Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 70: Selamat! Misi telah selesai!


__ADS_3

"Selamat karena telah berhasil menghabisi para goblin dari sarangnya langsung!"


Aku menyambut mereka dengan ramah-tamah yang luar biasa! ini sama seperti pahlawan yang telah menang melawan raja iblis!


tentu saja, sambutan ramah-tamah yang aku berikan pada mereka dibalas dengan bogem mentah milik Anna yang diarahkan langsung ke wajah ku. nah, pukulan itu sepertinya telah dilapisi oleh sihir penguat. hasilnya sudah pasti, aku terpental. itu sedikit sakit karena aku mendarat di atas batu besar dengan posisi kepala terlebih dahulu!


yah, mau bagaimana pun mereka telah berhasil. aku harus mengapresiasi kerja keras mereka dengan menghidangkan sup kelinci dengan berbagai sayuran di dalamnya. sepertinya Anna sangat kelelahan karena dia sudah tertidur. ini masih siang sih tapi kalau dia lelah, lebih baik biarkan dia tidur.


"Woahh, Sup buatan mu enak sekali!" James yang baru makan sup buatan ku dalam suapan pertama langsung memuji kemampuan ku. seperti yang diharapkan dari aku!


oke aku terlalu sombong. maaf. tapi jika James dan Evelyn senang, itu sama sekali tidak masalah.


"Hei, aku tidak keberatan jika kalian menghabiskan masakan ku. tapi jangan lupa berbagai dengan Anna oke? sepertinya dia bekerja keras tadi."


"yah begitulah, sepertinya emosinya tidak terlalu stabil sehingga dia lebih cepat kelelahan. tapi terlepas dari itu, keterampilan bertarungnya luar biasa. aku tidak menyangka bahwa dia bisa menghancurkan tulang goblin hanya dengan tangan kosong."


yah, ini Anna sih yang sedang kita bicarakan. mau bagaimana-pun juga dia adalah siswa kelas S. apalagi termasuk sepuluh besar. tentu saja dia juga termasuk salah satu dari 30 teratas yang terkuat di angkatan kami. tentu saja dia kuat. tetapi dia kekurangan pengalaman aktual. itu saja.


"Nah, kalian semua, setelah ini lebih baik berisitirahat juga. anggap saja tidur siang. saat kalian bangun aku yakin tubuh kalian akan terasa lebih segar."


Setelah aku mengusulkan hal itu, James dan Evelyn saling bertatapan. lalu mengangguk. mereka juga lelah karena mau bagaimana pun ini pertama kalinya mereka membunuh mahluk hidup yang berbentuk humanoid. mungkin fisik mereka baik-baik saja tapi mental mereka yang tidak baik.


mereka masuk ke tenda yang telah ku siapkan dan tak lama kemudian mereka tertidur. nah karena sudah tidur mari lakukan sesuatu!


aku pergi meninggalkan arena perkemahan. aku tidak takut itu diserang karena aku sudah merapal sihir yang membuat monster menjauh dari tempat itu. lagipula tempat itu juga dijaga oleh Cacha, seekor monster yang kekuatannya diluar perhitungan manusia apalagi monster yang ada di dunia ini.


aku memutuskan untuk masuk ke dalam goa. yah semua goblin sudah dibantai oleh mereka sih. jadi aku hanya tinggal memotong bagian anggota tubuh mereka, lebih tepatnya telinga, untuk dijadikan bukti kepada guild bahwa kita telah menyelesaikan misi kita. mungkin karena mereka terlalu kelelahan dan saking inginnya meninju ku, mereka lupa untuk melakukan hal ini.


aku memotong 15 telinga goblin. segini saja sudah cukup. aku menyimpannya di kantong spasial milikku dan masuk lebih dalam ke Goa. hmmm gelap dan pengap. mungkin itu kesan pertama yang aku rasakan. ini bukan dungeon, jadi konsentrasi mana-nya tidak tinggi dan tidak akan ada monster yang berevolusi.


tapi ya.. meskipun begitu, aku juga sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan ku. terkadang sesuatu yang tak terduga bisa saja terjadi. aku terus menelusuri goa. yang aku cari adalah harta Karun. biasanya para goblin itu seperti monyet. mereka suka merampas sesuatu. bedanya biasanya para goblin membunuh dulu orang yang lewat di depannya lalu baru merampas barang mereka.

__ADS_1


siapa tahu kan aku dapat Jackpot?


eh ternyata benar! saat aku berada tepat ujung goa, sudut mata ku menangkap sebuah benda dengan kemilau yang indah. astaga, ternyata ini emas! jumlahnya cukup banyak, mungkin ada 50. walaupun sebenarnya ini receh bagiku tetapi sangat banyak bagi desa! baiklah, mari kita ambil terlebih dahulu.


itu saja sih yang aku temukan. baiklah, mari kita keluar!


setelah melewati berbagai mayat goblin yang terkoyak dan hancur, akhirnya aku sampai di luar. ah ngomong-ngomong soal harta Karun itu, aku menyimpannya di tas spasial ku. Oh, Anna sudah bangun. aku ajak ngobrol dia.


"Hai Anna, selamat siang, masih mengantuk?"


Anna yang sepertinya sedang mengumpulkan nyawa kaget dengan kehadiran ku.


