Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Problem Para Pengungsi


__ADS_3

Mayat berserakan dimana-mana. Bau darah, tangisan anak kecil, jeritan kesakitan, dan asap yang disebabkan oleh api yang membakar rumah-rumah memenuhi langit. Ini adalah salah satu tempat yang ditinggali oleh suku anjing hitam di federasi Garlin. Mereka adalah suku yang menentang pembentukan monarki dan mengalami nasib yang sama, tidak, bahkan lebih buruk daripada suku serigala perak.


Mereka diperangi dan kalah. Lalu dikucilkan. Bahkan sebagian besar dari mereka dibantai. Anak-anak, wanita, dan orang tua. Siapapun yang menghalangi jalan mereka, akan mengalami nasib buruk.


"Perlawanan dari suku anjing hitam sudah diredam. Haruskah kita menghabisi semua yang menentang kita, tuan?"


Seorang gadis berambut kuning kemerahan dengan mata seperti nyala api berdiri di sebelah seorang pria. Di kepalanya, ada dua telinga rubah dan ada sebuah ekor di bagian belakang tubuhnya.


Di sampingnya, seorang lelaki berdiri dengan tatapan yang tajam. Rasa haus darah memenuhi tubuhnya. Mereka yang melihat matanya akan merasa seolah-olah pria ini adalah malaikat pencabut nyawa. Ia memiliki ciri-ciri yang sama seperti gadis di sebelahnya.


"Belum cukup, belum cukup! Demi menguasai dan membalaskan dendam kita pada ras manusia, kekuatan yang lebih besar diperlukan! Tidak peduli bagaimana caranya, kita harus mengumpulkan kekuatan!"


Gadis itu tidak mengatakan apapun lagi. Ia hanya diam dan mengangguk. Sepertinya tekad yang ia miliki telah bulat. Ia akan mengikuti pria yang ada di sampingnya kemanapun pria ini pergi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Uhhh.....Ahnn....Hyahhh!! Hei, pelan-pelan Is! Kamu membuatku merasa aneh!"


"Tidak, tidak! Seharunya kau yang pelan kak Sasha...Kuh!"


Issac sekarang berada di provinsi perbatasan barat yang berada di bawah wewenang keluarga Randall. Tentu saja Issac menyempatkan untuk berkunjung ke Sasha dan Misha. Dan malam ini, mereka sedang menjalankan 'ritual rutinan'.


Entah kenapa semua kekasihnya membangun kebiasaan aneh. Terutama Sasha dan Misha. Mereka berdua menjadikan cowgirl sebagai posisi favorit.


Ketika Sasha terus menggoyangkan pinggulnya, sensasi aneh datang dari bawah tubuhnya! Beberapa detik kemudian, Issac dan Sasha ******* bersamaan!


"Hahhh.....hahhh..... Terimakasih Issac. Bercinta denganmu selalu terasa sangat enak. Aku senang."


Yah, Issac sendiri masih merasa keras, jadi dia melakukannya sekali lagi! Sasha hanya bisa terengah-engah dan mengerang mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dari Issac. Beberapa menit kemudian, dia kembali *******.


Sasha yang masih berada dalam kondisi afterglow memeluk Issac dengan wajah puas dan menciumnya berkali-kali seolah benar-benar tidak ada hari esok!


"Semenjak kamu menjadi seorang Duke dan kepala staf istana, kamu jarang menghabiskan waktu dengan kita berdua kan? Aku tahu kamu sibuk tapi....jangan lupakan kami oke?"


Issac yang masih memeluk Sasha mencium bibir dan hidungnya yang membuat pipi Sasha terasa panas. Sementara Misha, dia sedang tertidur pulas karena kelelahan setelah 'bermain' dengan Issac sebelum Sasha datang.


"Aku minta maaf ya. Itu memang benar. Tapi mulai sekarang, aku akan menghabiskan banyak waktu dengan kalian berdua Karena aku tidak ingin kalian lepas dariku."


Beberapa saat setelah bermesraan, mereka berdua jatuh tertidur.


Tujuan utama Issac datang ke provinsi perbatasan di barat memang mengunjungi dan bersenang-senang dengan Sasha dan Misha. Tapi ia juga punya tujuan sampingan yang tidak kalah penting.

__ADS_1


Meskipun perbatasan barat telah ditutup, gelombang pengungsi dari kekaisaran tetap berdatangan. Selain Takut menjadi korban karena dipaksa untuk berperang di garis depan, para pengungsi juga tidak punya apa-apa lagi selain baju yang mereka pakai karena semua harta mereka telah dikuras habis oleh para tuan mereka.


Karena itulah mereka melarikan diri menuju kerajaan. Kerajaan Heinz tidak memiliki masalah untuk menampung mereka bahkan memberikan kewarganegaraan baru untuk para pengungsi. Tapi justru inilah yang membuat masalah semakin rumit.


