
Mayra tersentak yang tiba tiba Johan memanggil nya.
"Saya Pak?"Tanya Mayra
"Iya kamu!"
"Lo Pak Johan kenapa memanggil gadis udik itu?semua dekorasi ini Saya yang memberi ide,gimana Pak menurut Bapak?Bagus kan dekorasinya?"kata Laura dari belakang Dia tidak tahu kalau Johan marah karena dekorasinya.
"O .kamu yang mempertanggung jawabkan untuk dekorasi ini?"tanya Johan dengan dinginnya
"Iya...pak gimana bagus kan?"jawab Laura sambil mengedipkan matanya dengan tatapan menggoda.
Johan melihat interaksi itu sangat jijik dan rasanya ingin memukulnya.
"Kalau gitu Saya minta kamu turunkan semua bunga bunga mawar itu tidak ada yang tersisa"Jawab Johan tegas.
"Apa Pak di turunkan?kenapa ?"Tanya Laura.
"Tidak ada penolakan?Cepat...."kata Johan.
Laura hanya gigit bibir kemudian Dia meminta bantuan divisi nya untuk membantu.
Semua tim Laura enggan membantu karena mereka merasa lelah dari pagi sudah mendekor ruangan yang di pandu Laura,tapi sekarang suruh menurunkan lagi.
Nasib...nasib orang bawahan.
"Maaf Pak Johan terus kita mau mendekor ruangan dimana?apakah tidak terlalu sore kita mengulang dekorasi ini"tanya Bu Sandra.
"Dan anak anak pasti lelah karena mereka sudah bekerja dari pagi,apalagi ini sudah hampir habis jam kerja"lanjut Bu Sandra lagi.
"Itu semua salah siapa?kan saya tidak menyuruh mendekor ruangan emang akan ada jamuan makan?"
"Besok CEO datang cuma kalian sambut dengan sederhana habis itu di lanjutkan rapat untuk semua divisi"
"Dan kamu bukannya tadi Saya yang menyuruh kamu untuk mengerjakan ini semua?"Kata Johan sambil menunjuk kearah Cindi.
"Maaf Pak Johan sebenarnya tadi Saya sudah mendekor depan Resepsionis dan sudah selesai,Bapak bisa lihat di depan,tapi Saya tidak tahu tiba tiba Mbak Laura mengajak kami untuk mendekor Aula ,kami kira itu juga harapan dari Petinggi karena kami semua tahu kalau Mbak Laura sangat dekat dengan asisten Setya"Kata Cindi lagi.
"Ini semuanya tidak ada campur tangan dari Setya paham?"kata Johan.
"Maaf Pak..kami paham"Jawab Cindi masih ketakutan karena gertakan Johan.
__ADS_1
Johan melirik Mayra ,gadis yang di lirik hanya diam terpaku dan melihat ketempat lain.
"Ya sudah...jam kerja sudah tiba kalian pulang lah besok kita sambut CEO"kata Johan.
Dia menuju ke aula untuk mengawasi pekerjaan team Laura karena takut nya masih ada tersisa bunga mawar itu,dan akibatnya akan fatal kalau Dia lalai .
Sedangkan Mayra bersama sama temannya mulai pergi meninggalkan kantor.
"Ran...Aku pulang dulu ya,kamu naik apa?"Tanya Cindi.
"Nanti aku di jemput Cin...sudah sana duluan sebentar lagi jemputan datang"Kata Mayra.
"Baik lah kalau gitu Aku pulang dulu...Da.."Kata Cindi sambil berjalan ke tempat parkiran motor nya.
Mayra mengangguk dan tiba tiba ponsel nya berdering,tertera ID memanggil "Bos aneh".
Mayra terkejut dan gugup,sebelum Dia tahu itu Erland Dia biasa aja bila mendapat telpon dari Bos aneh itu,tapi setelah Dia tahu ada rasa kegugupan di hati nya.
mungkinkah Erland mengenal suaraku,apakah Dia akan tahu tentang aku?.
Mayra ragu ragu untuk mengangkatnya.Tapi kalau tidak di angkat nanti akan menimbulkan kecurigaan.
Bismilah.....
(Buset dah...suaranya di kecilkan Napa?bikin rusak gendang telinga aja)Teriak Mayra tidak kalah keras nya,Dia lupa kalau harus menjaga suaranya supaya Erland tidak mengenalinya
(Lagian kamu kenapa ga di angkat angkat?)
