Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Harus??


__ADS_3

Faam bingung saat Lisa memanggilnya untuk menemuinya ada apa kah gerangan apakah mungkin Fiani mendapat kan masalah dan karena Lisa tidak dapat memberitahukan nya secara langsung jadi Lisa pun menyuruhnya untuk menemuinya di rungannnya?


Lisa menyuruh Faam untuk duduk, Faam yang di selimuti oleh rasa kecemasan pun bertanya pada Lisa apa yang terjadi?


"Sebenarnya kenapa dokter meminta saya untuk datang apakah ada masalah penting?" tanya Faam yang ingin tahu semoga saja tidak terjadi apapun pada istrinya.


"Duduklah, jangan memanggilku dok, aku adalah teman Fiani teman dekatnya ya memang seperti itu kadang suka membuat orang cemas dan kadang membuat orang sakit hati. Tapi tujuan saya bukan untuk menjelaskan tentang Fiani karena kau tau sendiri kan bagaimana sikap istrimu itu? Sebenarnya saya ingin memberitahu kan pada mu jika istrimu sekarang sedang hamil dan masalahnya adalah... " Lisa seakan bingung harus mengatakan apa bagaimana pun Faam harus tau mengingat ini soal nyawa sahabatnya.


"Sebenarnya ada apa? Katakan saja tak perlu merasa sungkan padaku. Katakanlah." ucap Faam sambil tersenyum, Faam tau pasti Lisa sangat sungkan untuk mengatakan kebenarannya. Namun apakah tadi Lisa mengatakan jika istrinya hamil? Hah apakah dia akan segera mempunyai seorang anak?


"Memangnya kenapa Lis jika istriku hamil?" tanya Faam ingin tahu.


"Saya harus memberitahukan kenyataan pahit itu, kau harus memilih anak atau istrimu Am, sebenarnya saya berat untuk mengatakan hal ini. " ucap Lisa memandang kearah Faam.


Faam begitu terkejut apalagi mendengar jika dirinya harus memilih antara istri dan calon buah hatinya, tidak dia tidak bisa memilih. Jika dia memilih Fiani lalu apa yang akan dia katakan pada Fiani, lalu apa jadinya jika Fiani sampai tau jika dirinya lebih merelakan buah hatinya.


Faam hanya bisa tertunduk tak bisa berbuat apa-apa, satu sisi dia sangat bahagia karena sekarang Fiani istrinya mengandung tapi di sisi lain dia harus memilih antara istri atau anak nya. Tidak keduanya harus selamat.


"Saya tau apa yang sedang kau pikirkan, saya akan selalu berada di sisi Fiani apa pun yang akan terjadi." Faam tersenyum lega akhirnya ada yang mau merawat istrinya di saat seperti ini.

__ADS_1


Faam tersenyum mendengar ucapan Lisa dia memang teman yang sangat baik apalagi dia sangat perhatian dengan istrinya.


Di sisi lain ada seorang wanita mengepalkan tangan sambil tersenyum dia sangat bahagia akhirnya saingannya untuk mendapatkan hati Faam akan mati, bagaimana pun dia harus bisa dekat dengan dirinya.


"Aku akan mendapatkan mu, bagaimanapun aku harus mendapatkan cinta mu." ucap Wanita itu yang segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Lalu jika kau mengambil izin, bagaimana dengan gelar dokter mu?" tanya Faam yang membuat Lisa tertawa.


"Hahaha kau sangat lucu, aku kan bekerja sebagai dokter pribadi istrimu itu juga rumah sakit yang menyarankannya. Tenanglah, " terang Lisa membuat Faam mengangguk.


"Tapi keadaan istriku bagaimana?" tanya Faam yang ingin tahu.


"Tadi Fiani mencari mu, tapi sekarang dia sudah tidur, kau mencemaskan nya bukan tapi lain kali jangan sembunyikan obat peredam rada sakit lagi ya." Faam merasa bersalah karena tidak tau apa obat yang dia sembunyikan kemarin itu ternyata gara-gara dia juga istrinya harus berada di rumah sakit seperti ini.


