
sehari setelah berkencan dengan Anna, sudah waktunya aku dan orang tuaku untuk kembali ke Venz. Anna terlihat sedikit kesepian begitu aku beranjak pergi, tetapi aku telah berjanji padanya untuk saling berkirim surat selama liburan ini. aku juga akan menyempatkan waktu untuk datang ke kota Brauwl.
perjalanan dari Venz ke Brauwl dan sebaliknya menghabiskan waktu beberapa jam saja. tidak sampai satu hari. hanya sedikit lebih jauh dari Kota Akademi. itu adalah hari yang paling menyenangkan bersama Anna.
sekarang, aku harus berhadapan dengan kedua kakakku. aku sudah tidak marah lagi. lebih tepatnya benar-benar tidak ada alasan untuk marah pada mereka. semoga Kak Sasha dan Kak Misha sudah berhenti marah saat aku sampai rumah nanti.
itu sih yang aku harapkan, tetapi ekspektasiku langsung musnah begitu saja saat aku sampai di Mansion. Kak Sasha dan Kak Misha masih menghindariku. ini sangat menyedihkan. dihindari seperti itu membuat hatiku sakit. aku tidak tahu apa yang ada di pikiran dan isi hati mereka. semoga saja besok semuanya lekas membaik.
aku dengan gontai berjalan menuju kamarku. aku sangat kelelahan. sepertinya ini adalah akumulasi dari rasa lelah yang tertumpuk dari hari ke hari. aku ingin tidur. itu cara terbaik untuk sejenak melupakan berbagai kesedihan dan kemarahan.
tapi satu hal tak terduga terjadi di depan mataku. Kak Sasha dan kak Misha sedang duduk di pinggir ranjang! mereka hanya mengenakan piyama tanpa lengan. d-dan itu transparan ja-adi aku bisa melihat 'surga' di balik piyama mereka meskipun samar.
"Ka-kakak! apa yang kalian lakukan!? I-ini Ka-kamarku! aku pikir kalian pasti salah kamar!"
Kak Misha dan kak Sasha saling bertatapan. tanpa berbicara satu kata pun, mereka mengisyaratkanku untuk duduk di tepi kasur juga. aku menurut dan duduk diantara mereka. suasananya jadi tambah canggung! aku sendiri bingung apa yang harus aku lakukan sekarang!
"I-Is, ka-kami benar-benar minta maaf tentang apa yang kita lakukan kemarin!" kak Sasha lah yang pertama kali berbicara. dia juga mewakili kak Misha.
ahh begitu rupanya. mereka ingin minta maaf! ya ampun, qmana mungkin aku bisa menolak permintaan itu!? aku memeluk mereka berdua. akhirnya hatiku menjadi ringan. dengan begini aku tidak perlu terbebani dengan hal-hal yang tidak diperlukan.
sambil menyandarkan mereka di tubuhku, aku mengatakan pada mereka bahwa aku tidak marah kepada mereka. aku mungkin hanya kesal. tapi seperti yang pernah aku katakan, tidak ada alasan untuk marah pada mereka.
"tenang saja, aku tidak memikirkan hal itu. walaupun agak sakit juga rasanya dihindari seperti itu oleh orang yang aku cintai selama ini. jadi aku berharap kita tidak pernah melakukan hal seperti itu lagi oke."
mereka mengangguk secara bersamaan sambil menyandarkan kepala mereka ke dadaku. astaga mereka seperti kucing kecil yang lucu kan? meskipun dengan suara yang cukup kecil, aku bisa mendengar apa yang mereka katakan.
""Aku mencintaimu Is. tidak sebagai seorang adik dan kakak. lebih dari itu, seperti seorang laki-laki dan perempuan."
aku terhibur dengan kata-kata mereka dan mencium kening mereka masing-masing. sepertinya mereka tidak menduga aku akan melakukan hal itu ya.
__ADS_1
"tentu saja, aku juga mencintai kalian, kak Misha, kak Sasha."
mereka berdua tambah malu! astaga! sepertinya aku akan terkena diabetes besok karena dari kemarin dan malam ini aku selalu merasakan hal-hal manis. kami akhirnya memutuskan untuk tidur bersama malam ini, seperti yang pernah kami lakukan berkali-kali pada saat masih kecil.
