
Lilianne agak kesulitan menghadapi para pembunuh. Bukan berarti ia lebih lemah pada mereka. Sebaliknya, kekuatan para Assassin itu berada di bawah Lilianne. Mereka bahkan menganggap kalau Lilianne adalah Dewi kematian yang sedang menyanyikan irama penuh darah.
Tapi para Assassin itu sadar kalau posisi Lilianne sedang tidak beruntung. Dia harus bertarung sambil melindungi massa yang sedang kacau. Untungnya Margareth datang dan ia berhasil mengevakuasi sebagian besar hadirin dan membawanya keluar aula.
Dengan begini, ia tidak perlu menahan diri lagi. Dia mulai merapalkan mantranya.
"Crimson Fire: Butterfly Flame."
Lingkaran sihir muncul dari depan Lilianne dan puluhan kupu-kupu berwarna merah keluar dari lingkaran itu. Para assassin berpikir dapat menghindari itu dengan menyerang kupu-kupu yang terbang ke arah mereka.
Tapi perhitungan mereka salah. Karena begitu senjata mereka menyentuh kupu-kupu itu, keindahan itu meledak dan membakar para Assassin hingga menjadi abu. Lima belas pembunuh telah tewas. Tapi masih belum selesai. Di belakangnya para pembunuh berusaha merapalkan sihir mereka. Tapi Lilianne mengeluarkan bola api dan membakar mereka semua.
Arena bersih dari para assassin. Dia ingin menemui Issac tetapi segera sadar bahwa mungkin saja dia sedang mengejar para pembunuh yang mengincar pangeran. Akan lebih baik jika dia bertemu dengan Margareth dan yang lainnya terlebih dahulu, lalu pergi bersama mereka ke rute pelarian yang telah disiapkan jika sesuatu seperti ini terjadi.
Sementara itu, Issac terus berlari dan berusaha menyusul pangeran. Ada cukup banyak assassin yang mengejar pangeran Chris. Sekitar 50 orang. 30 diantaranya kini berhadapan dengan Issac. Mereka dengan erat memegang senjata yang mereka bawa. Sebagai seorang pembunuh yang berpengalaman, mereka tahu betul bahwa orang yang berdiri dengan kokoh di depan mereka adalah orang yang sangat kuat.
"Mundurlah dari sini! Kami sama sekali tidak memiliki urusan denganmu! Kami tidak akan ragu membunuhmu bahkan jika dirimu adalah duta dari kerajaan!!"
Salah satu dari mereka berusaha memberikan ancaman pada Issac walaupun ia tahu itu tidak akan berguna. Itu hanyalah cara pembunuh itu mengulur waktu sementara rekannya yang lain mengalirkan energi sihir ke seluruh tubuh mereka. Semuanya berusaha menghabisi Issac dalam satu serangan penghabisan. Meskipun itu akan membuat mereka terbunuh juga.
"Mundur? Seharusnya aku yang mengatakan itu pada kalian. Lagian, dengan kekuatan sihir sekecil itu, kalian tidak akan bisa mengalahkanku."
Mereka semua menggertak giginya. Orang ini sudah mengetahui niat mereka sejak awal! Tapi ia tetap santai seolah tidak akan ada yang terjadi padanya!
"Kalau begitu, akan kuberikan kalian kesempatan. Kumpulkan semua energi sihir kalian hingga penuh! Fokuskan pandangan kalian! Genggam erat senjata kalian!"
Entah kenapa semua pembunuh itu mengikuti apa yang Issac Katakan. Dan benar saja, kekuatan mereka semakin besar dan tenaga mereka semakin kuat. Pandangannya semakin bagus.
"Luar biasa! Sekarang, akan aku berikan saran sebelum kalian menyerang orang yang lebih kuat daripada kalian. Ambil nafas dalam-dalam. Jangan alihkan pandangan kalian pada hal lain. Setelah itu, majulah bersama-sama!"
__ADS_1
Dengan teriakan semangat, mereka langsung menyerang Issac secara bersamaan. Tapi serangan itu tidak pernah sampai kepada Issac karena dia telah berdiri di belakang mereka.
"Lalu....matilah."
Sebelum mereka sadari, kepala mereka semua telah berterbangan dan jatuh ke bumi. Pancuran menyembur dari leher mereka yang tidak lagi memiliki kepala. 30 orang itu dibantai. Tanpa satu tebasan pun dari Issac.
Menyedihkan. Padahal kalian telah berusaha keras untuk membunuhku dengan segala yang kalian miliki. Karenanya lain kali, jangan coba-coba untuk menyentuhku. Issac sedikit memberikan mereka penghormatan dengan menyambungkan lagi kepala mereka lalu segera pergi. Kelihatannya, pangeran Chris dan para pengawalnya sedang bentrok dengan para pembunuh.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Meskipun bukan seorang prajurit, tidak berarti pangeran Chris lemah. Menggunakan sebuah rapier sebagai senjata utamanya, dia dan sepuluh pengawalnya sedang beradu dengan para pembunuh.
Sihir andalannya adalah es. Dia memadukan teknik berpedangnya dan sihir keahliannya sehingga menjadi teknik yang sangat indah. Seorang pembunuh berusaha mengincar kepalanya dari belakang saat dia sedang menebas pembunuh yang lain. Tapi upaya pembunuh itu gagal karena sebelum senjatanya sampai ke tubuh pangeran, sebuah lingkaran sihir muncul dan kristal es yang sangat tajam telah menembus leher Assassin itu.
