
sudut pandang Issac*
Hoaaaammm....aku membuka mulutku lebar-lebar karena mengantuk. cih, ini pasti karena akhir-akhir ini sering begadang. haih, jika Albert Nii-san tahu aku pasti akan kena tegur lagi.
pagi ini, aku bersama kedua bidadari manis ku, ekhem, maksud ku saudara kembar ini beserta beberapa prajurit sedang standby di pos jaga yang baru saja dibangun dua hari yang lalu. ini adalah bagian dari strategi yang dirancang oleh Albert Nii-san. pos penjagaan yang ku tempati dibangun oleh para prajurit di lokasi yang pernah menjadi aktifitas para bandit berdasarkan kesaksian para korban.
ada sekitar 10 pos yang dibangun sepanjang jalan menuju wilayah Randall. kami ditempatkan di pos yang paling dekat dengan gerbang. tentu saja lah. aku dan kakak kembar ku adalah peserta paling muda dalam pembasmian kali ini. jadi jika ada sesuatu yang mendesak kami bisa langsung lari ke kota Romeon.
Ayah kurang lebih menyiapkan 300 pasukan. meliputi 30 orang yang mengisi setiap pos. ditambah puluhan petualang profesional yang terbiasa dalam memberantas bandit. para petualang juga diperkuat oleh 200 tentara yang berpatroli sepanjang jalan raya menuju wilayah Randall. dan yang terakhir ada 1000 tentara Marquis yang siap dikerahkan jika terjadi sesuatu.
mungkin terlihat berlebihan. tapi mau bagaimana lagi kan? Ayah tidak memiliki informasi yang jelas tentang para bandit. entah itu jumlah serta kualitas mereka. yang jelas menurut penuturan para petualang yang pernah mengawal karavan dagang maupun bangsawan, setidaknya kekuatan mereka dapat menyaingi para petualang Grade dua. maka dari itu Ayah bersama kak Albert memutuskan untuk All out dalam memberantas mereka.
sebenarnya Operasi penumpasan akan dilaksanakan 4 hari lagi, tapi dengan tewasnya Viscount Zen di wilayah Sinovac, yang diduga pelakunya adalah kelompok bandit yang sama dengan bandit yang beroperasi di wilayah ini, Ayah dan kak Albert memutuskan untuk
" hei Is-chan, Menurut mu apakah hari ini misi akan berhasil?" Misha bertanya padaku. di dalam nadanya terdengar sedikit keraguan. Sasha Nee-san juga mempertegas pemikiran Misha nee-san.
" benar. sejujurnya aku agak ragu para bandit itu akan teratasi. berbagai upaya telah ayah lakukan untuk melawan mereka tapi hasilnya bahkan nihil. bukankah tidak ada jaminan bahwa strategi ini akan berhasil?" Sasha nee juga sama khawatirnya dengan Misha nee.
"lalu, strategi seperti apa yang cocok untuk digunakan melawan mereka?" aku sengaja bertanya kepada mereka.
"mungkin strategi yang disarankan kak Geitz akan lebih manjur. mungkin?" mendengar jawaban dari Sasha nee-san aku menggeleng.
"membawa sejumlah besar pasukan masuk ke dalam hutan tanpa kepastian dan perhitungan yang matang hanya akan membawa bencana bagi mereka. kita tidak memiliki petunjuk pasti dimana markas mereka berada. jika kita masuk ke dalam hutan, alih-alih alih berhadapan dengan bandit, mereka mungkin akan menghadapi dengan para monster yang sangat kuat.
para bandit pun tidak sebodoh itu membangun markas jauh di dalam hutan. mau bagaimana-pun, ini bukan Medan mereka. mereka tidak memiliki informasi yang akurat mengenai hutan wilayah ini. lagipula hutan wilayah Randall adalah salah satu dari 3 hutan paling berbahaya di kerajaan. salah langkah sedikit mereka akan menjadi mangsa oleh para monster.
maka kemungkinan yang paling masuk akal adalah mereka akan membangun markas di pinggiran hutan. yah walaupun selama ini tidak ada jejak markas mereka, setidaknya kita punya kesimpulan bahwa mereka berpindah-pindah tempat untuk operasi mereka.".
Sasha yang mendengar penjelasan ku kemudian bertanya lagi, "lalu bagaimana bisa mereka mengangkut hasil rampasan mereka? dimana pula mereka dapat meletakan hasil rampasan mereka?".
