
Keduanya sudah sampai di depan rumah Ana, dan kebetulan ayah dan ibu Ana ada di halaman depan.
Yuda segera turun ini kesempatan baginya untuk meminta restu dari kedua orang tua Ana secara langsung, tapi apa Ana sudah menceritakan tentang apa yang dialami nya? Semoga saja Ana tidak mengatakan apapun.
"Bos," teriak Bima yang sudah di tinggalkan oleh Yuda.
"Gini nih kalau sudah menyangkut tentang cinta wes angel😏," ucap Bima dengan logat jawanya. Bima menggeleng pelan dan segera turun dari mobil mengikuti langkah bosnya yang keluar duluan meninggalkan dirinya sendirian di dalam mobil.
"Assalamu'alaikum tante, om." ucap Yuda.
Kedua orang tua Ana saling pandang dan tersenyum ramah, ada apa gerangan sampai Yuda datang menemuinya apa ada sesuatu, tapi jika iya kenapa dia sampai datang kemari?
"Nak Yuda, Tumben datang ke rumah saya." Ucap ayah Ana bersikap sewajarnya.
"Kedatangan Yuda kemari untuk menemui Ana, Om, tante." Ibu dari Ana tersenyum dan mempersilahkan Yuda masuk namun tak berselang lama Bima pun menghampiri bosnya.
Setelah Yuda dan Bima masuk ke dalam rumah ibu Ana pun berniat memanggil Ana untuk menemui Yuda.
Ayah Yuda juga sebenarnya sudah tau tentang hubungan keduanya tapi ayah Ana selalu memperingatkan pada Ana untuk tidak terlalu dekat dengan dengan Yuda mengingat bosnya itu tidak lah baik dan mementingkan harta saja.
Ayah Ana takut jika anaknya sampai sakit hati karena ucapan bosnya yang sangat keterlaluan.
"Nak, kenapa kau datang kemari? Apakah ayahmu nanti tidak akan marah mengingat bagaimana dia men..." Ayah Ana tidak melanjutkan ucapannya karena dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Seharusnya Yuda meminta maaf om, maafkan atas perlakuan ayah Yuda yang sangat keterlaluan memecat om seenaknya." Lanjut Yuda yang merasa bersalah sendiri ini semua gara-gara ayahnya yang main seenaknya memecat karyawan nya padahal kinerja dari ayah Ana sangatlah bagus dan patut di acungi jempol namun ayahnya malah mempercayakan semuanya pada Ruslan malas jika mengingat nama itu hih apalagi anaknya itu membuatnya sangat amatlah muak.
"Tidak nak, om saja yang tidak becus mengurus perusahaan makannya ayah mu memecat om, tapi kau tidak perlu menghawatirkan akan hal itu karena om sekarang sudah bekerja di perusahaan milik Faam sahabatmu. Dia sangat baik dan sepertinya sangat mencintai istrinya. Tapi entah lah seperti nya istrinya seakan memberikan jarak di antara mereka." terang Ayah Ana.
"Bagaimana tidak membuat jarak om, jika om tau pastinya om juga bingung seperti diriku, seminggu lagi aku harus mengantarkannya untuk berobat. Kasihan Faam harus menelan kepahitan semoga saja Dia ni akan jujur dengan penyakitnya." batin Faam dalam hatinya.
"Lalu kenapa bisa sampai Faam memperkerjakan Ana?" tanya Yuda ingin tahu.
"Kebetulan Faam ingin mencarikan istrinya asisten biasa lah kan Faam selalu pergi ke luar kota jadi dia takut jika meninggalkan dirinya sendirian jadi saat Faam melihat anakku jadi dia menawarkan diri untuk menjadikannya asisten pribadi dari istrinya." Yuda mengangguk mengerti.
Untungnya Faam itu orangnya tidak tegaan.
