
Berita tentang keberadaan iblis di wilayah Mariendolf telah sampai ke telinga kaisar dan para pejabat yang lain. Kaisar dan pangeran Chris meminta para bangsawan dan pejabat untuk bersiap-siap, tetapi mereka hanya tertawa dan berpikir kalau itu hanya sesuatu yang dibuat-buat oleh kaisar untuk mengalihkan perhatian mereka.
Issac tidak tahu apa yang membuat orang-orang tolol ini berpikir seperti itu. Tapi dia memikirkan satu kemungkinan. Mereka sebenarnya tahu akan keberadaan para iblis terapi memilih bungkam karena mereka telah bersekutu dengan iblis.
Yah, tapi Issac yakin bukan itu masalahnya. Dia telah memeriksa seluruh penjuru kekaisaran dan sudah tidak ada lagi iblis di sini. Begitu juga di kerajaan. Untuk sekarang, dia mungkin bisa tenang dari ancaman para iblis terlebih dahulu.
Beberapa saat setelah berita tentang kemunculan iblis keluar dari mulut Margrave Mariendolf, berita lain yang menguntungkan posisi para bangsawan yang pro militer dan perang telah datang. Tentara gabungan para bangsawan berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang jatuh ke tangan Moskov bahkan merebut beberapa wilayah yang berada di dalam teritorial Moskov.
Sudah bisa ditebak, para pejabat dan bangsawan lainnya pongah dengan hal itu. Mereka segera menaikkan pajak di wilayah mereka masing-masing dan memperkuat postur militer mereka. Bahkan mereka sampai berutang kepada para pedagang dan bankir untuk membiayai pasukan mereka.
"Ini merepotkan! Lagi-lagi serikat dagang Lambard dipaksa untuk berjalan bersama mereka! Yang dipikiran mereja hanya perang, perang, dan perang! Mereka sampai lupa kalau rakyat mereka sendiri kelaparan!"
Carolina mengunyah makanannya dengan suasana hati yang buruk! Wajar saja, serikat dagang Lambard seringkali dipaksa untuk sejalan dengan militer. Padahal berdasarkan perhitungan ayahnya yang menjadi ketua dari serikat dagang, kekaisaran tidak akan bisa memenangi pertempuran dimanapun bahkan kalau mereka memiliki pasukan yang lebih besar dan banyak.
Perlu diingat, pasukan yang besar dan banyak tidak menjamin keuntungan mutlak. Butuh banyak uang untuk membiayai mereka. Mulai dari gaji hingga peralatan perang lainnya. Selain itu, mereka juga membutuhkan jalur suplai yang lebih panjang. Belum lagi mengatur pasukan yang banyak juga sangat rumit.
Yang terpenting adalah kondisi pasukan itu sendiri. Para bangsawan memang merekrut banyak penduduk di wilayah mereka menjadi tentara. Tapi masalahnya, mereka adalah petani yang memiliki lahan yang harus diolah.
Ketika mereka dikirim untuk wajib militer, banyak lahan yang pada akhirnya terabaikan dan wilayah itu kekurangan makanan karena petani mereka dijadikan tentara sementara lahan pertanian dibiarkan kosong.
Mereka juga tidak terlatih, tidak berpengalaman, dan dilengkapi dengan peralatan perang yang tidak layak. Pedang bekas yang telah tumpul, baju besi yang rompal, panah yang kayunya telah patah, dan segudang peralatan bobrok lainnya. Kebanyakan dari mereka telah mati bahkan sebelum peperangan dimulai.
__ADS_1
Itulah kenapa kepala serikat dagang Lambard menilai kalau mereka tidak akan memenangkan perang jika sesuatu seperti ini terjadi terus. Lagipula jika peperangan terjadi, sirkulasi perekonomian tidak akan lancar. Tidak ada orang yang mau bertransaksi jual beli ketika panah berterbangan di atas kepalamu, kan?
Memang akan ada keuntungan jika perang pecah. Tapi hanya ketika peperangan itu bisa dimenangkan oleh kekaisaran. Perang juga tidak boleh berlarut-larut atau sumber daya kekaisaran akan terkuras habis.
"Aku tahu kalau kau khawatir dengan keadaan negerimu dan serikat dagangmu. Tapi yang paling penting.... bisakah kau menyingkir dari pangkuanku?"
