Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Rencana Savoy


__ADS_3

"Senang bekerja sama dengan anda nona Maria. Jika anda berkenan, mari kita bertemu lagi di kerajaan."


"Sama dengan saya tuan Issac. Jika ada kesempatan, saya pasti akan mengunjungi anda di kerajaan. Terimakasih banyak."


Keduanya berjabat tangan dengan senyum mengembang di wajah mereka. Olivia dan Carolina juga tersenyum. Mereka berdua cukup dekat dengan Maria. mungkin karena mereka sama-sama gadis dan memiliki minat yang sama.


Mereka berdua menghormati Maria. Begitu juga Maria sangat menghormati mereka berdua. Issac tidak tahu persis apa yang mereka bicarakan. Tapi ia senang karena Maria, Olivia, dan Carolina berteman akrab dalam waktu yang singkat.


"Olivia, Carolina, mari kita bertemu lagi jika aku pergi ke kerajaan. Pastikan kalian mengajakku jalan-jalan ya?"


Olivia dan Carolina terkikik pelan dan mengacungkan jempol mereka. Melihat ekspresi senang mereka, Issac mengelus rambut keduanya dan membuat mereka terlihat sangat nyaman.


"Kalau begitu Nona Maria, saya berangkat. Jika ada waktu, mampirlah ke kerajaan."


Begitu Issac memasuki kereta kudanya bersama dengan Olivia dan Carolina, kusir langsung memacu kudanya dan berangkat sementara Maria melambaikan tangannya.


Begitu kereta kuda mereka hilang dari pandangannya, Maria memasuki mansion dan pergi ke kamarnya. Masih ada waktu sebelum makan siang jadi ia memutuskan untuk berbaring sebentar di kasur.


Satu bulan terakhir ini, mansionnya menjadi ramai. Hampir setiap hari ia makan bersama dan mengobrol dengan tiga tamunya. Setelah di tinggal seperti ini, ia merasa sangat kesepian.


Terutama dengan Issac. Mereka adalah sesama reinkarnator. Setelah mengobrol lebih dalam, mereka berasal dari negara yang sama bahkan pernah bertugas di medan perang yang sama dan pernah bertemu satu sama lain.


Maria dulunya adalah seorang petugas medis yang bertanggung jawab atas treatment para tentara yang terluka. Ia juga diberikan tugas untuk mengawasi persediaan obat-obatan, peralatan bedah, dan berbagai fasilitas serta kebutuhan medis.


Ia bertemu dengan Issac, yang dulunya Thomas, pada saat musuh berhasil menerobos garis belakang. Mengulur waktu untuk mengalihkan perhatian musuh, Thomas dan beberapa tentara lainnya menahan gempuran musuh sementara yang lain mengevakuasikan diri.


Maria lah, kebetulan dulu namanya juga Maria, adalah petugas medis yang mengobati luka yang Thomas derita setelah berhasil melarikan diri dari gelombang musuh.

__ADS_1


Siapa yang menyangka kalau mereka akan bertemu kembali setelah dipisahkan oleh kematian. Maria sendiri meninggal karena penyakit komplikasi yang ia derita tidak lama setelah pertempuran selesai. Ia mati dengan damai tanpa penyesalan apapun.


"Baiklah, aku akan pergi ke kerajaan dalam waktu dekat dan bertemu dengan mereka lagi! Aku jadi tidak sabar untuk segera melihat mereka!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di kerajaan Heinz, ketika Issac dan yang lainnya masih dalam perjalanan kembali, Aurellia dan Margareth sedang berada di kantor mereka. Jika tidak ada audiensi, mereka akan stand by di kantor dan mengerjakan berbagai pekerjaan kenegaraan.


Di saat mereka sedang sibuk menangani berbagai dokumen sambil mengobrol santai, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan masuk ke dalam kantor mereka. Itu adalah Cecilia. Maid pribadi Aurellia sekaligus kepala RIS yang dibentuk oleh Issac.


Ia membawa nampan yang berisi teko teh dan dua cangkir serta beberapa camilan untuk mereka berdua.


"Terimakasih Cecilia. Ngomong-ngomong sepertinya kamu membawa sesuatu yang penting kita berdua."


Cecilia mengangguk. Ia mengeluarkan sebuah amplop dengan segel dari RIS.


Aurellia membuka segel amplop itu dan membaca laporan yang ada di dalamnya. Margareth juga ikut membaca di sebelah Aurellia. Seketika mata mereka terbuka lebar begitu tahu isi laporannya dan amarah mereka memuncak.