****
paginya, setelah malam yang panjang, aku mendapatkan surat dari Aurellia lewat ayah. aku menerimanya setelah latihan pagi. Ternyata aku diundang ke istana oleh Aurellia hari ini juga. hei, ini terlalu mendadak. untungnya aku harus datang di siang hari jadi aku punya cukup banyak waktu untuk bersiap.
setelah berlatih aku memutuskan untuk mandi dengan air hangat. lalu sarapan sendirian di kamar. awalnya aku ingin makan bersama dengan kedua kakak tercintaku tetapi sepertinya mereka masih malu dengan kejadian semalam jadi aku sarapan di kamar ditemani oleh Via.
setelah sarapan dan bermain sebentar dengan Via, aku memutuskan untuk memilah beberapa laporan yang berasal dari Adonia untuk diberikan pada Aurellia. meskipun musim dingin, pembangunan Adonia tentu terus berlanjut. walaupun dalam artian lain.
tidak terasa waktunya telah tiba. aku mengganti baju dengan outfit yang cocok dan pantas untuk digunakan di Istana. nah, ini sudah pas. aku langsung ke halaman mansion. di sana kereta kuda sudah menunggu.
dari mansionku ke istana tidak jauh, paling-paling hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja. setelah melewati jalanan yang bersalju Akhirnya aku sampai di beranda istana yang sangat besar. di sana, sepertinya salah satu pengawal Aurellia telah menungguku.
"Selamat datang tuan Starfall. Tuan Putri sudah menunggu di ruangannya. mari ikuti saya." aku mengikuti pengawal Aurellia menuju ruangannya. sepertinya dia sudah memiliki ruang kerja sendiri ya semenjak dipercaya untuk mengelola Adonia.
"Disini ruangannya tuan. silahkan." terimakasih pak pengawal. anda ramah sekali! jarang-jarang aku mendapatkan perlakuan seperti ini. rasanya sangat menyegarkan. di dalam ruangan Aurellia, yang menjadi kantornya di Istana, dia sedang menulis di selembar kertas. disampingnya, tumpukan kertas menggunung. tuh kan, dia memaksakan diri.
"Selamat siang tuan putri. saya sudah datang sebagaimana yang anda perintahkan." demi menghormati statusnya sebagai tuan putri, aku membungkukkan badanku sebagai bentuk penghormatan.
Aurellia yang daritadi berjibaku dengan pekerjaannya akhirnya menyadari kedatanganku. dia sedikit kaget dan grogi ketika melihatku. mungkinkah dia malu karena ada seseorang yang melihat usaha kerasnya.
"Y-ya. selamat datang Issac. dan juga bukannya sudah aku katakan kalau tidak perlu untuk bersikap formal saat kita sedang berdua saja?" aku menggaruk kepalaku. itu benar. tapi setidaknya biarkan aku sedikit menghormatimu oke.
"Ya sudahlah. kesampingkan itu, silahkan duduk di depanku. maaf tapi kau harus menunggu beberapa saat lagi karena aku harus menyelesaikan tugasku dan mengirimkannya ke menteri urusan dalam negeri."
oke. aku tidak keberatan. aku sedikit mengintip isi dari tugas Aurellia sesaat sebelum duduk. ternyata itu adalah laporan pajak, kontrak dengan para pedagang, dan berbagai macam hal lainnya seperti proposal untuk perbaikan jalan, sistem irigasi, dan lain-lain. hmm..putri memang sudah bekerja keras. tentu saja aku sebagai bawahannya harus bekerja lebih keras lagi.
__ADS_1
"Ya ampun, ini merepotkan sekali tahu! aku berkali-kali mengirimkan proposal bantuan untuk memperbaiki kembali desa Adonia. yang mereka minta selalu hanya laporan pajak yang masuk dari desa, hasil panen, dan....ah semua hal yang mereka bisa rampas pokoknya! maaf ya, Issac. aku jadi harus terus mengandalkan La-Sa Guild untuk ini."
aku menggeleng. "tidak tidak. Lia tidak perlu meminta maaf untuk hal itu, lagipula itu adalah hubungan yang timbal balik. aku untung Lia juga untung. ngomong-ngomong soal mereka, apakah aku harus menyingkirkan orang-orang yang tadi kau bilang. aku tidak keberatan lho untuk menyingkirkan ampas seperti mereka."
