
huhh leganya, akhirnya kami berhasil menyelamatkan putri Aurellia dari sergapan para monster. entah apa jadinya jika kami terlambat. ah, punggung ku merinding rasanya.
nah yang terpenting putri Aurellia telah selamat. meskipun ada beberapa korban, well kupikir itu tidak bisa ditolong.
aku langsung meminta putri Aurellia untuk istirahat di kereta kudanya sementara yang lain, termasuk aku, membereskan sisa-sisa pertempuran. Olivia aku minta untuk menjadi teman ngobrol untuk putri. dia kelihatan grogi.
berjuanglah Olivia!
kami memindahkan tubuh-tubuh Ksatria yang telah meninggal ke atas tiga gerobak kuda yang telah kami siapkan. para petualang senior, termasuk ketua guild, membedah mayat orc itu dan berhasil menemukan batu inti mereka.
selain itu mereka juga farming dari lima monster macan baja. kulit mereka elastis tapi sangat keras. sangat cocok untuk dijadikan sebuah baju besi. harganya juga sangat mahal.
yah ku pikir ini kesempatan mereka untuk memperkaya diri. walaupun sudah mereka sudah kaya sih.
aku memutuskan untuk tidak mengambil jatah apapun dari mayat para monster itu. sisanya aku serahkan kepada tim ku dan yang lainnya.
aku berjalan sedikit masuk ke dalam hutan. awalnya para petualang ingin menemaniku untuk masuk. tapi aku meyakinkan mereka untuk tidak mengikuti ku.
tujuanku masuk ke dalam hutan adalah untuk penyelidikan lebih lanjut. apakah ada cairan yang memancing monster monster itu ke dalam hutan? ternyata tidak.
__ADS_1
begitu ya, mungkin hanya itu yang menyebabkan kenapa para monster bisa terpancing keluar.
setelah sekitar dua puluh menit aku akhirnya keluar dari hutan. Olivia dan Putri Aurellia terlihat menunggu ku dengan khawatir. yah wajar saja soalnya hutan di benua Lantos memang terkenal berbahaya. sebagian besar hutan belum dijelajahi oleh manusia. juga belum dipetakan.
akhirnya putri Aurellia dan Olivia keluar dari kereta. mereka menghampiri ku. terutama Olivia yang berlari ke arah ku dan berakhir memeluk ku. tentu saja ada sedikit air mata keluar. aku langsung mengelap air matanya.
Putri Aurellia yang melihat ini tentu saja bingung. tapi akhirnya dia terkikik lalu mengatakan, "Issac-sama, saya yakin kalau kedua kakak mu melihat hal ini mereka akan membunuh mu."
aku yang mendengar itu tersenyum kecut. "nah kalau begitu tuan putri, tolong jaga ini dari kedua kakakku. aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padaku jika mereka mengetahuinya."
pak tua Eddy, kepala guild Romeon dan petualang senior lainnnya sudah selesai membedah monster. mereka mengumpulkan sisa Monster itu dan akhirnya membakar mereka.
jika para mayat monster dibiarkan begitu saja, akan menjadi penyakit bagi yang lain. jadi membakar mayat monster adalah salah satu cara dalam menangani mereka.
"mohon maaf atas sambutannya yang terlambat tuan putri. saya Eddy, ketua guild Romeon. dan mereka adalah petualang senior dari Romeon."
"angkat kepala mu tuan Eddy, kami berterima kasih kepada anda dan petualang senior lainnya karena telah membantu kami melawan para monster itu."
Eddy dengan tenang tersenyum, "ah kalau soal itu, sebenarnya Tuan Issac lah yang berinisiatif membuat tim yang akan membantu tuan putri. kami hanya mengikuti beliau."
__ADS_1
oi oi oi pak tua, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk dirimu sendiri? dan jangan bawa-bawa nama ku!
"anda tahu tuan putri, begitu dia mendengar bahwa pergerakan monster di wilayah bekas Sinovac tida biasa, dia langsung berinisiatif untuk membentuk tim ekspedisi dan menyiapkan kuda terbaik untuk memastikan keselamatan anda. wajahnya juga sangat pucat dan puas pada saat itu. aku rasa ini pertama kalinya bocah itu terlihat panik."
oi oi pak tua, jaga mulutmu. aku melakukan hal ini karena jika terjadi sesuatu pada putri di wilayah Randall maka kami akan terkena masalah yang sangat serius!
tapi entah kenapa, rasanya aku tidak rela jika terjadi masalah Putri Aurellia. perasaan ini muncul lagi. entahlah.
tapi karena putri terlihat senang walaupun malu-malu, jadi itu baik-baik saja. sebaliknya Olivia terlihat sedikit cemberut. hmmm, nanti aku akan mentraktirmu makan manisan oke?
"Tuan Issac, bagaimana jika anda ikut dengan kami. kejadian tadi sepertinya membuat mental para ksatria tumbang dan para pelayan terlihat ketakutan."
aku mengangguk, "begitulah niat saya tuan putri. mulai dari sini, kami akan mendampingi tuan putri untuk memastikan hal yang tidak diinginkan tidak terjadi."
putri menggeleng, "bukan begitu maksudku. bisakah kau duduk di kereta yang sama denganku. sejujurnya aku pun masih agak takut dengan kejadian tadi."
hehh, ternyata itu niatnya. kalau begitu kenapa tidak? "tentu jika itu keinginan tuan putri. tetapi bisakah saya mengajak pelayan saya untuk duduk bersama juga?"
aku menoleh ke arah Olivia. begitupun tuan putri. lalu dia mengangguk. "tentu, tidak ada masalah dengan itu. kalau begitu, mari kita bersiap."
__ADS_1
kami langsung bersiap-siap. kuda yang tadi ku tunggangi dituntun oleh satu petualang senior. ah Olivia naik di kuda yang sama denganku.
kalau begitu perjalanan dimulai kembali!