(Hello...Tuan yang Arogan,Saya yang cantik dan imut ini sedang di Jalan jadi tidak mendengar kalau ada telpon masuk...paham...?)
(Apa barusan kamu bilang Tuan Arogan?awas kamu ya....!!??Terus Kamu di luar ngapain?berarti kamu sudah sembuh?)
Aduh kenapa gua keceplosan sih kalau di luar.
Di tengah kepanikan Mayra mobil Jack yang menjemputnya pun datang juga.
Tin...tin..
"Berisik tahu..."Umpat Mayra sambil membuka mobilnya.
(Siapa yang berisik?aku kan tanya kamu?apa salah ?)
__ADS_1
(Eh...ga salah sih...Bos ku yang aneh Saya keluar bukan untuk jalan jalan tapi baru saja dari Rumah sakit untuk mengecek luka saya)
(Apa Bos aneh?tadi Arogan sekarang Bos aneh terus... nanti apalagi.?)
(Suka suka aku ngasih julukan,mungkin si kulkas,atau Mr been...kan ga ada yang larang?Lagian kepo banget sih aku ama keluar rumah bukan urusan kamu....bawel amat sih jadi orang...emang Aku bini kamu yang apa apa harus laporan ke kamu?)
(Kalau kamu mau ga apa apa,besok Aku pulang bagaimana kalau kita nikah langsung)
(Idih...amit amit dah jadi bini kamu ga ada untung nya,bisa bisa cepat tua menghadapi suami kaya kamu udah arogan,aneh suka Memaksa Terus, ...jadi cepat janda aku)
(Kok cepat janda emang kenapa?
(Ya..cepat janda,karena menghadapi kamu nanti cepat tua terus aku tidak cantik lagi,akhirnya kamu bosan sama aku kemudian aku di ceraikan..ogah kalau gitu)
(Percaya diri kamu kalau kamu cantik?)
(Ya percaya dirilah nyatanya kamu tahu sendiri Sepupu kamu aja tergila gila sama aku,betul kan?)
(Kalau emang kamu cantik coba lihat wajah kamu,apakah aku akan tergila sama kamu?)
(Hish....mendingan ga usah deh...dari pada kamu tergila gila juga nanti tambah pusing aku)
(Pusing kenapa?Aku kan cuma pingin tahu wajah kamu,coba wajah nya seperti apa yang membuat sepupuku tergila gila,terus apakah aku juga ikut tergila gila seperti Dia?)
(Ah..sudah lah ga usah di bahas ga penting...udah Napa telpon?)
(Kenapa kamu takut?atau kamu tidak mau aku tahu karena sebenarnya wajah kamu di bawah standar dan malu karena percaya diri kamu tingkat dewa,mungkin sepupu aku buta kali bisa terpesona dengan wajah kamu?)Erland berusaha memprovokasi Mayra agar Mayra mau terpancing karena sejujurnya Dia juga kangen dengan wajah gadis itu yang sudah lama terukir di hati nya dan menyebabkan Dia dingin dengan semua wanita hanya karena hatinya sudah terpaut dengan satu wanita,apalagi sekarang Dia tahu karena cinta satu malam nya menghasil kan anak kembar yang sangat menggemaskan.
(Terserah kamu mau bilang apa ga penting?)Mayra berusaha menahan amarah nya,agar tidak terpancing,Dia Tahu dengan provokasi nya Erland maka wajahnya akan terlihat.
Ah..belum waktu nya aku menunjukkan jati diri ku.
(Besok kamu harus ke kantor saya,nanti saya kirim alamat nya)
(Apa besok ke kantor?ga salah?ga mau ah kan sudah aku bilang datang nya hari senin,lagian malu tahu kalau aku keluar sekarang mukaku kaya Mumi tidak ada bagus bagus nya,tadi kata dokter belum boleh di buka perban nya dulu,jadi saya harus bersabar)Kata Mayra berusaha mencari alasan
(Terus buka perban nya kapan?)
(Belum tahu...semoga aja Senin sudah bisa di buka,jadi saya tidak akan malu kalau keluar rumah)
(Ini aja kamu sudah keluar,berarti kamu tak tahu malu to?)kata Erland sengaja mengejek Mayra,rasanya sudah lama sifat usil nya tidak keluar.
__ADS_1
(Kamu...awas ya..kalau ketemu gua re met tu mulut yang ga punya adat)Kata Mayra sambil meremas telapak tangannya.
(Sudah tahu ah...lama lama bikin emosi aja)Ucap Mayra langsung memutuskan telpon sepihak