Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dasar cerewet


__ADS_3

"Ternyata memang kamu menikmatinya." ucap Faam setelah puas mempermainkan perasaan istrinya.


"Dasar pria mesum berani berani nya dia mencium ku seenak jidatnya saja." batin Fiani merasa sebal


"Kenapa kamu ingin lagi?" tanya Faam membuat Fiani segera mendorong tubuh Faam membuat Faam terkekeh ya jika tidak di buat seperti ini ya dia tidak akan pernah ingin ikut dengannya.


"Jangan lama-lama mandinya aku akan menunggumu di bawah, dan ya gaun yang nanti kamu pakai sudah aku taruh di meja dan jangan lama-lama karena anak buah ku satu itu cerewet nya melebihi diriku. Kamu paham kan istriku?" tanya Faam seraya sedikit mengancam istrinya agar mau menurut.


"Dasar seenaknya memerintah, tapi aneh kenapa bisa aku menurutinya nih otak kenapa sih!"..


Nur terkekeh melihat Fiani dan Faam yang romantisnya minta ampun jika Fiani tau jika Faam adalah suami paling menyayanginya pasti dia akan merasa bahagia namun sayangnya Fiani saat ini tidak tau ketulusan dalam diri Faam sehingga Fiani selalu mengganggap nya sebagai sebuah lelucon.


Padahal seharusnya waktu ini lah yang sengaja di nanti nantikan Fiani bisa bermesra-mesraan tapi sayangnya Fiani tidak mengingat betapa dia sangat mencintai sosok Faam orang rese yang tidak pernah sekali pun marah padanya.


"Ketawa lagi awas kau nur!" Ancam Fiani merasa sebal karena Nur yang tiba-tiba muncul ya memang seperti itulah jin suka muncul dan pergi tiba-tiba.

__ADS_1


"Fia! Jangan terlalu kasar pada suami mu, dia itu tulus menyayangimu, jika saja kamu mengingat betapa Faam mencintaimu pasti... "


"Aku kasar! Kasar darimana nya? Bahkan aku tidak mengenalinya kenapa kamu setiap datang memintaku untuk baik padanya padahal aku tidak tau siapa dia!" jawab Fiani dengan nada kesal.


"Sabar dulu Fia, ingat kamu ini tengah mengandung, jangan terlalu stres katena memikirkan hal yang aneh sekarang lebih baik kamu turuti saja suamimu nanti jika suamimu datang dan kamu masih belum siap juga mau kamu kena makan!" terang Nur membuat Fiani masa bodoh.


Fiani tidak memperdulikan ucapan Nur dan malah duduk memandang ke arah luar jendela apakah memang pria rese itu suaminya tapi kenapa kenapa dia bisa menikah dengan pria serese itu kan nyebelin banget.


"Baiklah baiklah... " Jawab Fiani dengan sebal melangkahkan kakinya ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya anehnya dari tadi dia hanya ingin tahu bagaimana dulu dia mengenal suaminya?


Entahlah dia mulai lupa kapan terakhir kali dia memakai pakaian yang aneh seperti ini.


Fiani melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan dan ternyata isi dalam ruangan itu adalah beberapa tas mahal, jam tangan, sepatu dengan label fantastis.


"Eh jangan pakai hak tinggi Fia pakai sepatu yang membuat kakimu nyaman kan kamu lagi hamil." pekik Nur yang melihat Fiani yang akan mengambil sepatu hak tinggi tanpa tau bagaimana resikonya.

__ADS_1


"Kamu ini cerewetnya minta ampun deh. Lalu menurutmu jika aku tidak memakai sepatu hak tinggi lalu apa yang akan aku pakai dasar jin rese!" Nur terkekeh mendengar lawakan garing dari Fiani.


"Bukanlah lemari kayu itu di sana ada beberapa sepatu yang pastinya tidak akan membuat kakimu lecet kan sayang cantik cantik kakinya lecet!"


"Apa kau sedang menghinaku Nur!" tanya Fiani membuat Nur menggeleng pelan, jika bukan perbuatan nya jin rese super nyebelin itu pasti akan ku buat Ahmad itu sengsara.


"Kata siapa? Kamu ini cepat buka malah makin nyebelin saja kamu ini, sama saja seperti dulu kagak berubah parah iya, sembuh kagak."


"Apa!!! Katakan sekali lagi! Jadi kamu bersamaku sudah berapa lama?" tanya Fiani malah lupa darimana mereka bertemu.


"Ayo jawab ke apa diam saja?"


"Hey!! Jawab!!"


"Bodo!!" jawab Nur yang langsung menghilang.

__ADS_1


"Dasar jin Kamprett.. Awas saja kamu kalau pulang ya! Sebelllll!!!"


__ADS_2