__ADS_1
"yah sejauh ini memang cukup membingungkan bagaimana cara mereka mengangkat serta meletakan rampasan mereka. tapi kemungkinan masuk akalnya adalah mereka memiliki semacam tas spasial."
"Eh itu tidak mungkin!! Tas spasial adalah artefak yang sangat langka! bahkan kerajaan menggolongkan benda itu sebagai harta kerajaan. bagaimana bisa sekelompok bandit sampah mendapatkan benda berharga seperti itu?!!" eh, Misha Nee-san yang biasanya cukup pemalu dan pendiam berteriak! aku kaget pasti. tapi dia terlihat imut!!
" tenang lah Nee-san. ini hanya perkiraan saja. tapi kalau ini serius...." aku terdiam sejenak. tentu saja ini aku hanya pura-pura. aku sudah tahu sejauh mana keterlibatan fraksi Duke Conrad dalam menyokong para bandit ini. termasuk memberikan sebuah harta negara kepada mereka. dasar bodoh!
" nah jangan pikirkan. mari percayakan ini kepada Ayah dan Albert Nii-san. mungkin hari ini tidak akan selesai. bisa jadi besok atau lusa."
aku memutuskan untuk mengakhiri penjelasan ku. nah sekarang wahai Albert Nii-san, aku sudah berusaha melakukan tugas ku sebaik mungkin. sisanya aku percayakan pada mu.
yeah, akhirnya selama seharian ini aku menghabiskan waktu dengan kedua kakakku di pos jaga.
****
3 Hari setelah Operasi Penumpasan di Mulai.
" hoi, apa yang harus kita lakukan sekarang?! apakah perintah selanjutnya belum keluar juga. mau berapa lama kita terus mengendap seperti tikus yang dikejar oleh kucing?!" Salah satu anggota diantara kelompok itu berteriak. tentu dia protes karena selama ini dia tidak perlu sembunyi sejauh ini.
sudah tiga hari mereka bersembunyi seperti ini. pengawasan yang dilakukan oleh Marquis juga semakin ketat. karavan pedagang dan kelompok lain merasa bersyukur karena mereka tidak perlu khawatir lagi barang mereka dirampas.
ini menjadi masalah bagi para bandit, karena mau bagaimana pun tugas mereka adalah merampok para pedagang dan menganggu jalur menuju wilayah Randall. penjagaan ketat ini, tanpa mereka duga, sangat membatasi tindakan mereka.
mereka terpaksa harus membangun kemah agak jauh ke dalam hutan. mereka beruntung tidak bertemu monster. tapi hanya itu. persediaan makanan mereka menipis. ini karena mereka sering berfoya-foya Karena menganggap persediaan mereka surplus. tapi nyatanya tidak.
mereka adalah, sebenarnya, prajurit yang diperintah untuk menjadi kelompok bandit. jumlah mereka 60 orang. tentu persediaan makanan yang disiapkan seharusnya mencukupi jumlah mereka. tapi para pemimpin kelompok mereka justru menghabiskan makanan itu untuk diri mereka sendiri.
pasti para bawahan cemburu. awalnya mereka tidak terlalu peduli karena mereka masih bisa menjarah makanan serta banyak minuman keras dari para pedagang yang lewat. namun beberapa bulan setelah mereka beraksi entah kenapa barang bawaan para pedagang yang berisi makanan justru menjadi langka. kebanyakan yang dibawa pedagang memang berharga. seperti alat sihir, pakaian, dan barang mewah lainnya. tapi mau bagaimana pun itu tidak bisa mereka makan.
akhirnya secara perlahan timbul perpecahan diantara mereka. ada jurang ketidak percayaan antara atasan dan bawahan. atasan mereka menganggap bahwa prajurit mereka tidak bekerja dengan baik sementara para prajurit menganggap pemimpin mereka tidak becus.