"Menyingkir!? Memangnya kenapa!? Kamu sudah menciumku dulu! Apakah kamu membenciku hingga segitunya!?"
Benci? Issac menyeringai. Maaf tapi dia tidak bisa membenci gadis seperti Carolina. Gadis yang cantik, cerdas, dan peduli tentang nasib warga kekaisaran meskipun dia adalah pedagang yang seringkali memandang sesuatu dengan untung dan rugi.
"Tidak. Bukan itu masalahnya. Tetapi kamu benar-benar menghalangiku jadi aku tidak bisa mengambil makananku."
"Kalau begitu biar aku suapi! Buka mulutmu, Haaaa~~"
Lidahnya dengan handal memainkan jari Carolina hingga membuat tubuh Carolina panas dan menggeliat.
"Bo-bohongkan!? Padahal hanya jari ta-tapi kenapa tubuhku menjadi seperti ini!?"
Erangan erotik datang dari mulutnya. Dia sangat malu walaupun juga sangat bahagia karena itu berarti jarinya terasa manis di mulut Issac. Ups, tapi kayaknya Issac telah berlebihan. Entah kenapa Carolina sendiri malah keenakan.
"Nah kita lanjutkan saja dilain waktu. Ngomong-ngomong Carolina, kau harus hati-hati dengan para bangsawan dan sainganmu yang mendukung mereka. Orang-orang itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan dukungan dari serikat dagang Lambard bahkan jika mereka harus melakukan cara kotor."
__ADS_1
Carolina kecewa karena Issac melepaskan jarinya. Tetapi apa yang Issac katakan memang benar. Selain memiliki banyak aset berharga, Lambard juga memiliki banyak jaringan informasi. Informasi itu berkaitan dengan beberapa rahasia yang dimiliki oleh kerajaan atau pihak lain seperti kondisi perekonomian, geografis, serta dua hal yang paling penting yaitu kekuatan militer mereka dan kondisi internal politik.
Karena sudah malam, Carolina memutuskan untuk pulang. Awalnya Issac menawarkan diri untuk mengantarnya tetapi Carolina menolak. Mau bagaimana lagi kan? Issac tidak bisa memaksanya.
Akhirnya mereka keluar dari restoran milik Issac dan berpisah satu sama lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah yang Carolina tinggali terletak di distrik komersial juga. Cukup jauh dari restoran Issac. Gadis itu memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumahnya yang juga menjadi tempat bagi kantor pusat serikat dagang Lambard.
Tidak ada yang aneh saat dia berjalan. Tetapi begitu ia sampai di depan rumahnya, Carolina mencium bau yang paling sangat ia benci. Bau darah! Carolina langsung buru-buru masuk ke dalam rumahnya tapi ia terlambat.
Puluhan penjaga telah tewas dan ayah serta ibunya.....mereka sudah ambruk dilantai dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya. Mayat ibu dan ayahnya tertumpuk menjadi satu dan seseorang duduk di atasnya. Ia adalah pria yang menggunakan pakaian aneh layaknya orang-orang yang berasal dari benua timur.
Ia memakai sebuah hakama dengan corak yang aneh. Wajahnya tertutupi oleh caping lebar yang terbuat dari bambu. Di pinggangnya tersampir sebuah pedang panjang yang mirip seperti milik Issac. Katana.
Rasa sedih dan kemurkaan benar-benar memenuhi hati Carolina dan menggelapkan matanya! Dia langsung mencabut kedua pedang kecilnya dan menerjang ke arah orang aneh itu. Tapi sebelum dia dapat menyentuh tubuhnya, seorang lainnya muncul dan menahan serangannya.
Sepertinya ia adalah anak buah orang itu. Pakaiannya serba hitam dan wajahnya tertutupi oleh kain hitam. Ayahnya pernah menceritakan kalau di benua timur sama ada sekelompok orang dengan ciri-ciri sama yang di sebut sebagai Shinobi.
Carolina langsung mundur dan berniat maju lagi. Tapi terlambat. Perutnya tertikam oleh Shinobi tadi. Tubuhnya tidak bisa bergerak dan rasa sakit muncul di perutnya. Lukanya parah. Kesadarannya mulai hilang dan ia ambruk. Sebelum kesadarannya benar-benar hilang, ia menggumamkan sesuatu.
__ADS_1
"Ibu...Ayah...Issac... Semuanya. Maafkan aku."
Dan semuanya menjadi hitam.