
Sangat banyak orang yang berbakat di kekaisaran. Sebagai sebuah entitas yang sangat kuat, kekaisaran telah mengumpulkan banyak ilmu pengetahuan sejak lama. Mereka menjalin hubungan yang baik dengan berbagai dari kerajaan yang berada di seberang lautan sana, mengumpulkan berbagai kebijaksanaan mereka lalu menumpuknya di Reichstaag.
Tapi seiring berjalannya waktu, konflik meruncing dan kekaisaran Grand Aria lebih menginvestasikan waktu mereka untuk mengurus hal-hal itu. Akhirnya ilmu pengetahuan yang mereka telah kumpulkan sejak lama hanya menjadi tumpukan buku belaka sementara rakyat mereka semakin miskin.
Tapi Issac tidak ingin menyia-nyiakan itu. Lewat berbagai jaringannya, Issac berusaha untuk mengumpulkan mereka semua lalu membawanya ke Versailles. Mulai dari sastrawan hingga para sarjana serba bisa. Mulai dari seniman yang melukis segalanya dengan indah hingga para arsitektur yang dapat merancang sebuah kota besar dan istana yang megah. Issac menginginkan mereka semua.
Dan sekarang, dia telah mendapatkannya. Musim semi telah tiba di kekaisaran maupun kerajaan. Issac telah menyiapkan skema untuk memberangkatkan mereka semua secara rahasia ke Versailles. Ini bukan seperti para bangsawan dan pejabat istana akan melarang dia, tapi jika tidak seperti ini, dia harus membayar mereka nantinya.
Toh, lagipula kekaisaran tidak mencari mereka. Semua orang itu telah dilupakan. Jasa mereka tidak lagi dibutuhkan. Tapi Issac berbeda. Begitu Issac mendapatkan mereka, dia akan menjamin tradisi keilmuan yang mereka wariskan akan bertahan selama ribuan tahun. Lagipula, dia memerlukan mereka untuk menjadikan wilayahnya semakin kuat.
Sekarang, mereka semua telah dikumpulkan di pelabuhan dan siap untuk berangkat. Sebagai pemimpin Versailles, dia menyempatkan untuk datang ke sana. Sudah ada 50 orang dari mereka beserta keluarganya.
Selain itu, mereka juga membawa buku yang mereka buat, alat-alat eksperimen, miniatur bangunan yang mereka rancang, dan lain-lain. Semua itu adalah barang-barang berguna dan berharga di mata Issac.
Sebagaimana Dinasti Abbasiyah dari dunia lamanya yang memiliki Baitul Hikmah dimana di dalamnya mereka memiliki ribuan koleksi buku dari berbagai ilmuwan serta dari berbagai bidang dan menjadi pusat aktifitas bagi para sarjana, Issac juga berambisi untuk membangun sesuatu yang seperti itu.
Dia ingin menciptakan lingkungan dimana tidak peduli dari mana asalnya, apa rasnya, dewa atau Dewi yang mereka sembah, muda, tua, wanita, pria, berkumpul bersama dalam satu forum untuk belajar bersama-sama. Bagi Issac, itulah cara terbaik untuk memperkuat dan membangun wilayahnya.
Issac tidak banyak memberi sambutan. Dia hanya berharap, setelah mereka diberikan berbagai kemewahan darinya, mereka dapat berguna untuk Issac. Dan mereka sangat senang dengan itu. Lagipula sebagai seorang ahli, mereka ingin ilmu yang mereka pelajari sampai saat ini digunakan dan diwariskan.
Dia tahu mungkin mereka akan berdebat, bertengkar, dan cekcok dengan para ahli yang ada di kerajaan. Tetapi itulah yang membuat mereka melahirkan sesuatu yang berharga. Perdebatan antara para ahli sering melahirkan hal-hal yang luar biasa selagi itu semua masih dalam sesuatu yang produktif. Tentu saja secara alamiah, mereka akan bekerja sama satu sama lain nantinya.
Setelah mereka pergi dengan kapal pribadi milik Issac, dia pergi ke tempat yang sangat sepi lalu kembali ke Reichstaag dengan portal teleportasi miliknya. Karena ini hari Minggu, akademi sedang libur. Dia kembali ke Mansionnya dan... sepi. Tidak ada siapapun.
__ADS_1
Hmmm... tidak juga. Mereka semua berkumpul di kamarnya. Tapi kenapa kamarnya!? Akhir-akhir ini mereka suka sekali menghabiskan waktu di kamar pribadinya. Entah itu belajar, minum teh bersama, bahkan hanya untuk sekedar mengobrol.
Issac berjalan menuju kamarnya dan....
""""Selamat Ulang Tahun, Issac!!""""
Huh ulang tahun? Astaga dia lupa! Karena terlalu sibuk mengurus banyak hal, ia sampai melupakan ulang tahunnya! Tapi kenapa mereka tahu? Ah ternyata begitu. Issac mengarahkan tatapannya kepada Lilianne yang sedang nyengir tanpa dosa.
