
Kekaisaran Grand Aria. imperium terbesar dan paling superpower di benua ini. jika dibandingkan dengan kerajaan Heinz, itu akan sama seperti membandingkan sebuah mobil kijang butut dan sebuah truk tronton. mereka punya keunggulan dalam berbagai dimensi jika dibandingkan dengan kerajaan Heinz.
mereka punya wilayah kekuasaan yang lebih luas, populasi yang lebih banyak, teknologi yang lebih canggih, dan segala keunggulan lainnya. seandainya hari ini peperangan pecah antara Kerajaan Heinz dan kekaisaran Grand Aria, pemenangnya sudah ditentukan sejak awal.
dan Reichstaag, ibukota kekaisaran yang kini Issac pijak, mencerminkan betapa kuatnya kekaisaran. jalan raya yang lebih lebar, pemukiman penduduk yang lebih padat, orang-orang yang melintas di jalanan dan pasar yang sangat ramai.
distrik perdagangannya lebih gila lagi. luasnya jauh lebih besar daripada yang ada di Venz. selain lebih ramai, produk yang diperjual-belikan lebih banyak. mulai dari hal sepele seperti makanan, kain, hingga ke barang-barang yang sangat berharga seperti alat sihir, buku kumpulan mantra, senjata dari baja terbaik, dan berbagi produk tingkat atas lainnya, semua dijual disini.
tetapi yang lebih mencolok diantara semuanya adalah Istana kerajaan yang berdiri megah sebagai pusat aktifitas politik di kekaisaran. ukurannya terlihat jauh lebih besar daripada Istana di kerajaan dan kualitas materialnya juga jauh lebih baik.
sekarang, Issac sedang berada di kereta kudanya dan memasuki komplek tempat tinggal para bangsawan. sama seperti di kerajaan Heinz, bangsawan juga dinilai sebagai status yang sangat dihormati. mereka diistimewakan dan diberikan hak oleh raja untuk mengatur sebuah wilayah sebagai bukti atas kesetiaan dan prestasi mereka untuk Kekaisaran.
tingkatan bangsawan juga sama dengan kerajaan Heinz. begitu juga dengan tugas dan tanggung jawab mereka. sepertinya hanya inilah satu-satunya kesamaan antara Kekaisaran dan kerajaan.
tapi sepertinya tidak juga. Issac memang tidak punya informasi mengenai peta politik dan berbagai informasi tentang masalah yang terjadi di kekaisaran. tapi setidaknya, masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh kekaisaran pasti tidak beda jauh dengan apa yang terjadi di kerajaan.
dia telah meminta audiensi dan bertemu dengan kaisar serta perdana menteri dan beberapa pejabat penting di Istana. dia memperkenalkan dirinya sebagai seorang duta yang diutus oleh kerajaan untuk memperkuat persahabatan antara dua negara.
sepertinya telah ada korespondensi antara pihak raja dan kaisar. Kaisar sendiri cukup menyambut Issac dengan tangan terbuka. tapi karena ia menganggap bahwa Issac masih terlalu muda, dia akan menempatkan Issac di akademi kekaisaran dan melanjutkan sekolah disana.
sayangnya, dia tidak diberikan kantor atau mansion yang bisa dia tinggali selama berada di kekaisaran. asrama menjadi sebuah opsi, tetapi dia tidak mau tinggal disana karena pergerakannya akan terbatas.
"Bagaimana jika tinggal di mansionku? ibuku sudah tua dan dia sekarang tinggal di Reichstaag. dia juga membuka indekos disana. kalau kau mau, aku bisa meminta ibuku untuk membebaskan biaya sewa disana."
boleh juga. perdana menteri mengajukan proposal yang menarik. tapi.... perdana menteri macam apa yang membuka sebuah indekos? apakah dia sedang masa kesulitan finansial? nah, bukan itu masalahnya. ibunya sudah tua dan perdana menteri sangat sibuk. jadi mungkin saja ibunya membuka indekos agar tidak tinggal sendirian. cukup masuk akal.
Issac menerima tawaran itu tapi menolak tentang pembebasan biaya sewa. dia akan membayar semua itu dengan uangnya sendiri. tapi jujur saja, kaisar dan perdana menteri Kekaisaran cukup berwibawa. dia punya kharisma walaupun, semua sebagian besar kebijakan dibuat oleh para pejabat istana, setidaknya dia masih memiliki power walaupun sedikit.
dan, disinilah Issac sekarang. sebuah mansion besar yang seukuran dengan mansion miliknya di Venz. seorang wanita yang kurang lebih berusia 60-tahunan telah menunggu dirinya di depan.
__ADS_1
"Selamat siang, nyonya. nama saya Issac Starfall. maaf atas ketidaksopanan saya karena telah mengganggu waktu anda."
"astaga...kamu sopan sekali ya. jarang menemukan anak muda yang sopan sepertimu sekarang. jangan sungkan denganku, ya. ah maaf, aku lupa memperkenalkan diriku. namaku Adelheid Eginhardt. kamu bisa memanggilku nyonya Heid. mari, silahkan masuk. aku akan menunjukan kamar untukmu."
seperti yang diceritakan oleh perdana menteri Kekaisaran, Marquis Eugene Eginhardt, ibunya adalah wanita tua yang lembut. suaminya telah lama meninggal dan sejak anaknya dipilih sebagai perdana menteri oleh kaisar, dia hidup sendirian. karena merasa kesepian, dia membuka mansion yang anaknya berikan sebagai untuk disewakan oleh para siswa akademi yang enggan tinggal di asrama.
yah, karena ini mansion yang mewah, tentu saja yang menempati mansion ini adalah orang-orang berduit seperti anak bangsawan, pedagang kaya, atau keluarga ksatria terkemuka. biaya sewanya sangat besar tapi mengingatkan betapa kayanya nyoya Heid dan Marquis Eugene, pasti biaya itu sangat sedikit untuknya.
biaya sewanya adalah satu koin emas kekaisaran perbulan. jika dikonversikan dalam mata uang kerajaan, itu berarti sama dengan dua koin emas. mahal memang, tapi fasilitasnya sesuai dengan harganya.