Laporan itu berisi mengenai berita adanya penculikan yang terjadi di wilayah bekas kerajaan Randall yang mayoritas dihuni oleh beastmen. Setelah diculik, mereka akan dibawa ke luar negeri dan dijual sebagai budak.


Berkat kebijakan anti diskriminasi rasial yang diterapkan oleh kerajaan, tidak peduli apapun ras ataupun suku mereka, semua warga negara kerajaan diberikan hak yang sama. Mereka bisa mengakses pendidikan, menikmati fasilitas kesehatan, dan kesetaraan dalam hukum.


Mereka juga mendapatkan hak yang sama dengan manusia terkait dengan mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji yang layak dari tempat mereka bekerja. Keamanan mereka juga dijamin.


Itulah kenapa sudah bukan hal yang asing lagi jika para beastmen berjalan-jalan di Venz dengan rasa aman. Ada beberapa orang yang masih memberikan stigma buruk. Terutama dari para orang tua atau pemeluk agama 12 Dewi yang cukup taat.


Tetapi kebanyakan warga terutama anak muda sudah menjadikan mereka bagian dari kerajaan dan saling memperlakukan dengan baik.

__ADS_1


Soal perbudakan, kerajaan secara resmi telah melarangnya. Jual beli perbudakan telah dihapuskan dan satu-satunya yang menjadi budak adalah para kriminal yang melakukan kejahatan berat. Itupun setelah melewati persidangan. Budak ini seluruhnya dikendalikan oleh negara dan dikirim ke tambang atau tempat lainnya untuk menjalani kerja paksa.


Bahkan meskipun mereka adalah budak kriminal, hak mereka tetap diperhatikan dengan baik. Setidaknya mereka diberikan makan tiga kali sehari dan diberikan perawatan jika mereka jatuh sakit.


Penculikan dan menjual para korban adalah dosa besar di kerajaan. Aurellia dan Margareth tidak segan-segan untuk menghukum mereka tidak peduli sebesar apapun pengaruh orang itu dan sekuat apapun mereka.


"Apakah ada laporan lebih lanjut mengenai hal ini?"


"Ada Yang mulia ratu. Polisi militer telah mengamankan mereka dan menahan mereka di pos perbatasan Utara. Tapi mereka hanyalah remah kecil.


"Ada kemungkinan, basis operasi mereka ada di wilayah Savoy dan langsung berada di bawah kendali Marquis Savoy. Akan Sulit untuk menindak mereka jika ini berhubungan dengan Bangsawan dari kekaisaran Moskov."


Marquis Savoy. Pada saat wilayah perbatasan Utara masih berada di bawah pengaruh Schazar, bisa dibilang hubungan mereka cukup bersahabat. Tapi sejak kerajaan diperintah oleh Aurellia sikap mereka menjadi sangat dingin.


"Tetap lakukan tindakan kepada mereka. Tidak peduli siapa yang berdiri di belakang mereka, kerajaan tidak takut. Itu akan menjadi peringatan bagi mereka."


Cecilia menunduk dan segera meninggalkan kantor. Margareth memasang wajah khawatir. Ia tidak menilai bahwa tindakan Aurellia sembrono. Mau bagaimana pun kejahatan harus dihukum. Yang ia takutkan adalah konsekuensi dari tindakannya.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan Margareth. Justru inilah yang Marquis Savoy inginkan, bukan? Kita akan menghukum mereka dengan berat dan Marquis Savoy mungkin akan mendeklarasikan perang sebagai alasan karena kita telah menghukum para bawahannya.


"Tapi aku tidak peduli. Kerajaan bukan entitas yang lemah. Mereka yang mencari masalah dengan kerajaan tidak akan menemui apapun selain lubang neraka di depan mata mereka.


"Lagipula aku yakin, jika kedaulatan kita terganggu, ia pasti akan bertindak. Tidak, mungkin ia malah akan bersenang-senang. Jadi biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau untuk sekarang."


Seperti yang diharapkan dari Aurellia, dirinya bisa membaca niat sebenarnya dari Marquis Savoy. Tetapi dirinya tidak berniat lengah. Dia tidak mau meremehkan Savoy tetapi jika mereka bertindak seenaknya, Aurellia tidak akan bisa tinggal diam.


Menggunakan kalung yang berfungsi sebagai alat telekomunikasi, Aurellia menghubungi Issac dan memberikan perintah untuknya.

__ADS_1


__ADS_2