"A... Memang Faam sangat baik om sahabatku satunya itu sangat amat baik orangnya tapu sayangnya kehidupannya tidak berjalan dengan baik, baru juga dia ingin mendapatkan kebahagiaan dia harus menerima kepahitan lagi." jelas Yuda membuat Ana yang tadinya malas untuk keluar langsung menutup mulut sembrono nya Yuda.
"Kau ini bicara apaan sih?" tanya Ana yang segera melepaskan bungkaman nya dari mulut Yuda.
"Ayah aku ajak Yuda ke taman ya," ucap Ana yang segera memaksa Yuda untuk ikut dengan dirinya ke taman belakang rumah.
Sekarang mereka berdua sudah duduk berdua saja. "Kau ini apa-apa sih?" dengus Ana dengan nada kesal.
"Ya maaf bukan maksudku untuk mengatakan apa yang terjadi aku hanya terbawa suasana saja." lanjut Yuda seraya meminta maaf.
"Lalu apa alasanmu datang kemari?" tanya Ana langsung pada intinya dia malas jika nanti ayah Yuda akan kemari dan marah-marah tidak jelas.
__ADS_1
"Untuk bertemu dengan dirimu, aku kangen."
"Sudahlah lebih baik kau pulang sebelum ayahmu marah-marah tidak jelas." lanjut Ana memperingatkan.
"Kau tau Na, aku di usir ayahku karena aku tidak ingin di jodohkan dengan Sintia, dan kau tau sendiri kan jika aku cintanya cuma sama kamu?" Ana menggeleng pelan tidak Yuda tidak boleh sampai ke luar dari rumah karena memperjuangkan cintanya lebih baik dia menuruti apa yang ayahnya katakan.
"Lebih baik kau pulang, aku hanya tidak ingin ayahmu sampai marah besar, ingat Yud apapun yang kau lakukan akan menjadi masalah untuk keluarga ku, apa kau mau jika ayahku kesusahan lagi? Kau tidak ingin hal itu kan?" Yuda bingung harus berkata apa memang benar ayahnya akan melakukan berbagai macam cara untuk memisahkan dirinya dengan Ana tapi dia juga mencintai Ana.
Bagaimana ini apa yang harus dirinya lakukan jika dia terus daja mengejar Ana maka dia pun akan membuat keluarga Ana semakin kesusahan karena ulah ayahnya yang menyuruh orang untuk menghancurkan usaha milik ayah Ana.
"Pulanglah Yud, demi aku." Yuda pun melangkah pergi kepalanya sangat sakit jika harus memikirkan tentang hal ini. Eh tapi tunggu dia kan mempunyai perjanjian dengan Fiani jadi nanti dia bisa bertemu dengan Ana tanpa ada gangguan dong ah baiklah dia harus bersabar sedikit lagi.
"Maaf Yud bukan maksudku untuk selalu menolak dirimu, tapi derajat kita tidak sebanding jadi maaf karena kau harus kecewa untuk kesekian kalinya mungkin suatu saat nanti kau menemukan wanita yang bisa membahagiakan dirimu bukan seperti diriku yang hanya mempersulit hidupmu dan membuat mu bertengkar terus dengan ayahmu. " batin Ana yang tak menyadari jika air matanya sampai menetes membasahi pipinya.
Bima diam melihat Yuda yang hanya memandangi jendela mobilnya. Ada apa apa Ana kembali menolak dirinya lagi kasihan sekali bosnya harus di tolak sampai ratusan kali.
"Aku harus mendapatkan cinta Ana, apapun caranya."
Bima menggeleng pelan jika dibiarkan seperti ini bisa-bisa bosnya akan gila.
"Bos..."
"Kali ini dia bisa menolak diriku tapi lain kali dia tidak akan pernah menolak ku, Bima katakan apa yang harus aku lakukan?" Bima membulatkan matanya nah kan saran apa yang bisa membuat Yuda mengerti salah-salah nih bisa berabe nih.
__ADS_1
"Bos lebih baik bos...." Bima bingung harus mengatakan apa sedangkan Yuda sudah sangat amat penasaran.
"Hah..." Yuda melotot setelah mendengar ucapan Bima.