Issac dibawa ke kamar atas di lantai dua. kamar yang mulai sekarang akan menjadi tempat tinggalnya adalah sebuah kamar yang sangat besar. ada jendela dan balkon yang langsung menghadap keluar. sebuah ranjang yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi dengan kasur yang dapat menampung setidaknya lima orang. kasurnya sangat empuk dan lembut. begitu juga bantalnya. sepertinya kain yang melapisi kasur ini terbuat dari sutra berkualitas tinggi.
furnitur lainnya juga terlihat sangat mahal. lemari kayu yang tercipta dari tangan pengrajin handal dengan kayu yang sangat bagus. lalu meja dan kursi sofa yang sepertinya juga hasil karya dari pengrajin terbaik. lalu gelas serta vas keramik yang dipesan khusus oleh keluarga Eginhardt dari benua timur. tentu, masih banyak peralatan mahal lainnya di kamar ini yang tidak bisa Issac sebutkan satu-satu.
"nak Issac, silahkan beristirahat dulu, aku akan membawakan teh dan makan siangmu ke kamar ini. kamu pasti belum makan. baiklah aku tinggal dulu. permisi."
setelah rebahan sekitar lima menit, Issac berdiri dan pergi ke balkon. kebetulan ada bangku dan meja. tempat yang tepat. ada sesuatu yang harus sangat wajib dia lakukan dan lebih penting dari apapun!
Issac mencabut kalungnya dan mengalirkan energi sihirnya ke liontin yang menghiasi kalung itu. satu menit kemudian, wajah yang ingin Issac lihat sejak dua Minggu yang lalu kini muncul seperti hologram. lebih tepatnya mirip dengan video call hanya saja dengan resolusi yang sangat baik.
"Is! itu kau! hei Semuanya, is akhirnya menghubungi kita!!"
eh, semuanya? Issac jadi agak bingung. tunggu dulu, tempat ini kan...
"Oi!! kenapa kalian semua berkumpul di Versailles!? Lia, Jelaskan semuanya padaku!"
"hmmmpph! jahat sekali! apakah itu yang ingin kamu katakan setelah 15 hari lebih tidak bertemu dengan kami?!"
Issac hanya tersenyum pasrah melihat tingkah para kekasihnya. selama mereka senang, Issac akan sangat bahagia. ngomong-ngomong, ini adalah alat sihir yang Issac kembangkan sendiri. merupakan kalung dengan liontin yang Issac pasangi sihir komunikasi jarak jauh. dia memberikan semua kalung ini pada kekasihnya.
__ADS_1
selain ia pasangi sihir komunikasi jarak jauh, dia juga memasang perlindungan di liontin itu. tidak ada satupun makhluk yang akan berani menyakiti dan melecehkan mereka kecuali jika mereka ingin di bakar oleh api yang berasal dari neraka terdalam!
"ya sudahlah. ngomong-ngomong, kenapa kalian semua ada disana?"
awalnya dia ingin menghubungi Aurellia terlebih dahulu. tetapi berhubung semuanya sedang berada di Versailles, jadi ini lebih baik.
"Tidak apa-apa kan? lagipula tempat ini sangat nyaman! jauh lebih nyaman dan megah daripada di istana!"
"begitu? yah Sepertinya aku terlalu berlebihan. tapi Kak Sasha, apakah kau pernah pergi ke istana?"
"Tentu saja! Lia yang mengajakku beberapa kali menginap disana!"
hohhh....dia membayangkan kedua kakaknya tidur dengan Aurellia. boleh juga, rasanya threesome atau Fouresome tidak terlalu buruk.
"Is, kamu pasti memikirkan sesuatu yang mesum kan!?"
Ups, sepertinya Misha sudah menebak pikirannya. jadi dia segera menghapus khayalannya itu.
"Ah, tidak juga. aku yakin itu hanya perasaan kak Misha saja!"
dan Issac menghabiskan waktu selama dua jam dengan mengobrol kepada semuanya. dia senang melihat Anna yang kini telah memiliki wajah yang cantik dan dewasa. begitu juga dengan Lilianne yang tenang dan Olivia yang aktif. Issac mencintai kecantikan mereka yang berbeda tapi saling melengkapi. seandainya dia diberi izin, pasti Issac akan membawa mereka semua bersamanya kek Grand Aria.
"baiklah semuanya. selamat bersenang-senang di Versailles. aku janji akan menghubungi kalian sesering mungkin, oke?"
"ya, kami juga akan menghubungimu Is. kami mencintaimu. dan hanya dirimu."
Issac tersenyum lembut. dia jadi ingin kembali ke kerajaan dan mencium mereka semua! tapi demi mereka semua, ada sesuatu yang harus dia lakukan di kekaisaran. entah Issac ataupun mereka sama-sama enggan memutus sambungannya. tetapi pada akhirnya, Issac yang mematikan sambungannya.
yah, lagipula dia punya sihir teleportasi. dia akan kembali ke sisi mereka, ketika Issac memiliki waktu luang. sekarang, dia akan menghabiskan waktunya di sini. dia akan membangun banyak jaringan dan dia akan memastikan kekayaan mengalir ke wilayahnya.
__ADS_1