
Issac dan yang lainnya telah melaporkan semua yang terjadi pada Margrave Mariendolf. Pastinya ia sangat murka. Dia segera melakukan tindakan dengan menambah jumlah pasukannya untuk menjaga keamanan dan melatih mereka dengan lebih keras. Kejadian ini jelas menjadi pukulan telak baginya.
"Tunggu dulu! Kenapa kita berada di sini sekarang! Ini mansionku jadi tolong...."
"Ba-bajingan!! Apa yang akan kau lakukan pada kami!?"
Sekarang, di kamar yang Issac tempati, Agatha dan Angelica telah berada di atas kasurnya yang cukup besar. Mereka sama sekali tidak memakai pakaian apapun. Alias, yah, kalian tahu sendiri.
Issac mau tidak mau mengakui tubuh indah mereka berdua. Bentuk badan mereka sama-sama indah dan proporsional. Karena mereka sering berlatih, tubuh mereka menjadi sangat bagus di banyak bagian yang tepat.
Seperti serigala yang menatap domba kecil yang malang, Issac memulai permainannya. Dia menjamah seluruh bagian tubuh Agatha terlebih dahulu dengan bibirnya. Wajah, leher, kedua gunung dan persiknya, lalu yang terakhir adalah bagian terlarang miliknya.
__ADS_1
Agatha hanya bisa pasrah dan mengerang di tengah pemanasan. Sensai asing yang menjalar di tubuhnya membuat gadis itu menjadi hampir gila. Tubuhnya menjadi panas dan menggeliat berkali-kali.
Angelica juga sudah tidak kuat. Dia akhirnya ikut pemanasan. Dia memeluk Issac dari belakang dan berusaha untuk mendapatkan kesenangan juga. Beberapa menit kemudian, tubuh Agatha menggelinjang. Dia telah keluar. Sekarang, adalah giliran Angelica.
Setelah beberapa menit pemanasan, Issac meminta kedua gadis itu untuk bermain satu sama lain. Berciuman dan saling berpelukan. Itu memalukan! Tapi entah kenapa mereka sangat senang!
Barulah setelah itu, pertunjukkan utama dimulai. Issac pertama kali mengambil mahkota milik Angelica. Karena tidak berpengalaman, dia jatuh ke tangan Issac dan menyerah dengan kesenangan yang ia rasakan. Issac memanggil namanya dengan sebutan Angie berkali-kali sehingga Angelica semakin menggila.
Angelica dan Agatha sama-sama terkapar di kasur. Mereka sangat kelelahan dan malu. Pada akhirnya, mereka tertidur pulas dengan ekspresi yang sangat puas. Jujur saja Issac masih ingin lagi. Tapi dia tidak kuasa untuk membangunkan malaikat manisnya yang sedang tertidur dengan ekspresi seperti itu.
Sayang, Carolina telah kelelahan dan tidur duluan jadi ia tak bisa mengajaknya. Untung, kedua mangsa selanjutnya masuk. Mereka adalah Margareth dan Lilianne. Tanpa mengatakan banyak hal, Issac langsung membanting mereka berdua ke kasur. Malam itu, kamarnya dipenuhi oleh suara erangan yang manis.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Uuuhhh....itu memalukan! Aku tidak mau melakukan hal seperti itu lagi!"
"A-aku juga!! Kenapa aku bisa terjebak oleh sesuatu seperti itu...Dewi."
Paginya saat mereka sudah bangun, Agatha dan Angelica tidak kuasa bertatapan dengan Issac. Mereka merasa seperti binatang malam itu. Meskipun rasanya enak, tapi mereka sangat malu. Bahkan wajah mereka berdua sangat merah sekarang.
Sementara Lilianne dan Margareth, yah mereka terus mengejek Angelica dan Agatha hingga kedua gadis itu merasa ingin masuk lubang saja. Dan Carolina, wajahnya sangat merah.
Angelica dan Agatha telah lama mengintip Issac. Hal itu dia ketahui karena setiap ia melakukan itu dengan Lilianne dan Margareth, depan kamarnya selalu becek. Yah, sepertinya untuk menahan nafsu dan cinta itu, mereka main sendiri.
__ADS_1
Nah, karena keempat gadis itu sudah menjadi kekasihnya, keinginan ia untuk melindungi mereka semakin kuat. Ia pasti akan melindungi seluruh wanitanya, meskipun itu artinya dia harus menjadi musuh dunia dan para Dewi sekalipun.