
Faam sudah melihat jamnya berulang kali kemana nih istrinya kenapa dia belum juga keluar sih.
Faam melangkahkan kakinya hendak menghampiri istrinya itu.
Namun, langkah kaki Faam terhenti ketika melihat istrinya sudah berjalan menuju ke arahnya.
Wajahnya sangat cantik walau dengan polesan make up yang sangat tipis.
Faam terpana melihat istrinya, sangat cantik bak bidadari turun dari kayangan...
"Hey... Hey!!! Jadi pergi tidak! Bengong terus nanti ke sambet loh." ucap Fiani membuat Faam masih belum tersadar dari lamunannya.
Fam menatap mata Fiani ternyata istrinya bisa tampil cantik dengan dres itu seharusnya dia mengetahui hal itu.
"Eh... Apa tadi kamu bicara padaku?" tanya Faam malah berbalik bertanya pada istrinya.
Tapi kelihatannya ada yang kurang. Faam pun merogoh sesuatu dari dalam kemeja nya.
Kenapa dia sampai lupa memberikan kado kecil untuk istrinya yang sekarang sedang rese resenya.
__ADS_1
Entahlah sampai saat ini juga dia sangat bingung kenapa setiap dia pergi ke suatu tempat rasanya dia ingin membeli aksesoris untuk istrinya.
Eh apakah pria juga bisa nyidam? Apa mungkin???
"katanya mau pergi kenapa malah bengong sih!" tanya Fiani malah bertanya membuat Faam segera mengeluarkan jepit rambut pada Istrinya.
"Terus apa maksudnya dengan kamu mengeluarkan jepit rambut itu?" tanya Fiani yang tidak mengerti.
Faam segera memasang kan jepit rambut berwarna putih dengan berhiaskan mutiara kecil dan di ujung nya ada bunga bunga.
"Cantik!" ucap Faam mengembangkan senyuman.
Fiani hanya bisa diam terasa jantungnya akan copot karena ulahnya, apakah nih pria memang benar-benar mencintainya sampai hal kecil sja adi utama kan seperti ini.
"Kamu ini sedang memuji diriku atau mengejek ku sih!" kesal Fiani dengan Faam.
"Emmm..... Ya sedang memuji istriku yang cantik ini lah, sayang kamu harus percaya padaku, aku ini orang yang paling sangat mencintai dirimu. Aku bahkan tidak akan membuat mu terluka percaya padaku, semua akan aku lakukan untukmu. Memang aku pernah berbuat salah padamu semoga saja kamu memaafkan diriku." Fiani manggut-manggut memangnya kesalahan apa yang di lakukan pria ini padanya dulu.
"Owh... Lalu kenapa kamu memberikan jepit rambut ini?" tanya Fiani yang ingin tahu apa jawaban dari Faam.
__ADS_1
"Benda ini benda yang paling kamu benci di antara benda yang selalu aku berikan, tapi sekarang kamu memakai nya. Kau tau aku sangat terkejut. " terang Faam membuat Fiani mengangguk saja.
Memang benar gelang, kalung atau sejenis aksesoris untuk wanita Fiani tidak terbiasa dengan hal itu jadi setiap Faam pergi dia selalu memberikan barang-barang kekinian namin dasar nya Fiani mana pernah dia memakainya.
"Jadi lemari itu adalah...?" Faam mengangguk.
"Semua barang-barang yang ada di kamar mu tidak pernah kamu pakai, kamu selalu kemana mana pakai kaos aku bukannya tidak suka dengan hal itu tapi kamu itu wanita yang berbeda walaupun aku mempunyai banyak uang tapi kamu tidak pernah sekali pun meminta apapun padaku, resenya aku saja yang memberikan sesuatu sesuai dengan tren untuk dirimu. Dan kamu hanya memajang nya di lemari mu saja."
"Jadi?" tanya Fiani tidak mengerti.
"Tetaplah menjadi sosok yang dulu, aku lebih suka kamu yang selalu memarahiku seperti halnya hari ini."
"Lalu kapan kita akan pergi jika kamu terus saja mengungkit masa lalu yang tidak aku ingat." Faat tersenyum.
"Biaklah-baiklah... " terang Faam yang segera menggandeng tangan Fiani membuat Fiani memandang tajam suaminya.
"Dasar aneh!!"
Nanti lanjut ke seasons 2 ya 😄
__ADS_1
Makasih yang sudah mampir
Maaf baru sempat up karena kemarin ada acara.