"Hihhh! kau selalu saja menakutkan! tidak perlu. mereka memang korup dan jahat tetapi untuk sekarang, mereka adalah yang terbaik dari yang terburuk. menyingkirkan mereka hanya membuat orang-orang yang jauh lebih kotor dari mereka mengganti posisinya."
"hehhh... seperti yang diharapkan dari Lia. anda ternyata punya pemikiran seperti itu. kalau begitu, kenapa kita tidak membuat semacam tempat pendidikan saja untuk menyiapkan anak-anak terbaik kerajaan? kita bisa mendidik mereka tentang cara mengelola wilayah dengan benar maupun hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan."
Aurellia terlihat bingung. "Eh, memang ada cara seperti itu? apakah mungkin bagi mereka untuk belajar tentang tata kelola pemerintahan?
"Tentu saja, yeah meskipun aku mengatakan itu tentu saja ini membutuhkan jalan yang panjang. tapi setidaknya aku menemukan pengajar yang tepat untuk itu. kita bisa mendiskusikan kurikulumnya nanti. jika Lia berkenan, aku akan coba untuk mengurusnya."
Aurellia dengan mata berbinar menatapku. dia bangun dari kursinya dan secara tidak sadar memukul meja.
"Baiklah! siapkan itu untukku! aku juga tidak bisa membiarkan orang-orang bejat itu terus menduduki jabatan penting. aku tahu ini membutuhkan waktu yang lama tetapi setidaknya kita telah menanam bibitnya."
dimengerti nona. aku tahu pekerjaanku akan semakin banyak tetapi aku juga senang melakukan hal semacam ini. aku juga memberitahukan laporan lainnya kepada putri. termasuk tentang prajurit yang akan menjaga Wilayah Adonia serta persiapan untuk Perluasan wilayah.
"berkaitan tentang apa yang pernah putri tugaskan padaku sebelumnya, yaitu menyiapkan sekelompok Ksatria untuk menjaga keamanan wilayah Adonia, aku sudah menyiapkannya. pamflet untuk itu sudah tersebar dan sebanyak Tiga ratus orang telah mendaftarkan diri dan akan menjalani tes dan pelatihan segera setelah musim dingin berlalu.
aku menargetkan agar setidaknya di musim gugur tahun depan, mereka sudah bisa dikerahkan. tentu saja, markas untuk ksatria dan fasilitas pelatihan mereka juga akan segera dibangun setelah musim dingin selesai. aku juga telah mengontrak beberapa pandai besi untuk menjamin ketersediaan stok persenjataan mereka."
sekitar dua puluh diantara mereka adalah prajurit pribadiku yang terlatih, berpengalaman, dan profesional. mereka akan berperan sebagai pelatih untuk para kadet ksatria. aku juga menyusupkan beberapa agen VIESTA untuk mengawasi kemungkinan adanya kegiatan spionase dari orang-orang yang tidak menyukai tindakan Aurellia.
"Selain itu untuk persiapan perluasan wilayah, sudah banyak merekrut tenaga kerja dari berbagai wilayah. meskipun sekarang musim dingin, pembangunan tetap berlanjut tapi dalam bentuk pengembangan kemampuan mereka. kami memberikan kursus pada mereka selama tiga bulan ini untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengolah kayu, bebatuan, dan juga membangun sesuatu."
aku berdeham. tenggorakanku jadi agak kering. tetapi laporan yang aku berikan sudah selesai. Aurellia mengangguk dengan penuh kepuasan. nah, kalau sudah begini sepertinya pekerjaanku sudah selesai.
"Terimakasih atas pekerjaanmu Issac! ini sebagai rasa terimakasih ku, aku akan menghidangkanmu anggur terbaik kerajaan!" well aku enggan minum alkohol di usiaku yang sekarang. tapi demi bersenang-senang bersama Aurellia, sesekali juga tidak ada masalah.
__ADS_1
sisanya, aku menghabiskan waktu bersama Putri di ruang kerjanya.