
Fiani dan Faam membawa ketiga anak mereka untuk pulang ke rumah dan dari tadi Dilan terus saja menangis apakah dia lapar apa bagaimana?
"Sayang kenapa dia terus saja menangis?" Faam menjadi kebingungan padahal kedua adiknya tidak menangis loh hanya diam saja dan malah memandangi kakak nya yang dari tadi tidak henti hentinya menangis.
"Mungkin dia lapar sayang, kan dari tadi dia tidur, kemari kan biar aku susui dia kasihan kan. " Faam membisu padahal itu bukan anak kandung dia loh kok Fiani baik sekali sih ingin menyusui anak itu.
Faam memberikan Dilan yang ada di gendongannya. Anak ini tak henti hentinya menangis padahal kedua anak kandungnya hanya diam saja.
"Kenapa kamu sayang apakah kamu lapar?" tanya Fiani sembari menyusui Dilan menegangkan tangan mungilnya, kasihan dia sudah di tinggal kedua orang taunya dan sekarang dia tidak mempunyai siapapun lagi di dunia ini.
Semoga saja dia kana menjadi anak yang pintar walaupun tidak bersama dengan kedua orang tuanya lagi, Fiani berjanji akan mendidiknya dengan baik, akan menganggap Dilan seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
"Kamu lapar ya, kamu harus jadi pria yang pemberani dan bisa melindungi kedua adikmu, jangan nakal ya, mama janji akan memberikan perlindungan untuk mu, mengasuh mu seperti kedua adikmu. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang berbakti walau tanpa kedua orang tuamu ya nak. " Bayi Dilan memegang tangan Fiani dan tertidur pulas saat perutnya sudah kenyang.
"Dia memang sangat berbeda, berbeda dengan kedua adiknya itu, lihatlah setelah adiknya puas minim susu dianya yang gantian rewel. " Faam tersenyum melihat bayi mungil itu yang memegang tangan istrinya.
Sekarang Faam sudah mempunyai kebahagiaan tersendiri, dulu hidupnya di penuhi dengan ketidak nyataan namun sekarang dia sudah memiliki tiga orang anak dua orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan.
Hidup nya sudah lengkap terlebih dua jagoan kecilnya dan satu peri kecilnya.
"Ana tolong kamu jaga ketiganya ya." Ana melihat kedua bayi yang sedang tidur eh bukan ketiga bayi itu yang sedang tidur.
"Kenapa kamu memandang Dilan dengan tatapan mata seperti itu?" Ana seperti sudah pernah melihat Dilan ini tapi dimana apakah Dilan ini sama seperti bayi yang ada di rumah sakit itu? Jika iya pasti Faam akan berdampak karena anak ini bukanlah anak yan menguntungkan.
__ADS_1
Ana tidak mengatakan apapun yang jelas jika memang itu benar seharusnya Faam tidak mengadopsi nya. Apalagi anak ini sengaja di biarkan di rumah sakit, kenapa dia bisa tahu karena saat kelahiran Fania dan Danil anak itu di gendong oleh suster dan sengaja tidak di berikan susu yang seharusnya.
"Di suruh jagain juga malah diem nih kamu Ana. " Ana tersentak mendengar ucapan dari Fiani.
"Ah tidak Nona, saya hanya memandangi mereka, satunya cantik dan yang dua sangat tampan kapan kah aku mempunyai anak seperti ini... " Ana mencubit pipi Fania untung dana dia tidak bangun.
"Ana.. Ih jangan digituin. Nanti bangun kamu ini... " Fiani terkejut nih kenapa Ana begitu jail sih?
"Hehe...." Ana terkekeh. Untung saja Nona mudanya ini tidak mencurigai dirinya jika dirinya sampai curiga akan gawat.
**Tamat...
__ADS_1
Makasih yang sudah mau baca sampai akhir ya nanti ada kelanjutan petualangan ketiganya dalam mengungkap siapa sebenarnya Dilan itu.. 😊**