
Yusuf mendapat kabar jika ibu nya bertengkar dengan tahanan lain dan ibu nya pun terluka, mendengar kabar itu Yusuf segera pergi tanpa memberitahukan apa yang terjadi pada Dilan.
"Maaf nak, seperti nya ayah harus pergi sekarang juga. " Duluan hanya mengangguk sebenarnya dia itu sangat ingin tahu apa yang membuat ayahnya seperti menghawatirkan sesuatu, tapi belum sempat dia bertanya ayah nya sudah pergi.
"Apa yang kau pikir kan kak?" Tanya Fania dengan kerutan di wajahnya.
"Tidak, tumben ayah terlihat sangat khawatir. " Fania memberitahu jika Om Yusuf bukan lah orang yang sembarangan banyak tugas yang harus Om Yusuf selesai kan jika dia harus memberi tahu kan pada Dilan bukan kah akan mengulur waktu dan membuat pekerjaan Om Yusuf semakin molor dan tidak selesai selesai.
__ADS_1
"Kakak... Bukan kah ayah kakak itu sangat sibuk, perusahaan ini juga harus di urus dan banyak proyek lain nya, nah itulah sebab nya kakak di minta ayah kakak untuk mengurus nya. " Fania tersenyum di akhir kalimat.
"Kan kamu juga tahu kan dek, anak ayah itu bukan hanya aku kan ada Leo, kenapa juga aku yang harus mengurus nya? Bukan kah tidak adil jika hanya aku yang mengurus semua nya. " Danil menarik napas kasar bukan kah kakak nya ini seharusnya bahagia kan yang di sayang ayah nya hanya dia hah aneh nih kakak nya ini.
"Kamu itu kak, aneh, kenapa malah memikirkan orang lain, kan yang di berikan kepercayaan oleh ayah kakak kan ya kakak sediri, nah ini malah memikirkan tentang orang lain kan licin kakak ini mah. "
Memang keduanya sudah tahu sejak dulu, ya karena mereka berdua tidak sengaja mendengar ucapan dari ayah kandung kakak nya ini, memang pantas sih om Yusuf lebih sayang pada Dilan di bandingkan dengan adik Dilan karena Om Yusuf sudah mengetahui jika Leo itu sebenarnya bukan darah dagingnya.
__ADS_1
Mungkin Om Yusuf masih marah atas kenyataan pahit dan lagi yang membunuh wanita kesayangan nya adalah istri keduanya yang tidak lain adalah ibu tiri Dilan itu sendiri.
Pasti Om Yusuf belum sepenuhnya memaafkan mereka memang sekarang istri nya itu sudah di penjara tapi.... ya bagaimana lagi kenangan tentang istri nya pasti membuat nya selalu ingat siapa orang yang membuat istri dari Om Yusuf meregang nyawa.
"Kakak ini lucu, kan kakak yang lebih tua, sedangkan adik kakak itu masih kecil. Ya pantas saja ayah kakak itu meminta kakak untuk menangani perusahaan dan lagi kan kakak sudah lulus kuliah sebentar lagi. Mengerti dong kak mengerti gitu loh. " Dilan juga sangat tahu dia itu anak paling tua tapi setidaknya kan perusahaan ini di kelola oleh dia dan adik nya.
Yang ada nanti adik nya akan salah paham terhadap dirinya, dia juga tidak ingin hal itu terjadi. Pokoknya dia harus bertanya pada ayahnya agar adik nya suatu hari tidak akan membenci dirinya karena hal ini.
__ADS_1
"Pasti kakak ini ingin bertanya lagi hah sudah di jelas kan juga masih saja ingin bertanya sendiri haduh. "