Dengan kemampuannya, dia dan para pengawalnya berhasil membunuh semua Assassin. Pangeran Chris dan yang lainnya bernafas lega. Mereka semua segera lari menuju sebuah lorong yang di ujungnya ada pintu. Itulah titik akhir pelarian mereka. Salah satu pengawal telah sampai di ujung. Pangeran Chris juga sudah mencapainya. Tapi entah kenapa pengawal itu sama sekali tidak membuka pintunya.
Ah, Bahaya! Pangeran Chris akhirnya tahu apa yang terjadi. Para assassin tadi hanyalah pengalih! Sejak awal, tujuan mereka bukanlah membunuh dirinya. Orang yang ditugaskan untuk membunuhnya adalah orang-orang yang berada sangat dekat dengannya!
"Maaf pangeran. Demi kejayaan dan kedigdayaan Kekaisaran Grand Aria, anda harus mati."
Pengawal itu akhirnya menusukkan belati itu ke punggung pangeran Chris dan akhirnya pewaris tahta ini mati. Atau seharusnya begitu ketika akhirnya belati yang dia pegang telah jatuh ke tanah, beserta dengan tangannya.
"Tidak...yang akan mati di sini, adalah kalian semua."
"BAJING..."
Pengawal itu belum selesai bicara ketika setengah dari kepalanya hilang. Pengawal lain yang melihat ini dengan murka langsung menyerbu Issac tapi tendangan yang Issac berikan kepadanya membuat kepalanya hancur seperti apel yang digilas oleh truk.
Pengawal yang paling dekat dengan Issac mengincar kepalanya dari atas tetapi sarung katana milik Issac lebih dulu mencapai leher pengawal itu. Brak! Leher orang itu patah.
__ADS_1
Para pengawal yang tersisa segera menyerbu Issac dan pangeran Chris. Tapi Issac tidak bergerak dan hanya mengibaskan tangannya sekali. Dan tubuh mereka semua terbelah menjadi tiga bagian.
Pangeran Chris shock dengan apa yang barusan terjadi. Anak ini....dia membunuh mereka semua seolah-olah seperti membunuh seekor nyamuk! Dia sangat kuat? Bahkan mungkin lebih kuat dibandingkan dengan orang terkuat di kekaisaran.
"Ah, maafkan saya pangeran karena telah memberikan tontonan yang tidak layak, yang mulia pangeran. Saya Viscount Issac Starfall. Seorang duta yang dikirim dari kerajaan untuk mempererat hubungan persahabatan kedua negeri."
Issac langsung berlutut di depan pangeran ketika selesai mengurus mayat mereka. Pangeran jadi agak canggung karena diperlakukan seperti ini. Dia segera meminta Issac untuk berdiri.
"Angkat kepalamu, Starfall. Tidak perlu seperti itu. Dan juga tidak perlu terlalu sopan. Kau bisa memanggilku Chris jika ingin."
"Kalau begitu yang mulai Chris, saya akan merasa sangat terhormat jika anda memanggil saya dengan nama depan."
Pangeran Chris mengangguk. Issac segera menarik tangannya untuk pergi bersamanya. Wajah Chris sedikit memerah tapi Issac tidak memperhatikan itu. Dia membuka pintu dan di luar, dia sudah ditunggu oleh keempat gadis.
"Kak Is! Syukurlah kamu baik-baik saja!"
Lilianne segera memeluk Issac. Margareth mendekat ke Issac untuk memastikan apakah dia terluka atau tidak. Sementara Angelica dan Agatha menghampiri pangeran dan berbicara dengannya. Itu wajar mengingat kedua gadis ini berasal dari keluarga bangsawan kekaisaran.
"Tuan Issac, terimakasih telah menyelamatkan hidup saya. Jika anda berkenan, saya ingin mengundang anda ke istana sebagai bentuk terimakasih saya. Bukan untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada yang mulia kaisar, tetapi ini adalah undangan pribadi dari saya."
Issac mengangguk. Dia tidak keberatan. Membangun sebuah relasi dengan pewaris tahta dari negeri lain bukan hal yang buruk. Issac meminta Angelica dan Agatha untuk mengantarkan pangeran kembali ke istana menggunakan kereta kuda miliknya. Issac, Margareth, dan Lilianne akan membereskan kekacauan ini terlebih dahulu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Pangeran Chris sampai di istana dan hari itu juga, dia langsung menyampaikan apa yang terjadi dengan dirinya saat berada di akademi. Tentu saja kaisar sangat murka dan menurunkan tim penyelidik tentang apa yang terjadi. Kaisar memutuskan untuk mengeksekusi seluruh pasukan pengawal milik pangeran Chris.
Duke Manstein dan sekutunya melimpahkan kesalahan ini pada seluruh bawahan bekas Viscount Rudolph. Mereka pada akhirnya berakhir di tiang gantungan sementara Duke Manstein dan yang lainnya dapat tidur dengan nyenyak.
Apakah kaisar tahu kalau mereka adalah dalang di balik ini semua? Tentu saja iya. Tetapi dia tidak memiliki bukti yang dapat memperkuat dugaannya dan dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka. Sangat disayangkan memang.
__ADS_1
Tiga hari kemudian Issac diundang oleh pangeran Chris ke istana. Dan seperti yang dijanjikan, itu hanya undangan pribadi dari Chris. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol. Chris bertanya kepada Issac tentang Kekaisaran dalam pandangannya. Issac menjawab dengan jujur apa yang dia pikirkan.
Pangeran Chris merasa bahwa dia mendapatkan rekan yang berharga untuk mengobrol. Dia mendapatkan banyak ide bagus dari Issac. Hubungan Issac dan pangeran Chris semakin erat.