Banyak dari mereka yang tidak ingin dijadikan sebagai warga negara kerajaan Heinz. Mereka masih setia dengan kekaisaran dan kampung halaman mereka. Jika ini terus dibiarkan, gesekan antara warga kerajaan dan kekaisaran akan terjadi cepat atau lambat.


Karena itulah, ia akan membicarakan masalah ini dengan tuan tanah wilayah yang berbatasan langsung dengan perbatasan barat. Margrave Mariendolf. Ia mengundang Angelica, Carolina, Agatha, dan Chris untuk membicarakan masalah ini.


Sampai sekarang, posisi Mariendolf tetaplah netral dengan alasan bahwa mereka harus menjaga perbatasan di sebelah timur. Itu cukup masuk akal mengingat kerajaan Heinz sedang berada dalam masa kebangkitannya. Para bangsawan yang berkonflik takut dengan kondisi internal kerajaan yang telah membaik.


Itulah kenapa mengapa mereka tidak memaksa Mariendolf untuk ikut campur dalam konflik berdarah-darah yang mereka lakukan.


Faktanya, beberapa bangsawan dari kekaisaran berusaha menyeret para bangsawan di kerajaan Heinz untuk membantu mereka dalam berperang. Para Duke dan bangsawan lainnya melaporkan bahwa utusan dari masing-masing fraksi dari kekaisaran mendatangi mereka dan meminta kerjasama dari mereka.


Tapi yang para bangsawan kekaisaran itu tidak tahu, sistem kebangsawanan di kerajaan Heinz sudah sangat berbeda di masa lalu. Mereka masih diberikan otonomi untuk mengelola wilayah masing-masing. Tetapi mereka tidak diberikan hak untuk menjalin hubungan luar negeri kecuali dengan izin kerajaan secara langsung.


Lagipula, mereka juga tidak memiliki pasukan pribadi lagi. Kalaupun membantu, Mereka tidak bisa melakukan banyak hal.


Itulah kenapa para bangsawan dari kekaisaran pulang dengan tangan kosong. Lagipula para pengelola wilayah yang Issac pilih juga mengikuti garis yang sama dengan kerajaan yaitu kebijakan non-intervensionis.


Paginya, Issac berangkat menuju ke tempat pertemuan. Sebuah hotel mewah di kota Romeon milik La-Sa Guild. Mereka semua akan kesini menggunakan sihir portal. Benar saja, mereka sudah sampai lebih dulu daripada Issac.


"Selamat datang di kerajaan, mungkinkah aku harus mengatakan itu pada kalian semua? Aku rasa tidak perlu ya."


Tapi Issac dan yang lainnya sadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk bermesraan. Yah, mereka masih memiliki banyak waktu untuk memanjakan diri nanti. Sekarang adalah waktunya untuk serius terlebih dahulu.


"Baiklah mari kita langsung masuk ke intinya. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas keadaan rakyat kekaisaran, aku minta maaf karena telah membuat kerajaan kewalahan untuk mengurus rakyat kami yang lari menuju kerajaan."


Angelica dan Chris sama-sama menundukkan kepalanya. Issac langsung mencegah mereka untuk melakukan hal itu. Mereka berdua telah mengurus segalanya dengan baik. Sejak awal, bukan permintaan maaf yang ingin ia dengarkan dari Mereka.


"Tidak perlu meminta maaf. Aku yakin kalian telah melakukan yang terbaik dalam memperlakukan mereka. Pada dasarnya, kerajaan sendiri tidak keberatan untuk melindungi para pengungsi.


"Tapi dengan catatan, mereka harus menjadi warga negara kerajaan dan bersumpah setia kepada Ratu Aurellia. Kami tidak ingin gesekan terjadi antara penduduk lokal dengan para pengungsi."


Ada niat dibalik keinginan Issac untuk menjadikan para pengungsi sebagai warga negara kerajaan. Pertama, para pengungsi itu, beruntungnya, terdiri banyak orang-orang berbakat. Guru, akuntan, pengrajin, insinyur, dan lain-lain.


Meskipun sudah maju, kerajaan masih membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk membangun kerajaan. Dengan menyerap para pengungsi, populasi akan bertambah dan kerajaan mendapatkan banyak tenaga ahli untuk menopang kerajaan.


Walaupun banyak yang menolak untuk menjadi bagian dari kerajaan dan bertekad untuk kembali kekasisaran ketika kondisinya sudah menjadi lebih stabil, banyak juga dari mereka yang ingin bergabung dengan kerajaan.


Issac atas seizin Aurellia telah membentuk satuan tugas yang mengurus kebutuhan orang-orang ini. Mereka diwawancarai dan ditanyai apa keahlian mereka. Setelah itu, mereka akan ditempatkan dengan posisi yang cocok dan mendapatkan jaminan hidup di kerajaan.

