Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bingung


__ADS_3

Ana berlari menjauh dari Yuda dan Wulan entah lah dia merasakan sesak yang amat sangat ketika Yuda berbicara dengan Wulan.


Biasanya dia akan terus menerus mengejarnya namun ternyata dugaan nya kali ini salah.


Yuda malah menghampiri wanita lain, tapi seharusnya dia merasa bahagia kan karena apa Yuda sudah dapat membuka hatinya untuk wanita lain.


Ana bukan lah wanita yang pantas bersanding dengan Yuda, memang Ana mempunyai cinta di dasar hatinya namun bagaimana cinta itu akan kembali bersemi ketika kenyataan pahit selalu menampar nya setiap kali dia mencoba untuk menerima Yuda kembali.


Ana hanya tidak ingin membuat Yuda menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya.


Ana juga tidak mungkin membuat kesalahan untuk kedua kalinya.


Tapi kali ini saat Yuda bersama dengan wanita lain, hatinya sangatlah sakit, apakah dia saat ini tengah terbakar cemburu?


Entahlah sebaiknya dia sedikit menjauh agar rasa yang ada dalam hatinya tidak kembali tumbuh dan malah membuat hatinya semakin kacau karena rasa yang dulu pernah bersemi harus bersemi lagi.


Melupakan kenangan indah itu sangatlah sulit, melihatnya saja seakan membuat dirinya bergetar apa lagi berpura-pura acuh tak acuh ternyata sangatlah menyakiti hati nya.


Faam melirik Ana, tuh muka Ana kenapa lagi coba seperti itu?


"Sayang, ada apa dengan asisten mu?" tanya Faam seraya sedikit berbisik pada Fiani.

__ADS_1


Fiani yang mendengar ucapan dari suaminya pun melirik Ana, tuh anak kenapa lagi? Tadi saja biasa saja apa mungkin terjadi sesuatu tadi?


Tapi mengapa dia tidak mengatakan apapun padaku?


Nanti aku akan mencari tahunya.


"Aku juga tidak tahu sayang." jawab Fiani sembari melirik Ana.


"Tuan, mobil sudah siap." Aldo membuka kan pintu untuk Tuan dan Nyonya.


Faam dan Fiani pun segera masuk tak lupa dengan Ana. Namun ketika Ana ingin duduk di depan Fiani pun menarik lengan Ana hingga membuat Ana yang tadinya melamun terkejut karena ulah dari Nona Fiani.


"Antar aku dan Fiani menuju rumah sakit Nadia, dan ikuti Mobil hitam di depan." Aldo hanya mengangguk dan segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Fiani bingung membuka percakapan, biasanya asistennya tidak seperti ini, memangnya apa yang terjadi tadi?


"Ana, aku perhatikan dari tadi ada apa dengan dirimu?" Ana sangat terkejut mendengar ucapan dari Nona yang terkesan dari tadi memperhatikan dirinya.


Ana segera memeluk Nona Fiani tanpa Fiani tahu apa alasan di baliknya, sedangkan Faam hanya melihat dari kaca depan.


Tuh anak kenapa coba? Pasti masalah cinta?

__ADS_1


Kayak yang ngomong tidak 🤪.


Yang nulis mah lebih parah hehe curhat😆


"Ana? Ada apa dengan dirimu?" tanya Fiani tidak membuat Ana menjawab pertanyaan dari Fiani.


"Sayang tuh asisten mu kamu apakan?" tanya Faam membuat Fiani mendengus sebal.


Nih suaminya dasar nyebelin tahu permasalahannya saja tidak ini malah di tuduh membuat anak orang menangis dasar suami rese.


"Kok aku, aku tidak melakukan apapun " jawab Fiani seraya membelai rambut Ana yang menangis di pelukan nya.


Apa yang membuat asistennya menangis saja tidak tahu nih suaminya asal bicara saja.


"Ojo nanges tah na, mbok yo ngomong onok opo ngono loh ben aku ngerti." ucap Faam membuat istrinya bingung tujuh keliling nih suaminya bicara memakai bahasa daerah mulu ngerti kagak bingung iya🤔.


"Haduh sayang, bicara pakai bahasa nasional kenapa sih, istrimu yang cantik ini gagal paham. " jawab Fiani sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mendengar hal itu Ana pun menghapus air matanya dan memandang wajah Nona mudanya.


"Berhasil kan?" tanya Faam.

__ADS_1


__ADS_2