Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Sadar


__ADS_3

Nur terkekeh melihat beberapa orang yang tengah salah paham.


"Haduh tuh lihat betapa lucunya mereka." Fiani tidak menghiraukan yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menyelamatkan buah hatinya.


"Banyak orang yang mencintai mu dan kamu sekali saja coba kamu dengarkan perkataan ku." Fiani hanya diam memandangi perutnya harus berapa lama lagi dia bertahan.


"Kamu bilang jika aku terus terusan seperti ini aku akan lupa ingatan kan? Lalu bagaimana aku bisa bertahan dengan penyakit ku? Apa setelah bayiku lahir aku akan mati?" tanya Fiani membuat Nur berpikir bisa jadi seperti itu tapi kenapa nih bocah baru mengerti.


Nur malah pergi dari hadapan Fiani membuat Fiani terus mengikuti Nur hingga sampai di sebuah taman di sana ada Faam yang tengah duduk sendirian.


Faam tidak tau jika ada istrinya di sana.


Faam menatap langit usahanya untuk kembali ke kantor di urungkan karena Ardan dan Rendra sudah memberitahukan padanya jika urusan kantor sudah bisa di atasi.


"Apa kamu tidak kasihan dengan suamimu? Beberapa hari ini dia selalu melamun, dan kamu juga melihat hal itu kan, napsu mana nya juga menurun itu karena apa? Memikirkan tentang dirimu. Saat kamu pingsan waktu itu dan dokter mengatakan tentang keadaan mu Faam hanya bisa temenung." Terang Nur membuat Fiani juga tidak tega melihat suaminya yang terus menerus tidak terurus seperti itu.

__ADS_1


"Tapi jika aku kembali apakah anak yang ada di dalam kandungan ku dia... " Nur mengungkapkan dengan jelas jika tidak akan ada seorang pun yang akan melakukan hal yang ada dalam pikiranmu itu. Semua akan di lakukan dengan baik.


"Tapi sudah tidak mungkin lagi kamu kembali saat ini tunggulah sampai usia kehamilan mu 6 bulan baru aku bisa mengembalikan mu, sekarang aku harus fokus untuk menyembuhkan mu dulu, kamu tidak ingin berpisah kan dengan Faam?" tanya Nur menanyakan pertanyaan yang memang seharusnya di tanyakan sejak dulu.


"Tapi apakah aku juga akan kehilangan ingatan ku?" tanya Fiani. Nur hanya bisa mengangguk ya memang itu resikonya kan Nur sudah mengatakannya berulang ulang kali.


"Ya itu sudah pasti terjadi walaupun kamu nanti tidak bisa mengingat suamimu apalagi aku yang jelas aku akan selalu ada di sisimu dan mendampingi mu selalu." terang Nur.


"Kasihan suamiku, dia pasti bingung harus bagaimana, melihatnya seperti itu aku seakan tidak bisa lagi melihatnya, rasanya ingin ku peluk dia seperti yang biasa aku lakukan tapi sekarang aku tidak bisa... Aku tidak bisa jangankan memeluk, menyentuh nya saja tidak bisa." batin Fiani membuat Nur segera membawa pergi Fiani kadang nih anak tukang baper dan buat orang sebel eh bukan orang ya jin sebelum maksudnya 😒.


Kamu tau aku melakukan semua itu untuk membuat dirimu tertarik pada ku tapi setelah kamu menerima ku aku malah berbuat seenaknya tanpa memperdulikan dirimu maaf tidak bisa menjadi laki-laki yang membanggakan untuk dirimu."


Langit pun berubah menjadi gelap cahaya bulan yang benderang berubah menjadi gelap karena tiba-tiba awan keabu-abuan datang.


Tik

__ADS_1


Tik


Tik


Rintik air hujan membasahi dedaunan Faam berlari agar dia tidak kehujanan.


Faam malah tertawa sendiri apalagi saat dia mengingat kenangan bersama dengan istrinya saat itu dia tengah pergi tiba-tiba suasana menjadi gelap dan tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat.


Fiani menatap Faam karena hanya membeli satu payung padahal Fiani meminta Faam untuk membelikan dua payung kalian tau apa yang terjadi? Fiani marah dan memaki Faam ya walau dengan kata kata halus tapi kejam.


Faam tau dalam hati Fiani itu ada sosok wanita yang sangat lemah lembut hanya saja dia kurang kasih sayang itu yang membuat Fiani menjadi sosok yang kejam tapi Faam mencintai Fiani dari pandangan pertama.


Mencintai tanpa syarat.


Menyayangi tanpa berat

__ADS_1


Dan memahami tanpa harus menggunakan isyarat.


__ADS_2