Lilianne berjalan ke arahnya dan mencium bibir Issac dengan bibir indahnya. Ketiga gadis lainnya yang sangat cemburu ketika melihat Lilianne yang bermesraan dengan Issac.
"Lili, aku tahu kalau kamu adalah kekasih Issac tapi biarkan dia menikmati waktunya dulu oke!?"
"Itu benar! Lagipula tidak sopan menci-cium seorang laki-laki di tengah banyak orang, kan?"
"Lili, sejak kapan kamu menjadi Lili yang seperti ini?"
"Ara... mungkinkah kalian cemburu? Jangan-jangan kalian memiliki rasa....HUMMPPHH!"
"Ahhh.. ehh!! Tidak juga! Jangan katakan apa-apa lagi oke!?"
Mereka bertiga ramai-ramai menyekap mulut Lilianne dengan tangan mereka. Wajah mereka merah karena malu. Mereka menggemaskan. Issac jadi ingin memeluk mereka semua.
Siang itu, mereka semua merayakan ulang tahun bersama di kamarnya. Dan dia Merasa, seluruh kekasihnya ikut duduk bersama dirinya dan tertawa bersama-sama.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya, Issac menempelkan pamflet di jalanan kota Reichstaag. Setelah sekian lama, akhirnya dia akan membuat jaringan bisnisnya di sini. Untuk sementara ini, dia ingin membangun dua toko. Pertama adalah toko yang menjual perlengkapan untuk para petualang. Dia akan menjual semua kebutuhan para petualang tingkat atas.
Di kekaisaran, ada banyak sekali petualang tingkat perak hingga emas. Mereka melawan monster yang kuat dan membutuhkan senjata dengan kualitas tinggi dan awet karena para monster yang mereka lawan juga kuat.
Di sini juga banyak yang menjual senjata dengan kualitas yang bagus. Tetapi standar bagus di sini cukup buruk. Mereka memang menyediakan senjata yang kuat dan efektif melawan monster tetapi senjata itu cepat rusak. Hanya dipakai beberapa kali lalu tidak bisa lagi digunakan.
Akibatnya, mereka harus membeli senjata dan peralatan terus menerus. Hadiah yang mereka dapat dari guild pasti disisihkan untuk membeli keduanya setiap mereka selesai petualang. Karena itulah dia akan menyediakan senjata berkualitas untuk mereka. Mungkin akan lebih mahal dibandingkan dengan toko lain, tetapi senjata yang akan dia jual tidak mudah rusak dan para petualang itu tidak perlu membuang uang mereka lagi setiap saat untuk membeli peralatan baru.
Tentu saja tidak hanya senjata yang akan dia jual. Baju, sepatu, potion penyembuh dan penambah stamina, dan lain-lain.
Yang kedua, dia akan membuka toko pakaian sekaligus cafe. Tentu saja di distrik komersial Reichstaag, mereka yang menjual pakaian tidak terhitung jumlahnya. Pun, yang mereka jual juga berkualitas dan mengikuti trend. Tapi ada satu masalah.
Para lelaki seringkali menemani perempuan membeli pakaian. Tentu saja mereka biasanya menunggu hingga lama. Pastinya mereka akan bosan ketika menunggu para wanita hingga selesai memilih. Nah, untuk itulah Issac juga membuat cafe di tokonya.
Para pria tidak perlu bosan dan lelah menunggu jika para wanita yang mereka bawa sedang memilih. Mereka bisa menunggu dengan santai di cafe miliknya. Para wanita yang lelah memilih juga bisa menyusul pasangan mereka disana.
Dia sudah membeli sebuah bangunan yang akan ia jadikan sebagai tokonya. Dia membuat pamflet untuk merekrut pegawai terlebih dahulu dan dia akan melatihnya nanti. Begitu pegawai sudah direkrut dan barang telah tersedia di tokonya, Issac akan segera mempromosikan produknya.
Dia sudah membicarakan ini dengan Margareth yang berperan sebagai asistennya dan dia mendukung Issac seratus persen! Yah, entah kenapa dia semakin bersemangat dan semakin dapat diandalkan. Margareth yang akan mengurus para pegawai nantinya.
Tentu saja niat Issac tidak hanya murni karena uang. Kalau hanya itu, dia sudah memiliki lebih dari cukup untuk bermewah-mewahan bahkan jika dia hidup selamanya.
__ADS_1
Ada sesuatu yang lebih besar daripada itu. Dia ingin membangun jaringan informasi dan intelejennya lewat bisinis yang dia buat. Dia akan mendapatkan banyak pelanggan dari kalangan atas dan rekan sesama pedagang yang memiliki sumber informasi. Dan itulah yang akan menjadi sumber infomasi baginya.
Dengan ini, dia benar-benar mulai serius untuk melebarkan sayapnya dari ujung kekaisaran hingga ujung Kekaisaran lainnya.