__ADS_1


Proses ini sudah berjalan cukup lama. Ratusan orang bersedia untuk bersumpah setia kepada Ratu Aurellia. Bukannya Chris, Angelica, dan Carolina tidak tahu hal itu. Mereka memang menyayangkan tindakan Issac tetapi mereka tidak punya hak untuk mencegah itu terjadi.


"Aku mengerti niatmu. Itu berarti sedikit masalah sudah terselesaikan. Tapi kita juga tidak bisa membiarkan sumber daya manusia milik Kekaisaran terus lari menuju kerajaan."


Carolina menimpali Issac. Meskipun ia adalah ketua cabang La-Sa Guild di kekaisaran yang pada dasarnya memiliki afiliasi dengan kerajaan, ia juga masih rakyat kekaisaran yang ingin melindungi warganya dengan caranya sendiri.


"Lina benar. Kami sudah kekurangan banyak hal sekarang. Membiarkan para ahli dari kekaisaran mengalir ke kerajaan terus menerus akan membuat Kekaisaran kekurangan orang-orang ahli."


Chris juga menguatkan argumen Carolina. Mereka berdua sepintas mirip dengan Aurellia dan Margareth. Mungkinkah mereka berdua berubah pikiran setelah melihat pedihnya konflik internal di Grand Aria?


"Tentu saja. Kalau aku berada di posisi kalian, aku juga punya pandangan yang sama. Tetapi kalian berdua tidak bisa melakukan banyak hal bukan?


"Angie yang mulai dari sekarang akan bertindak sebagai wakil keluarga Mariendolf maupun kalian berdua pasti sudah berusaha sebaik mungkin untuk membiayai mereka. Tetapi selalu ada saja celah kan?"


Para pengungsi tidak hanya melarikan diri lewat jalan besar antara Mariendolf dan Randall. Resimen perbatasan Randall yang berpatroli seringkali bersinggungan dengan para pengungsi yang melarikan diri lewat hutan. Mereka menangkapnya dan membawa ke zona aman.


"Kalau begitu aku punya proposal. Kerajaan juga memiliki kepentingan untuk membendung gesekan. Karena itu, kita akan memberikan bantuan kepada Mariendolf dalam bentuk pinjaman, hibah, dan barang jadi. Setelah itu Mariendolf akan mengurus kebutuhan pengungsi dan tidak membiarkan mereka lari ke kerajaan.


"Agatha, bisakah kau meminjamkan wilayahmu untuk menjadi tempat penampungan? Mungkin Mariendolf tidak akan cukup untuk menampung banyak orang."


Agatha yang daritadi hanya diam mendengarkan kini mengangguk. Sikapnya yang menjadi pendiam seperti ini membuat Issac merasa sedikit kesepian.


"Tidak masalah. Nama keluarga Schafer sudah dipulihkan berkat usaha Chris dan Angie. Aku akan menganggap itu sebagai bentuk pelunasan utangku kepada keluarga Mariendolf."


Setelah melalui pembicaraan panjang, kesepakatan terbentuk dan surat perjanjian dibuat. Issac diberikan kewenangan penuh untuk mengatasi masalah ini oleh Aurellia. Lagipula kesepakatan yang telah ia buat tidak terlalu buruk.


Setelah rapat resmi selesai, Carolina berdiri dan berjalan ke depan Issac lalu....Chuu. dengan berani ia duduk dipangkuan Issac dan menciumnya. Tentu saja disambut dengan senang hati oleh Issac. Sementara Chris dan yang lainnya hanya memandangi mereka dengan wajah memerah.


"Curang! Chris curang! Aku juga mau!"


Dan pagi itu, di salah satu kamar hotel, suara erangan dan teriakan dari para gadis memenuhi kamar hotel. Membuat Issac semakin bergairah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di perbatasan barat pembicaraan sedang terjadi, resimen perbatasan di Timur sedang berpatroli. Patroli di lakukan di dua tempat. Pertama adalah hutan dan yang kedua adalah sungai.


Awalnya tidak terjadi apapun. Tetapi saat resimen perbatasan timur sedang berpatroli di sungai, tiba-tiba sepuluh perahu berkecepatan tinggi menyerang perahu patroli dengan panah dan sihir. Untung, pasukan perbatasan dengan sigap melakukan serangan balik.


Perahu yang menyerang patroli berisi para beastmen bertelinga rubah dan kucing. Tim patroli berhasil menghancurkan dua perahu dan menangkap tiga perahu lainnya. Sisanya melarikan diri ke tepi sungai yang ada di Garlin. Tidak ada korban jiwa dari pihak kerajaan.


Resimen perbatasan segera mengirimkan surat melalui burung merpati pada Anna. Anna yang menjadi wakil Issac langsung meneruskan pesan itu kepada Aurellia yang berada di istana. Begitu ia mendapatkan pesan itu, firasatnya ternyata tidak meleset.

__ADS_1


Perang dengan federasi Garlin mungkin tidak terelakan dalam waktu yang lama.


__ADS_2