalam pelukannya. Meskipun terus-terusan memberontak, Issac tidak melepaskan pelukan itu. Begitu juga ketika Aurellia mencaci maki dirinya. Pelukannya justru semakin erat. Ia tidak ingin melepaskan Aurellia. Ia ingin mengatakan bahwa Aurellia masih punya Issac sebagai keluarganya lewat pelukan itu.


Akhirnya, Aurellia mulai tenang. Ia telah puas menangis dan berteriak sehingga pikirannya menjadi jernih sekarang. Ia memeluk Issac kembali dan menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu.


"Aku mohon....jangan tinggalkan aku, sayang."


Setelah mengatakan itu, Aurellia jatuh tertidur.


Satu Minggu setelah prosesi pemakaman raja Leonidas, sebuah upacara pemahkotaan digelar di Venz. Masyarakat sangat antusias. Istana sangat ramai dan ibukota menjadi sangat padat dengan kerumunan. Mereka senang karena pada akhirnya, Aurellia benar-benar menjadi seorang ratu sungguhan.


Semua kalangan bersuka cita. Seorang ratu yang adil akan membawa kejayaan bagi kerajaan Heinz hingga sepuluh ribu tahun. Yel-yel dinyanyikan dan masyarakat bersorak-sorai.


Dengan ini Aurellia secara resmi menjadi ratu dan bagi Issac, tidak ada siapapun yang bisa menghalangi ratu Aurellia dan perdana menteri Margareth mulai dari sekarang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Di timur, pada saat yang sama dengan upacara pemahkotaan Aurellia, seorang raja baru muncul setelah melakukan peperangan yang berdarah-darah di dalam federasi Garlin. Sebuah kerajaan baru terbentuk dengan Boabdil yang berasal dari suku rubah api sebagai rajanya.


Setelah menyatukan seluruh suku menjadi sebuah kerajaan, kini saatnya untuk mengarahkan pandangannya ke kerajaan dan Kekaisaran manusia untuk melancarkan ambisi dan dendamnya. Dan kerjaan Heinz di barat, akan menjadi target pertamanya.


__ADS_2