Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Bab 24: Issac Dan Tuan Putri Berbicara Tentang Intrik


__ADS_3

Akhirnya perjalanan dimulai kembali. Issac ikut bersama tuan putri Aurellia di kereta kudanya. begitu juga Olivia. mereka akhirnya berangkat menuju wilayah Randall.


Issac tidak menyangka bahwa Olivia dan Putri Aurellia akan cepat menjadi akrab. bahkan Issac seperti orang-orangan sawah karena tidak diajak mengobrol oleh mereka!


tapi yah, Issac senang karena jarak diantara mereka sepertinya menghilang. putri Aurellia secara tidak terduga juga mudah akrab dengan Olivia. bahkan dia meminta Olivia untuk tidak berbicara secara formal dengannya. walaupun pada akhirnya Olivia menolak karena mau bagaimana pun status mereka sangat jauh satu sama lain.


nah melihat kedua gadis cantik berbicara dan tertawa bersama adalah keindahan tersendiri untuk Issac.


sembari menikmati pembicaraan mereka yang ngalor-ngidul, Issac menyenderkan kepalanya di dinding kereta kuda. dia agak mengantuk dan ingin tidur.


tidak tidak tidak. Issac menggelengkan kepalanya. akan berbahaya jika dia tidur sekarang. jika tiba-tiba mereka disergap lagi, akan repot bagi Issac.


Olivia yang duduk disamping Issac melihat tuannya dengan khawatir. "ada apa tuan? apakah anda merasa tidak enak badan?"


"tidak ada masalah, aku hanya sedikit mengantuk. jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." ya sebenarnya dengan kekuatannya yang sekarang, dia akan baik-baik saja meskipun tidak tidur selama tiga hari.


tapi hei, selama seminggu ini dia bahkan hanya tidur selama lima jam! sepertinya yang diharapkan dari seorang budak korporat! nah bercanda. seumur hidupnya dia tidak pernah bekerja untuk perusahaan manapun.


lagipula rasa kantuknya agak terobati dengan kedua gadis manis yang ada disebelah dan hadapannya. itulah yang Issac katakan kepada mereka sehingga membuat rona merah timbul di pipi mereka.


tuh kan, benar-benar obat yang manis!


ekhem, Putri Aurellia memperbaiki sikapnya.


"Nah tuan Issac, saya rasa agar anda tidak mengantuk, coba ceritakan sesuatu kepada kami berdua. apapun boleh. benarkan Olivia?"


Olivia mengangguk seperti anak kecil yang akan diberikan mainan favoritnya.


"haduhhh, ini sih bakal merepotkan, tapi ya sudahlah." Issac menggerutu dalam hatinya. haish betapa menyusahkannya. tapi kalau mereka senang, Issac sama sekali tidak keberatan!


"kalau begitu tuan putri, mari kita mulai dari niat anda datang ke wilayah Randall."


Putri Aurellia terkesiap. Niatnya? apakah dia sudah tahu apa yang akan dia lakukan di wilayah Randall? keringat dingin mengucur dari tubuhnya.

__ADS_1


entah kenapa Olivia juga ikut tegang.


"pasti tuan putri ingin membicarakan kepada orang tua ku tentang pernikahan mu dengan aku kan?!!"


tentu saja Putri Aurellia dan Olivia terlonjak kaget. pernikahan? sejak kapan dia ingin membicarakan masalah pernikahan! rasa tegangnya hilang dan digantikan dengan rasa malu yang sangat besar.


sementara Olivia agak bingung dengan kondisinya. pernikahan? apakah tuan pernah berbicara dengan orang tuanya tentang pernikahan?


Issac yang melihat ekspresi dari kedua gadis itu akhirnya tertawa terbahak-bahak. lucu sekali! apalagi wajah putri Aurellia sangat imut ketika malu!


"ekhem, maaf tuan putri saya hanya bercanda. mari kita serius sekarang." suasana akhirnya menjadi lebih tegang.


"tujuan tuan putri ke wilayah Randall, adalah menyelidiki rumor yang bertebaran tentang hubungan tidak sehat antara La-Sa Guild dengan Marquis Randall bukan?"


kali ini ketegangan serta rasa kaget benar-benar menghampiri putri Aurellia. saking kagetnya bahkan dia hampir saja jatuh dari tempat duduknya.


untungnya karena dia seorang putri yang harus menjaga martabatnya, dia dapat menahan hal itu.


"apa yang membuat mu yakin akan hal itu tuan Issac? saya bahkan tidak menulis alasan kedatangan saya kepada Marquis Randall."