__ADS_1
dan pastinya, hal ini sudah diketahui oleh Issac karena dialah yang merencanakan semua ini. ia beserta anak buahnya dengan cakap menyamarkan karavan pedagang yang mengangkut makanan seolah-olah mereka membawa sesuatu yang sama sekali tidak berharga. sementara itu dia memoles karavan-karavan yang biasa saja menjadi karavan seolah mereka membawa barang berharga.
kekacauan di barisan bandit gadungan itu semakin jelas ketika beberapa diantara mereka berani menyerang rombongan para bangsawan. para pemimpin melarang mereka untuk menyentuh bangsawan. namun hal itu tidak diindahkan oleh prajurit mereka. akhirnya beberapa bawahannya menyerang rombongan bangsawan itu. untung tidak ada bangsawan yang tewas. paling-paling hanya luka.
satu-satunya kesempatan mereka dalam membunuh bangsawan adalah saat kelompok bandit itu mengincar Viscount Zen. ini karena mereka mendapatkan perintah khusus untuk menghabisi nya.
ya tentu saja Duke Conrad, tuan mereka, sama sekali tidak meminta mereka untuk membunuh Viscount Zen. Sekali lagi, itu adalah ulah licik Issac. Isaac dan anak buahnya memahami bahwa terjadi kontak antara para bandit dan mata-mata Conrad di wilayah Randall. karena mau bagaimana pun mereka satu tim.
biasanya Duke Conrad memberikan instruksi lewat surat yang dikirimkan olehnya ke wilayah Randall secara rahasia. ketika surat itu sampai ke wilayah Randall, mata-mata Conrad langsung menyalin pesan dari tuan mereka dan mengirim perintah itu via burung merpati. tentu saja Issac memanfaatkan momentum itu untuk melakukan disinformasi.
Issac diam-diam memburu para burung yang bertugas untuk mengantar surat itu. lalu mengubah isi surat dan memberikan instruksi yang lain dan mengirimkan surat itu ke para bandit menggunakan burung yang sama.
jadilah selama ini, aktifitas para bandit dan perampokan mereka dapat dipantau oleh Issac. bahkan bisa dibilang, para bandit itulah yang berputar di telapak tangannya.
puncak dari operasi disinformasi Issac adalah pembunuhan Viscount Zen. dalam surat yang dia ubah isinya itu sebenarnya berbunyi bahwa para bandit seharusnya ikut mengawal rombongan Viscount Zen dari wilayah Sinovac ke wilayah Randall dengan pakaian petualang.
Namun tentu saja isinya diubah. Issac memerintahkan mereka untuk membunuh Viscount Zen yang akan pergi ke wilayah Randall. dan Sinovac adalah panggung yang tepat untuk itu.
akhirnya kemarin malam, Issac menghabisi seluruh kaki tangan Conrad di wilayah Randall. alhasil dia tidak mendapatkan informasi apapun di wilayah Randall dan mengandalkan informasi dari bawahannya di wilayah Zen dan Sinovac.
mari kembali ke kondisi para bandit. saat ini mereka semua sedang berdebat metode mana yang akan mereka ambil. apakah harus bertahan atau menerobos keluar saja? pada akhirnya, menerobos keluar adalah jalan yang mereka pilih. dan pilihan mereka inilah yang akan mengakhiri diri mereka sendiri.
\*\*\*\*
Akhirnya!! Syukurlah operasi penumpasan bandit berjalan lancar setelah empat hari pengepungan. tak disangka ternyata mereka yang keluar sendiri dari persembunyian mereka. untungnya para prajurit dengan sigap langsung memburu dan melawan mereka. para bandit ternyata memang kuat. tapi berhasil dihabisi oleh para prajurit senior milik ayah.
pada akhirnya kami menyisakan satu dari mereka untuk diinterogasi. tapi yah sayang sekali dia malah bunuh diri. pada akhirnya ayah dan Albert Nii-san tidak mendapat petunjuk sama sekali tentang para bandit itu. namun tim yang dikirim dari ibu kota menyatakan bahwa Sinovac adalah orang yang berkomplot dengan para bandit untuk membunuh Viscount Zen.
pada akhirnya Baron Sinovac di eksekusi dan gelar kebangsawanan keluarga nya dicabut. selain itu keluarga mereka diasingkan ke Utara kerajaan Heinz.
__ADS_1
yah sebenernya aku bisa saja menghabisi mereka dalam satu gerakan. tapi aku ingin melempar kotoran ke wajah Duke Conrad sekaligus mengingatkan nya bahwa rencananya dalam menghancurkan reputasi ayah ku dan mencerai beraikan keluarga ku tak akan pernah berhasil.
yah sebenernya aku ingin hidup dengan damai tanpa terlibat konflik para bangsawan ataupun hal-hal yang berbau politik lainnya. tapi kurasa aku tidak bisa. entahlah. sekali lagi aku berharap semoga semuanya berjalan dengan tenang dan baik.