Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Memasak


__ADS_3

Dari tadi Faam masih saja memegangi tangan Dia ni seakan tak ingin terjadi sesuatu dengannya.


"Kenapa dengan dia? Seperti nya dia seakan tidak ingin mengizinkan ku untuk pergi menjauh dari tidurnya, sayang aku tau kok cintamu padaku sangatlah besar tapi jangan terlalu memperjuangkan diriku karena apa aku bukanlah wanita yang akan bisa mengusap air matamu saat kau menangis, bahkan pasti nanti aku akan membiarkan mu larut dalam kesedihanmu seorang diri. Maafkan aku seharusnya dari awal aku tidak memberikan mu sedikit harapan kini pasti kau sangat kecewa denganku, rasanya jika bisa kembali mengulang waktu akan aku biarkan kau bersama dengan orang lain pasti wanita lain akan bisa menyayangi dirimu bukan seperti diriku yang sudah sakit-sakitan dan hanya bisa merepotkan mu."


Fiani memandangi Faam yang tak pernah melepaskan genggaman tangannya Fiani tau ada rasa kecemasan dalam diri suaminya namun dia sendiri tidak tau apa yang membuat suaminya cemas bahkan meninggalkan pekerjaannya dan memilih untuk memperpanjang liburan bersamanya, bagaimana ini jika dia terus menerus seperti ini pasti akhirnya penyakitnya akan ketahuan. Tapi dia juga tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya bukan?


"Andaikan waktuku masih lama lagi aku akan menghabiskan sisa umurku ini untuk bersamamu, memberikan kebahagiaan yang sesaat walau pada akhirnya kau akan kecewa karena kebohonganku ini. Semoga saja kau tidak membenci diriku atas semua kebohongan ini semoga saja kau masih mencintaiku." ucap Fiani yang segera melepaskan genggaman tangan Faam.


Dari tadi rasanya ia sangat lapar ia ingin sekali memakan sesuatu namun di dalam kulkas tidak ada makanan sedikitpun dia melihat ke luar jendela ternyata pagi ini pandangannya sangat indah dan Fiani pun melihat beberapa tanaman dan buah-buahan ternyata di tempatnya ada buah-buahan yang tentunya busa mengganjal perutnya.


Fiani pun melangkah keluar melihat indahnya pemandangan udara di pegunungan sangatlah sejuk apalagi saat pagi hari seperti ini.


"Wah buah mangga, ternyata Faam menanam beraneka macam buah-buahan di pekarangan rumahnya, ada mangga, jambu air, apa itu wah buah melon dan semangka itu semangka ini pekarangan apa gimana banyak buah-buahan segar." Fiani pun segera mengetik buah semangka dan melon.


Fiani segera kembali ke rumah mengambil pisau untuk membelah semangka namun pandangannya teralihkan pada buah kelengkeng yang sudah matang di dekat dapur.

__ADS_1


Fiani pun segera membelah semangka dan melon yang tadi dia petik wah rasanya sangat manis apalagi saat masih segar seperti ini.


Sedangkan Faam masih tertidur dia terperanjat dari tidurnya apalagi saat tangannya meraba kasur lah dimana istrinya? Kemana dia pergi? Faam segera mencari keberadaan istrinya namun tidak menemukan dirinya dan saat dia mencari di halaman belakang ternyata dia melihat istrinya yang pagi-pagi sudah makan buah-buahan.


"Sayang.... Hah kemana perginya dia pagi-pagi seperti ini bukannya dia lagi sakit, apa terjadi sesuatu padanya?" Faam pun segera keluar kamar mencarinya ke sekeliling namun Faam tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Kemana perginya Fiani pagi-pagi seperti ini mudah mudahan tidak terjadi sesuatu." ucap Faam mencoba untuk tidak berpikir negatif dulu.


Tadinya Faam panik mengingat istrinya itu sekarang tengah sakit namun di balik kekhawatiran nya ternyata istrinya lagi enak-enak an makan.


Faam segera ke halaman belakang untunglah bibik sebelum pulang sudah menanam beraneka macam buah dan sayur kini dia tidak perlu susah susah mencari lauk tapi yang menjadi masalah hanya satu kan dia tidak bisa masak woy😯


Lalu bagaimana cara mengolah sayuran menjadi makanan? Hah gimana nih pikir pikir nanya mbah gugel aja kalik ya? 😎


Eh bentar disini kan enggak ada sinyal waduh😱😭 gimana-gimana cari cara agar bisa masak nih.

__ADS_1


Tapi pertama ambil sayuran dulu deh ada kangkung, cabe beberapa, bawang merah bawang putih eh apalagi ya ini ajah deh dulu. Semoga di dapur masih ada bumbu yang di persiapkan bibik jika tidak kasihan istriku kelaparan.


Faam segera memetik-metik kangkung dan segera mencucinya. Memotong bawang, merah bawang putih dan dua buah cabe. Mengambil wajan dan memanaskan minyak hanya ini yang dia tau itu saja saat bibik nya sedang masak.


Faam berkutat di dapur tapi dia lupa satu hal kenapa dia tidak memasak nasi hah bodoh.


"Sayur sudah eh... Nasinya belum aku masak beras tunggu-tunggu biasanya bibi menaruh beras dimana ya, ayo Faam pikir. Nah kenapa aku baru ingat di bawah tempat ini dan di taruh di dalam ember hadeh Faam kenapa kay bisa melupakannya...


Fiani pun mengingat suaminya kenapa dia malah enak-enakan makan pasti sekarang Faam sedang cemas mencari keberadaan nya.


Fiani pun kembali tidak lupa dia menyisakan beberapa buah-buahan yang tadi dia petik untuk nantinya di makan Faam di dalam dapur tercium aroma sedap masakan.


Siapa yang sedang masak? Bukankah di kulkas tidak ada makanan? Apa mungkin?


Faam melihat istrinya yang membawa beberapa buah-buahan di tangan nya.

__ADS_1


"Sayang pasti kau lapar bukan? Kemarilah aku sudah memasak untuk mu." Fiani hanya bengong eh bukannya Faam tidak bisa masak dan disini pun tidak ada internet dan dari mana dia mendapatkan sayuran?


__ADS_2