"Issac! Berapa kali sudah ku bilang jangan tiba-tiba muncul seperti itu!"


"Hahaha maaf maaf. ayo, makan dulu. kau bisa mengambil jatahmu di kuali itu."


Aku menunjuk ke sebuah kuali yang berisi sup kelinci ku. Anna mengangguk dan mengambil mangkuk yang ada di samping kuali dan menciduk supnya. itu masih hangat. yah, kuali itu ku buat untuk menyerap panas jadi jika apinya sudah matipun, kehangatan supnya tetap akan terjaga.


"Ehh, ini Enak Issac!"


"Hmmmph! Tapi ini masih lebih enak sarapan tadi pagi!" Anna sepertinya kesal dengan kesombongan ku.


"Faktanya, sarapan yang tadi pagi juga buatan ku lho..." Kali ini Anna malah menumpahkan makanan nya. Hei, itu Mubazir Anna!


"Huhuhu...aku kalah dari seorang lelaki soal memasak! aku tidak pernah memasak makanan seenak ini!"


astaga anak ini! aku hanya sih hanya tertawa melihat dia tertunduk dengan murung. aku mengambil mangkuk kayu lain dan menuangkan sup lagi.


"Jangan sedih. kapan-kapan aku akan mengajari mu memasak oke? yang penting, makan saja dulu sekarang. setelah itu mari kita bangunkan James dan Evelyn. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."


sambil menunggu Anna selesai makan, aku segera membangunkan mereka berdua. yah sepertinya mereka sangat kelelahan. tidur mereka sangat pulas. aku bahkan harus menuangkan sedikit air lewat jariku agar mereka berdua bangun. ah benar juga, tenda mereka terpisah.

__ADS_1


"Hei kau sudah segar kan? ayo bangun." itulah yang ku katakan pada mereka berdua.


lima menit kemudian, kami semua telah berkumpul. kami duduk diatas sebuah tikar yang aku siapkan. di depan kami, segelas es teh manis yang terlihat sangat segar sudah terhidang. minuman yang tepat di musim panas!


"Aku mau mengucapkan selamat dan terimakasih kepada kalian. selamat karena telah menyelasaikan quest dari guild dan terimakasih karena telah membantu ku memberantas para goblin hingga tak tersisa."


Aku menundukkan kepalaku. yah, mereka sudah membantu ku sejauh ini jadi ku pikir rasa hormat saja tidak cukup. sepertinya sih.


"Hahhh....jika bukan karena jebakan mu aku tidak akan mau memberantas para goblin yang ada di dalam goa. tapi berkat itu, aku berhasil membentuk dan menguatkan mental ku. jadi itu tidak buruk. kau tidak perlu mengucapkan terimakasih."


sepertinya yang lain juga sepakat dengan James. mereka mengangguk dalam diam. nah tapi tetap tidak bisa seperti itu oke. mau bagaimana pun mereka menjadi kesulitan karena keegoisan ku jadi aku harus membalas kebaikan hati mereka.


lewat sihir spasial, aku mengeluarkan sebuah kantong yang berisi koin emas. nah, sepertinya mereka kaget melihat sihir spasial ku. yah wajar sih, itukan sihir yang konon katanya telah hilang.


ah tapi kelihatannya kekagetan mereka tidak bertahan lama. wajah mereka seolah mengatakan, 'Yah itu adalah Issac sih jadi tidak perlu kaget.' nah itu agak kasar kawan. apakah kau melihat ku sebagai seorang iblis?


Aku mengeluarkan sembilan koin emas dan memberikan masing-masing tiga koin. kali ini mereka benar-benar kaget! terutama James dan Evelyn. mereka memegang tiga koin itu sambil tercengang dan bingung. 'Kenapa kau memberikan tiga koin ini secara mendadak pada kami!?' mungkin itu sih yang dipikirkan mereka.


"anggap saja membasmi goblin adalah quest yang secara pribadi aku berikan pada kalian. jadi aku pikir ini impas. tiga koin emas adalah biaya yang cukup untuk itu bukan? atau masih kurang? kalian boleh mengajukan keberatan jika segitu masih kurang."


aku juga tidak ada masalah jika mereka menganggap segitu kurang. mau bagaimana-pun koin emas itu seperti recehan bagiku. uangku juga semakin hari semakin bertambah. tidak ada yang perlu dikhawatirkan. orang kaya mah bebas!


"Ti-tidak Issac! I-ini Te-te-terlalu bany...."


"Tenang saja kawan, karena kita sahabat, Tiga koin emas sudah cukup. anggap saja harga teman! Senang berbisnis dengan mu!"


seperti yang diharapkan dari sahabat ku! dia benar-benar bajingan!


sementara Anna, walaupun ekspresi nya tidak setercengang yang lain, dia tetap melongo.


"I-ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan uang karena jerih payah ku sendiri." Karena dia tiba-tiba terlihat senang jadi kupikir tidak ada masalah sama sekali.

__ADS_1


setelah itu, kami memutuskan untuk menghabiskan es teh kami. aku menceritakan soal danau yang ada di dekat desa tempat kami menginap. karena ini musim panas, mereka langsung setuju saat aku mengajak mereka untuk berenang.


yahh sisa hari Minggu ini kami habiskan untuk bersenang-senang setelah mereka lelah menjalankan misi. Benar-benar musim panas yang indah!


__ADS_2