Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
The Decisive Battle Of Lostov (1)


__ADS_3

Issac sudah berada di Savoy saat mendengar kalau Maria dengan tentara pribadinya telah tiba di wilayah Lostov. Berdasarkan informasi intelejen, Maria membawa serta 70.000 tentara. Sedikit lebih banyak dari yang dia perkirakan.


Mau bagaimana pun, ini membuktikan kemampuan dan kompetensi Maria sebagai seorang Duchess sekaligus komandan militer. Untuk mengurus banyak tentara seperti itu sama sekali bukan urusan mudah. Butuh usaha lebih untuk memasukkan jalur suplai tetap aman dan kebutuhan tentara terpenuhi.


Issac tidak bisa tidak kagum dengan Maria. Nah, mari kesampingkan itu dulu. Dengan tibanya Maria, bisa dibilang tujuan Issac telah terpenuhi. Peperangan yang selama ini hanya bersifat atrisif kini akan menjadi perang penentuan.


Duchess Petersburg adalah salah satu kekuatan yang paling berpengaruh di kekaisaran. Kekuatan ekonomi maupun militer mereka tidak main-main. Kalau dia bisa 'memukul' Maria di sini, segalanya akan jadi lebih mudah. Itulah yang Issac incar sejak awal.


Tetapi Issac tidak meremehkan Maria. Gadis itu pasti akan menjadi lawan yang sulit.


"Sekarang, musuh memiliki keunggulan berupa jumlah tentara. Jika ditotal, ada sekitar 100.000 tentara musuh. Dengan jumlah sebanyak itu, sangat mungkin bagi mereka untuk merebut kembali Savoy."


Issac dengan fokus mendengarkan. Di saat yang sama, pikirannya sedang sibuk kemana-mana. Inilah salah satu keistimewaannya, Multi tasking!

__ADS_1


Setelah itu, perdebatan terjadi di tenda komando. Pilihan mereka terpecah menjadi dua. Apakah mereka harus mengambil sikap defensif dengan mempertahankan Savoy atau bersikap ofensif dengan mengambil inisiatif untuk menyerang garnisun lawan.


Hingga pada akhirnya, keputusan final telah dibuat. Tentara kerajaan akan melakukan operasi ofensif untuk menghancurkan kekuatan lawan. Dan yang akan memimpin operasi ini adalah Issac sendiri.


"Sepanjang jarak antara Savoy dan Lostov, ada sebuah celah yang terbentang sejauh 20 kilometer. Tidak ada hutan dan hanya tanah terbuka. Ada kemungkinan kita akan bertemu dengan pasukan musuh di sana."


Bersama dengan sahabat baiknya, James, dan beberapa lima perwira tinggi, Issac menginspeksi tempat yang kemungkinan besar akan menjadi Medan perang untuk kedua belah pihak.


"Butuh waktu dua hingga tiga hari bagi musuh untuk melintasi celah ini. Kita harus mengerahkan pasukan kita terlebih dahulu dan mengamankan sumber air. Kita bisa membangun perkemahan untuk para tentara di sekitar sini."


Satu perwira lain juga menghampiri Issac. Dia mendapat informasi kalau besok musuh akan mulai berangkat dari lokasi mereka saat ini. Mereka membawa 90.000 pasukan dan menyisakan 10.000 lainnya di belakang.


Issac sendiri memerintahkan 55.000 tentaranya untuk berangkat hari ini juga. Mereka akan sampai di tempat ini ketika malam hari tiba. Semakin cepat sampai, semakin cepat juga mereka bisa berisitirahat.

__ADS_1


"Jika mereka sudah sampai, pastikan untuk membuat para tentara beristirahat dengan nyaman. Juga, persiapkan pengintai untuk terus memastikan pergerakan musuh."


Seekor merpati kurir terbang dengan sepucuk surat. Mulai besok, mereka akan sibuk.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seperti yang direncanakan, para tentara telah tiba dan langsung membangun perkemahan. Persediaan langsung di tumpuk dan dapur lapangan menjadi sangat sibuk. Makanan dibagikan dan para prajurit makan dengan gembira.


Karena malam telah tiba, mereka bersiap untuk istirahat setelah makan. Beberapa prajurit masih terbangun untuk berpatroli secara bergiliran.


Api unggun besar dinyalakan untuk menghangatkan diri. Beberapa prajurit yang standby memanfaatkan api unggun untuk memanggang Barbeque sederhana yang mereka dapat sebagai jatah ransum mereka.


Malam itu, tidak ada hal aneh yang terjadi. Para prajurit yang tertidur telah dibangunkan untuk berpartroli sementara yang sudah patroli di awal telah diizinkan untuk tidur.

__ADS_1


Sampai dua hari kemudian, ketenangan memenuhi kemah tentara. Hingga ketika hari ke tiga, pasukan musuh telah memasuki Medan perang.


__ADS_2