Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar

Shadow King Chronicles: Membangun Kerajaan Dari Balik Layar
Murka Sang Pangeran


__ADS_3

"Begitu.....Nicholas sudah mencapai garis depan. Terimakasih atas informasinya. Kau boleh pergi."


Di bekas mansion Savoy, Issac sedang menerima laporan dari salah seorang perwira intelejen militer. Setelah menerima laporannya, ia mempersilahkan perwira itu keluar dari ruangannya dan meninggalkan Issac seorang diri.


'Nicholas ya..... menurut informasi yang aku miliki, dia adalah orang yang cerdas. Tapi dia juga orang yang arogan dan bersumbu pendek.'


Issac menyandarkan dagunya di kedua tangannya lalu menoleh ke arah sebuah peta besar yang ada di dinding. Di atas mejanya juga ada catur dengan pion-pion yang tersebar di atasnya.


"Kalau begitu.... mungkin saatnya."


Issac memindahkan salah satu pion. Dia melakukan itu seolah sedang bertanding dengan orang lain. Memang begitu ceritanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hah? Tentara kerajaan Heinz berkeliaran sekitar tembok? Jumlah mereka 20.000? Konyol! Ini hal yang mudah! Bawa 50.000 orang untuk melibas mereka semua. Pastikan untuk tidak membiarkan satu orangpun di antara mereka tetap hidup!

__ADS_1


"Ah, aku lupa. Biarkan satu orang tetap hidup. Dia akan menjadi sumber informasi penting bagi kita."


Dengan santainya, Pangeran Nicholas memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mencegat tentara kerajaan Heinz yang pada dasarnya memilih jumlah yang lebih kecil dari mereka.


Perbedaan jumlah mereka lebih dari dua kali lipat. Lagipula, pengeran Nicholas menganggap bahwa kebanyakan pasukan dari kerajaan Heinz adalah para petani yang direkrut dan tidak mendapatkan pelatihan yang baik.


Dengan pasukan utamanya, dia bahkan bisa melibas mereka hingga habis bahkan jika kalah jumlah. Begitulah anggapan sang pangeran.


Karena itu, dia melanjutkan waktu bersantainya tanpa mengkhawatirkan apapun.


"PRAJURIT RENDAHAN!! BETAPA TIDAK SOPANANNYA DIRIMU DI HADAPAN YANG MULIA PANGERAN!! APAKAH KAU TIDAK MELIHAT KALAU KAMI SED...."


"Ma-maafkan saya, Tetapi sesuatu yang mengerikan se-sedang te-terjadi! Anda ha-harus melihat sendiri apa yang sebenarnya sedang terjadi!!"


Meskipun prajurit itu ketakutan ketika salah satu Bangsawan memakinya, namun dia tidak terlalu peduli dengan hal itu. Karena hal yang paling menakutkan sedangkan terjadi di Medan perang. Teror yang akan membuat sepanjang sisa hidup mereka dipenuhi mimpi buruk.

__ADS_1


Pangeran Nicholas dengan kesal meninggalkan ruangannya dan menuju menara pengamat. Dari sana ia dengan mudah bisa melihat semua yang terjadi di Medan perang.


Dan yang terhampar di depannya adalah teror yang paling mengerikan yang pernah ia lihat. Ada puluhan ribu mayat yang tergeletak tanpa kepala di hadapannya. Sementara kepala mereka telah ditumpuk menjadi sebuah piramid.


"BA-BAJINGAN!! APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI SANA!? PANGGIL KOMANDAN PENJAGA TEMBOK DAN JELASKAN PADAKU!!"


Seorang tentara dengan zirah yang terlihat sangat baik dan bagus tergopoh-gopoh menghadap pangeran Nicholas. Dia berlutut dan tanpa membuang waktu menceritakan semua hal yang terjadi.


"Maafkan atas kelancangan saya, yang mulia pangeran. Sesuai dengan instruksi anda, kami mengerahkan 50.000 orang untuk mencegat tentara kerajaan Heinz.


"Namun, setelah beberapa saat, semua pasukan kita berhasil dikalahkan! Mereka dengan mudah mengalahkan kita yang berjumlah dua kali lipat lebih banyak!"


'Huh? Kalah!? Kenapa bisa seperti itu!?'


"Maaf atas kelancangan saya, yang mulia pangeran. Tentara mereka terlihat lebih kuat dan lebih teroganisir daripada yang kita bayangkan. Sementara pasukan kita bergerak secara sporadis, mereka berhasil menghancurkan barisan kita."

__ADS_1


Tidak ada yang tersisa kecuali kemarahan dalam diri pangeran Nicholas. Bahkan sampai saat ini, dia belum sadar atas kesalahan yang telah dia lakukan.


__ADS_2