"sederhana saja. beberapa saat sebelum kedatangan Anda. mungkin dua bulan sebelum anda kemari, rumor bahwa guild La-Sa menyuap Marquis Randall tersebar. saya yakin cepat atau lambat tim investigasi akan dikirim untuk menyelidiki hal itu.


dan ternyata dugaan saya benar. istana benar-benar mengutus orang untuk menginvestigasi kasus ini. saya hanya tidak menyangka bahwa anda yang akan dikirim untuk itu."


"hehh, analisis yang menarik. cukup tepat sasaran untuk...."


"masih ada lagi tuan putri."


Issac memotong pembicaraan Putria Aurellia. pastinya putri Aurellia tersinggung, tapi dia tetap mengurungkan niatnya untuk buka mulut.


"saya bertanya-tanya. mengapa perlu seorang putri hanya untuk mengurus soal investigasi ini. anda bahkan buka bagian dari tim investigasi sama sekali."


Putri Aurellia tetap diam mendengar ocehan Issac. namun dia merasakan sesuatu dari ocehan Issac. entah apa itu.

__ADS_1


"nampaknya perintah ini bukan diberi langsung oleh raja tapi lewat salah satu calon pewaris tahta selanjutnya, Lewis J Heinz. mungkin saat anda menerima tugas ini, pangeran Lewis dari atas tahtanya serta para bangsawan pendukungnya menyeringai di ruang tahta karena anda telah memakan umpan mereka."


kali ini putri Aurellia jauh lebih kaget. BAGAIMANA DIA TAHU BAHWA LEWIS DUDUK DI KURSI RAJA? ini masalah yang cukup serius bagi keluarga royalti dan bangsawan jika ini menyebar.


"tenang saja. tidak perlu khawatir hal ini tersebar luas. saya bersumpah atas darah saya bahwa hal ini tidak akan pernah saya bocor kan kepada siapapun."


Putri Aurellia jelas masih curiga dan skeptis. mau bagaimana-pun putri Aurellia, terlepas dari umurnya yang masih 15 tahun, adalah orang yang cerdas. kalau sudah begini dia tidak bisa melepaskan Issac sama sekali.


mau tidak mau dia harus menjadikan Issac sebagai sekutunya. haihh betapa liciknya bocah laki-laki ini.


Issac lagi-lagi menyeringai. "nampaknya anda sudah tahu niat saya tuan putri. tapi mari kita lanjutkan soal yang tadi. mengapa anda yang dikirim? jawabannya jelas. keberadaan anda akan mengancam kepentingan mereka dalam konflik perbutan tahta."


"mana mungkin?!!! bukankah aku hampir mustahil untuk mewarisi mahkota?! kenapa harus aku yang disingkirkan?!"


Issac menghembuskan nafasnya sebentar.


"justru 'Hampir mustahil' itulah yang membuat anda harus disingkirkan lebih dulu. anda sempurna dalam segalanya. cantik, cerdas, kuat, bahkan dicintai oleh rakyat.


selain itu anda adalah anak kesayangan raja. memang idealnya setelah raja turun dari tahta, anak pertamalah yang akan menjadi penerusnya, jika anak pertama meninggal maka akan diwarisi oleh saudaranya yang lain. begitulah seterusnya.


Lagipula tidak ada aturan spesifik yang melarang seorang wanita untuk menjadi penguasa. sepanjang sejarah berdirinya kerajaan Heinz kurang lebih sudah dua kali diperintah oleh seorang ratu. bahkan salah satu dari mereka telah membawa Heinz menuju kemakmuran yang tidak bisa digapai oleh raja sebelumnya maupun sesudahnya.


itulah kenapa kau harus disingkirkan tuan putri."


Issac mengakhiri ceramah panjangnya soal konspirasi yang menimpa putri Aurellia. Aurellia sendiri hanya memijat pelipisnya. terlalu banyak informasi yang masuk kepalanya


"hahhh, sejujurnya saya kagum mendengar penuturan tuan Issac. saya bingung apakah harus percaya atau tidak terhadap perkataan anda. lagipula tidak ada bukti yang jelas tentang itu. bahkan jika penyergapan monster tadi adalah upaya pembunuhan, kurasa aku hanya mengalami delusi saja."


Issac terkikik, "yah semoga begitu. percaya atau tidak percaya saya akan menyerahkan itu kepada tuan putri. tetapi yang jelas tetaplah berhati-hati."


"ah benar tuan Issac, apakah anda tidak khawatir pembicaraan tadi akan terdengar oleh yang lain?"


" tidak perlu. aku sudah memasang barrier agar pembicaraan tidak didengar oleh orang luar."

__ADS_1


putri Aurellia menghembuskan nafas lega. syukurlah.


akhirnya sepanjang perjalanan menuju wilayah Randall, mereka terus mengobrol hal yang lebih ringan bersama-sama hingga mencapai kota Randall di malam hari.


__ADS_2