Dan di lain sisi juga Faam juga harus membujuk istrinya untuk mengikhlaskan buah cinta mereka Faam tidak ingin jika sampai istrinya harus meninggalkan dirinya, tapi bagaimana caranya dia bisa membujuk istrinya untuk tidak mempertahankan buah cinta mereka pasti Fiani tidak akan pernah setuju akan hal ini!


"Saya tau pasti kau akan mengatakan pada Fiani jika dia harus mengugurkan kandungannya bukan? Sampai kapan pun Fiani tidak akan pernah melakukan hal itu karena apa karena tadi dia memohon pada ku untuk tidak mengambil bayinya aku kasihan padanya dan aku tidak tega jadi saya memberitahu kan hal ini padamu agar kau tau semua ini." Faam kebingungan bagaimana ini Fiani sangat menyayangi calon baginya tidak mungkin ia mematahkan hati istrinya.


"Sabar ya." terang Lisa.

__ADS_1


Faam pun keluar dari ruangan dia bingung bagaimana caranya membujuk istrinya agar mau melakukan itu dia sangat mencintai istrinya tapi di lain sisi istrinya sangat mencintai buah cinta mereka bagaimana ini? Bagaimana caranya meyakinkan istrinya?


"Fia... Jangan membuat hal bodoh dengan mempertahankan kehamilan mu." Fiani tidak menghiraukan ucapan Nur, Nur tau jik Fiani terus memaksa kan kehendaknya maka dia akan benar-benar pergi dari dunia ini.


"Kau sama saja dengan mereka Nur, aku hanya ingin mempertahankan anakku, aku mencintainya aku tidak ingin kehilangan dirinya." Nur juga bingung harus mengatakan apa lagi dia hanya tidak ingin jika Fiani sampai pergi meninggalkan dirinya.


"Tapi di lain sisi aku juga tidak ingin kehilangan dirimu, apa kau tau jika hanya kau lah yang bisa melihat diriku aku bisa menyembuhkan mu. Katakan saja, sekarang aku pasti akan bisa menyembuhkan dirimu." tegas Nur meyakinkan.


"Kau tidak perlu seperti itu Nur, aku hanya ingin saat dia lahir kau menjaga dirinya untukku." Nur membulat kan mata kenapa Fiani bisa mengatakan hal yang seperti itu, tidak boleh Fiani harus sembuh.


"Aku menjaga dirinya untuk mu? Aku yang kau suruh menjaga dirinya? Tidak kau dan kau yang harus menjaganya." tukas Nur.


Fiani tersenyum dan menggeleng pelan. "Tidak kau yang harus menjaga dirinya." Nur melotot lagi kenapa harus dirinya sih yang ada juga anak kecil nangis jika melihat dirinya dia kan serem gini.


"Tidak, pasti kau akan sembuh." tegas Nur.


"Dengar kan aku, aku tidak bisa menjaga dirinya jika Faam nanti berubah menjadi membenci anakku bagaimana? Lalu siapa yang... " Nur menggeleng bagaimanapun juga Fiani harus sembuh. Harus bicaranya saja ngelantur terus seperti ini.


"Fia, tidak ada seseorang yang membenci anaknya sendiri, dengar itu baiklah aku akan menjaganya tapi pasti dia sangat merindukan dirimu." Nur malah tidak melanjutkan ucapannya dia menatap Fiani hanya dia yang bisa mengerti kan dirinya tapi mengapa sang maha Kuasa harus memberikan penyakit yang membuat dia harus kehilangan nyawa. Apakah sang Maha Kuasa lebih sayang pada Fiani?

__ADS_1


"Aku mempunyai firasat yang kuat pasti Faam akan... " Namun Fiani segera menutup matanya.


"Hey kau masih mendengarkan diriku bukan?" tanya Nur malah heboh sendiri. Fiani tak merespon bagaimana ini?


__ADS_2